Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ribuan Jemaah Salat Idul Fitri 1447 H di Plaza PT Semen Padang

Hendra Efison • Minggu, 22 Maret 2026 | 14:35 WIB

Ribuan jemaah memadati Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang di Indarung untuk Salat Idulfitri 1447 H yang digelar bersama PHBI dengan khutbah Duski Samad.
Ribuan jemaah memadati Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang di Indarung untuk Salat Idulfitri 1447 H yang digelar bersama PHBI dengan khutbah Duski Samad.
PADEK.JAWAPOS.COM–Ribuan jemaah memadati Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang di Indarung untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2026).

Ibadah berlangsung tertib dan lancar, diselenggarakan PT Semen Padang bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung.

Sejak pagi, masyarakat dari Indarung dan sekitarnya telah memenuhi area pelataran dengan penuh antusias. Lantunan takbir menggema menandai rasa syukur umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan.

Kegiatan Salat Idulfitri tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar serta Direktur Operasi Andria Delfa. Bertindak sebagai imam adalah Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang, Ustaz Riko Febrianto.

Sementara itu, khutbah Idulfitri disampaikan Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, Duski Samad, dengan judul “Menjaga Jiwa Peradaban.”

Pesan Idulfitri dari Manajemen PT Semen Padang

Dalam sambutannya, Pri Gustari Akbar menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum bagi umat Muslim untuk kembali kepada fitrah.

“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa makna kemenangan Idulfitri tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Menurutnya, Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan, serta mempererat silaturahmi.

Pri juga memaparkan sejumlah program sosial perusahaan selama Ramadan. Program tersebut antara lain Safari Ramadan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, penjualan sembako murah, serta program mudik gratis.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Khutbah: Ramadan Membentuk Karakter Peradaban

Dalam khutbahnya, Duski Samad menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar peningkatan ibadah ritual, tetapi juga proses pembentukan karakter manusia.

“Idulfitri bukan akhir, tetapi awal untuk menjalani kehidupan yang lebih berkualitas,” katanya.

Ia menyampaikan tiga pesan utama agar nilai-nilai Ramadan tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan pertama adalah pentingnya integritas. Mengacu pada Al-Maidah, ia menekankan bahwa ketakwaan harus diwujudkan melalui ibadah, pengembangan ilmu, amal kebajikan, serta akhlak mulia.

Duski juga menyoroti tantangan kehidupan modern yang kerap memunculkan krisis ketenangan jiwa. Menurutnya, zikir tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai terapi spiritual.

“Zikir bukan hanya ibadah, tetapi juga terapi spiritual,” ujarnya.

Pesan kedua adalah menjaga kewarasan dalam menghadapi tekanan hidup. Mengutip Al-Balad, ia menjelaskan bahwa kehidupan penuh tantangan yang harus dihadapi dengan kebijaksanaan.

Ia mendorong umat Islam untuk tetap produktif, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi bagi masyarakat dengan tetap menjunjung etika.

“Keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian materi, tetapi juga dari integritas dan karakter,” katanya.

Pesan ketiga adalah jihad peradaban. Mengacu pada Al-Hajj ayat 78, ia menjelaskan bahwa jihad tidak terbatas pada peperangan, melainkan upaya membangun kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, jihad masa kini dapat diwujudkan melalui berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga pelestarian lingkungan.

“Jihad peradaban adalah membangun kehidupan yang adil, maju, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam dunia kerja, setiap individu yang bekerja dengan niat ibadah, kejujuran, dan profesionalitas turut berkontribusi dalam membangun peradaban.

“Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah,” pungkasnya. (*)

Editor : Hendra Efison
#Duski Samad khutbah Id #Idul fitri 1447 H Indarung #Salat Idul fitri Semen Padang