Sebar 32 Ribu Paket Sembako dan Biayai Pendidikan Anak Kurang Mampu

Tahun 2020 adalah tahun yang berat dan penuh tantangan, karena terjadinya pandemi Covid-19. Indonesia adalah salah satu negara yang terdampak cukup parah, hampir semua sektor kehidupan terganggu dan merasakan dampak dari pandemi ini.

Kondisi ini memaksa DPR bersama pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah terobosan melalui beberapa kebijakan strategis seperti penerapan protokol kesehatan, penyiapan rumah sakit rujukan dan pelaksanaan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dalam mengatasi dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh pandemi kita mendorong recofusing anggaran. Anggaran yang tidak mendesak dipangkas kemudian dipergunakan untuk BLT kepada masyarakat terdampak dan dukungan bagi dunia usaha agar tetap tumbuh di tengah pandemi,” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI, Darul Siska saat konferensi pers Refleksi Kinerjanya Tahun 2020 di Rumah Makan Sederhana, di Padang, Senin (21/12/2020).

Menurut, anggota DPR Dapil Sumbar I ini, tantangan yang dihadapi bangsa ini dalam satu tahun pandemi adalah bagaimana mendorong lahirnya legislasi yang mempunyai dampak langsung dalam mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh pandemi seperti mengatasi menurunnya pendapatan keluarga, meningkatnya pengangguran, banyaknya dunia usaha yang gulung tikar dan lain sebagainya.

“Dari sisi anggaran, kita terus mendorong agar pemerintah tetap memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, baik melalui BLT maupun program padat karya yang bisa menggerakkan perekonomian keluarga, UMKM dan perekonomian nasional. Tahun 2021 kita masih mendorong adanya stimulus berupa BLT dan bantuan permodalan bagi dunia usaha,” tutur politisi Partai Golkar ini.

Ia menyebut, dari sisi pengawasan, DPR senantiasa melakukan monitoring terkait pelaksanaan program-program penanganan dampak pandemi ini agar semua program pemerintah berjalan efektif.

32 Ribu Paket Sembako

Darul menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh masyarakat, penghasilan keluarga menurun, banyak pekerja di-PHK yang memicu ledakan pengangguran yang berujung meningkatnya angka kemiskinan di Indonesia termasuk Sumbar.

Baca Juga:  ASN Dilarang Cuti dan Mudik Lebaran

Lalu, katanya, dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat khususnya di Sumbar akibat dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19, selain terus mendorong peningkatan kuota penerima BLT dari pemerintah pusat, Darul Siska berupaya melakukan langkah nyata mendistribusikan bantuan sembako. “Sampai saat ini telah disalurkan bantuan sembako sebanyak 32.000 paket atau setara Rp 3,2 miliar kepada keluarga yang terdampak Covid-19 di Sumbar,” jelasnya.

Tenaga Kerja Terampil

Sektor tenaga kerja kata Darul, adalah sektor yang mengalami dampak sangat parah akibat pandemi Covid-19, dimana di tengah pandemi ini terjadi PHK yang mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan, minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan dan di sisi lain angkatan kerja kita masih banyak yang belum terserap dunia kerja.

“Sebagai anggota DPR, saya memiliki keprihatinan tersendiri dengan keadaan ini karena itu ke depan di tengah pandemi yang belum tahu kapan usainya ini saya punya harapan agar di Sumbar lahir angkatan kerja baru yang memiliki kompetensi yang baik dan lahirnya wirausahawan baru yang mandiri,” harapnya.

Dalam upaya peningkatan kompetensi tersebut pria kelahiran Talawi, Sawahlunto ini mendorong lahirnya Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas yang berbasis di pondok pesantren. “Bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja telah dibangun 7 BLK komunitas di Sumbar dengan anggaran Rp 5,6 miliar,” sebutnya.

Selain itu dalam mendorong munculnya wirausahawan baru telah disalurkan bantuan modal usaha dan pelatihan kepada 14 kelompok wirausahawan baru dengan jumlah anggota lebih dari 280 orang.

Perhatikan Sektor Pendidikan

Di sektor pendidikan, pandemi telah membuat banyak keluarga kesulitan untuk membiayai pendidikan tinggi bagi anaknya. Semenjak dilantik menjadi anggota DPR, Darul mengaku selalu menyisakan gajinya untuk membiayai puluhan anak-anak kurang mampu untuk biaya kebutuhan kuliah dalam bentuk beasiswa yang ditransfer langsung ke rekening penerima setiap bulannya. (bis)

Previous articleDWP Setjen DPD RI Harus jadi Mitra Strategis Pembangunan
Next articleEnam Perusahaan UMKM Sumbar Raih Penghargaan Siddhakarya 2020