Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Intip Yuk Pola Tanam Kaliandra Merah dan Apa yang Harus Diperhatikan

Hendra Efison • Sabtu, 22 Juli 2023 | 17:17 WIB
Ka Sie TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, menyerahkan bibit kaliandra merah kepada Wali Nagari Tanjuang Gadang, Zamhar, beberapa waktu lalu. Bibit kaliandra merah itu akan ditanam di lahan lebih kurang 10 ha yang ada di Nagari tersebut.
Ka Sie TJSL Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, menyerahkan bibit kaliandra merah kepada Wali Nagari Tanjuang Gadang, Zamhar, beberapa waktu lalu. Bibit kaliandra merah itu akan ditanam di lahan lebih kurang 10 ha yang ada di Nagari tersebut.
PADEK.JAWAPOS.COM--Pola penanaman Kaliandra Merah dilakukan dengan jarak tanam 1x2 meter atau paling rapat 1x1 meter. Dan, setelah ditanam, perawatan kaliandra merah harus diperhatikan, terutama kebutuhan airnya.

"Jadi, setelah ditanam harus kita pastikan kebutuhan airnya. Kemudian setelah uratnya senyawa dengan tanah, maka untuk perawatan selanjutnya menjadi mudah, cukup kita hanya mengontrol sekali 2 hari," jelas Auzia Asman SP MP.

Kepala UPT Perbaikan dan Pemeliharaan PPNP itu menjadi narasumber sosialisasi tanaman kaliandra merah pada kelompok tani se-Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jumat (21/7/2023).

Nah, kemudian panen perdananya dilakukan pada usia kaliandra merah 8-10 bulan. "Ingat, saat dipanen, kita harus menyisakan tinggi batangnya sekitar 50 cm," kata Auzia.

Untuk umur produksinya, sebut Auzia, sampai 15 tahun, bahkan lebih. Kemudian puncak produksinya, pada umumnya di usia 5-7 tahun dengan jumlah produksi 35-50 ton/ha.

Sedangkan untuk panen perdana setelah ditanam, estimasi produksi terendahnya sekitar 15 ton/ha, tergantung faktor kesuburan tanahnya.

"Kalau kesuburan tanahnya sangat bagus, maka jumlah produksinya bisa lebih dari 15 ton/ha," ujarnya.

Auzia juga membeberkan manfaat Kaliandra Merah. "Kalau pemanfaatannya sampai ke ranting, bunga, dan daun. Jadi tidak ada lagi bagian dari kaliandra yang tidak bisa dimanfaatkan," ungkapnya.

Kayunya bisa dijual ke PT Semen Padang sebagai bahan bakar alternatif yang dapat mensubstitusi bahan bakar batubara. Bunganya untuk konsumsi madu. Daunnya sebagai pakan ternak, dan rantingnya untuk wood pellet," ujarnya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Semen Padang bersama Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), dan Yayasan Hutan Lestari Indonesia (YHLI) di Aula MDA Langguang, Nagari Koto Kaciak. (*) Editor : Hendra Efison
#pola tanam #Politani Payakumbuh #Auzia Asman SP MP #Apa yang Harus Diperhatikan #kaliandra merah #Intip Yuk