Tukang di Bengkulu Dibekali Standar Mortar dan Plesteran lewat Program Akademi Jago Bangunan
Hendra Efison• Rabu, 4 Februari 2026 | 23:18 WIB
Pelatihan dan sertifikasi tukang bangunan diikuti puluhan anggota Komunitas Jago Bangunan SIG di Bengkulu.Pelatihan dan sertifikasi tukang bangunan Komunitas Jago Bangunan SIG di Bengkulu berlangsung antusias dengan materi standar bata dan plesteran.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pelatihan dan sertifikasi tukang bangunan yang diikuti puluhan anggota Komunitas Jago Bangunan SIG di Bengkulu berlangsung dengan antusias, dengan fokus peningkatan kompetensi teknis pasangan bata dan plesteran.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Semen Padang bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi.
Selain pembekalan teori dan praktik teknis, peserta juga mendapatkan sosialisasi berbagai produk unggulan PT Semen Padang dan SIG.
Produk yang diperkenalkan meliputi semen jenis Portland Composite Cement (PCC) serta produk nonsemen seperti Sepablock, mortar siap pakai, semen curah, beton, dan produk pendukung konstruksi lainnya.
Materi Sertifikasi Tukang Bata dan Plesteran
Materi pelatihan disampaikan oleh Asesor LSP/BNSP bidang Teknik dan Manajemen sekaligus Trainer of Trainer (ToT) Level 4 BNSP, Edison Hatoguan Manurung.
Edison membawakan Skema Sertifikasi Okupasi Tukang Pasang Bata dan Plesteran yang mengacu pada standar kompetensi kerja nasional.
Materi mencakup teknik pelaksanaan pekerjaan yang benar serta pemahaman penggunaan material bangunan secara tepat sesuai peruntukan.
Menurut Edison, kesalahan teknis di lapangan kerap bersumber dari ketidaktepatan komposisi material yang digunakan dalam pekerjaan pasangan bata dan plesteran.
“Untuk pekerjaan pasangan bata pada dinding biasa di atas permukaan tanah, perbandingan yang umum digunakan adalah satu zak semen dengan lima gerobak pasir,” jelas Edison.
Penekanan Ketepatan Komposisi Material
Ia menegaskan bahwa ketepatan perbandingan material menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas dan daya tahan hasil pekerjaan konstruksi.
Kesalahan komposisi mortar, lanjutnya, dapat menyebabkan rendahnya kekuatan pasangan bata dan kualitas plesteran yang tidak optimal.
Untuk area yang membutuhkan kekuatan ekstra atau berada pada kondisi lembap dan basah, Edison menyebutkan diperlukan komposisi yang lebih kuat.
“Perbandingan yang disarankan adalah satu zak semen dengan empat gerobak pasir agar hasil pekerjaan lebih kuat dan tahan lama,” ujarnya.
Pelatihan ini juga menjadi sarana peningkatan pemahaman tukang terhadap standar kerja dan penggunaan material konstruksi yang sesuai spesifikasi.
Melalui sertifikasi okupasi, peserta diharapkan mampu menerapkan teknik yang benar secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari.
Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya PT Semen Padang dan SIG dalam mendorong peningkatan kualitas konstruksi melalui penguatan kompetensi tukang bangunan di lapangan.(*)