Serahkan Anugerah Badan Publik, Irwan: Terbukalah Kelola Uang Negara

Keterbukaan informasi merupakan sebuah keniscayaan bagi badan publik yang mengelola keuangan negara, baik APBD maupun APBN. Meski begitu, ada informasi yang dikecualikan.

“Memang tidak semuanya harus tertutup, ada yang dibolehkan untuk tidak dibuka ke publik, namun harus tetap dalam semangat transparansi demi terwujudnya clean government dalam pengelolaan badan publik,” ucap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada kegiatan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dan Achievment Motivation Person 2020, di Hotel Grand Zuri Padang, Rabu (25/11/2020).

Gubernur dua periode itu mengapresiasi semakin banyaknya badan publik yang memiliki prediket informatif.

Menurutnya, hal itu tak terlepas dari semakin baik dan transparannya dalam pengelolaan keuangan negara. Bahkan ada beberapa badan publik yang tiap tahun mendapat anugerah sebagai badan publik informatif.

Dalam acara bertajuk “Masyarakat Cerdas, Badan Publik Informatif walau di Masa Pandemi” itu, secara tegas gubernur juga menyampaikan bahwa secara nasional, dua badan publik di Sumbar telah mendapat predikat informatif dari Komisi Informasi Pusat yaitu Pemprov Sumbar dan Universitas Negeri Padang.

“Karena itu kita minta semua badan publik, terbukalah terhadap semua informasi karena keterbukaan itu wujud transparansi kita dalam mengelola keuangan negara,” ajaknya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serahkan penghargaan badan publik informatif.

Sementara itu Komisioner KI Sumbar yang juga Ketua Panitia Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020, Tanti Endang Lestari menyampaikan tahun 2020 ini, terdapat 377 badan publik yang mengembalikan kuesioner yang kemudian dilanjutkan monitoring dan evaluasi dalam rangka penilaian menuju badan publik informatif.

Baca Juga:  Sembari Berwisata, WCI Regional Riau Berdonasi di Tanahdatar dan Agam

“Dari 377 badan publik yang kita nilai, kemudian dilanjutkan presentasi keterbukaan informasi publik di badan publik masing-masing. Selanjutnya, ditetapkan 16 badan publik informatif sekaligus penerima penghargaan keterbukaan informasi publik,” ungkap Tanti.

Sebanyak 16 badan publik itu diapresiasi dengan memberikan anugerah yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Ketua KI Sumbar Nofal Wiska.

Ketua KI Sumbar Nofal Wiska didampingi Wakil Ketua Adrian Tuswandi dan komisioner KI Arif Yumardi menambahkan bahwa penilaian keterbukaan informasi publik ini dilakukan KI Sumbar setiap tahun. Sebagai tindak lanjut dari amanah dari Undang Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang kemudian dijabarkan dalam Peraturan Komisi Informasi (Perki) No. 1 tahun 2010.

“Semoga ke depan, dengan penilaian yang kita lakukan, semakin banyak badan publik yang betul-betul terbuka sehingga terwujudnya transparansi badan publik,” ujar Nofal usai penyerahan anugerah keterbukakan informasi publik yang berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.(wni)

Previous articleProduksi Diawasi Ketat, Vaksin Harus Aman Sebelum Digunakan
Next articleIndra Catri Janji Pemerataan Konektivitas Jaringan Seluler di Sumbar