Seorang Warga Binaan Meninggal, Sejumlah Petugas dan Napi Diswab

ilustrasi. (JawaPos.com)

Seorang warga binaan di Rutan Anakaia Padang, meninggal dunia diduga akibat Covid-19. Sejumlah petugas rutan dan warga binaan yang pernah kontak menjalani tes swab, kemarin (24/11).

“Sekitar tiga hari yang lalu ada satu orang warga binaan yang meninggal dunia. Dia terindikasi positif Covid-19 dan punya riwayat penyakit jantung,” kata Kepala Rutan Anakaia Padang Eri Irawan kepada Padang Ekspres, kemarin.

Dia menambahkan, untuk memutus penularan Covid-19, pihaknya segera mengambil langkah melakukan tes swab bagi petugas rutan dan warga binaan yang pernah kontak dengan warga binaan meninggal dunia diduga akibat Covid-19 tersebut.

“Terutama yang sekamar dan satu blok itu kita langsung swab. Tapi jumlah pastinya saya kurang hapal, ada beberapa warga binaan termasuk petugas rutan dan petugas dapur kita swab semua,” imbuhnya.

Lebih lanjut Eri memperkirakan, hasil tes swab petugas rutan dan warga binaan Rutan Anakaia akan keluar sekitar dua atau tiga hari lagi. “Jika nanti ada warga binaan yang terkonfirmasi positif Covid-19, akan kita isolasi di klinik rutan,” sebut Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Ferimulyani Hamid saat dikonfirmasi membenarkan bahwa salah seorang warga binaan di Rutan Anakaia Padang meninggal dunia karena Covid-19. “Iya meninggal dunia, bukan diduga tapi memang karena Covid-19. Dia meninggal dunia sekitar tiga hari yang lalu,” kata Ferimulyani.

Baca Juga:  Sembako Mulai Merangkak Naik

Dia menambahkan, Dinkes Kota Padang telah melakukan tes swab bagi petugas rutan dan warga binaan yang pernah melakukan kontak dengan warga binaan meninggal dunia itu, untuk memutus rantai penularan Covid-19. “Tes swab sudah kita lakukan tadi (kemarin, red). Kemungkinan hasilnya keluar sekitar dua atau tiga hari lagi. Selain itu, juga dilakukan penyemprotan disinfektan,” ujarnya.

Ferimulyani melanjutkan, hingga Selasa (24/11) angka pasien positif Covid-19 di Kota Padang yang meninggal dunia berjumlah 203 orang. Sementara angka kasus positif Covid-19 bertambah 33 kasus, sehingga total menjadi sebanyak 10.369 kasus.

Dari 10.369 kasus positif tersebut, kasus yang masih aktif berjumlah 826 kasus. Rinciannya, 548 orang bergejala dan 278 orang tanpa gejala. Dari 548 orang bergejala itu, 198 orang diantaranya dirawat, 276 isolasi mandiri, dan 74 orang menjalani karantina.

Sementara dari 278 orang tanpa gejala, 7 orang diantaranya dirawat, 258 orang isolasi mandiri, dan 13 orang menjalani karantina. “Pasien sembuh juga bertambah sebanyak 101 orang. Total pasien sembuh hingga kini menjadi 9340 orang,” pungkas Ferimulyani. (i)

Previous articlePemerintah Ikuti Tren Layanan Global
Next articleSejumlah Kawasan Terendam Banjir