Setelah MK Bacakan Putusan, Ini Pernyataan Tim Mahyeldi-Audy

245
Miko Kamal. (IST)

Permohonan sengketa hasil Pilkada Sumbar 2020 yang diajukan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nasrul Abit-Indra Catri serta Mulyadi-Ali Mukhni tidak diterima oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan begitu, maka pasangan Mahyeldi-Audy Joinaldy tetap sebagai pemenang Pilkada Sumbar 2020.

Setelah adanya putusan MK itu, Ketua Tim Hukum dan Advokasi sekaligus Juru Bicara Mahyeldi-Audy, Miko Kamal mengatakan, masyarakat Sumbar pantas bersyukur atas telah dilewatinya semua proses Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat 2020. Baik proses pemilihan maupun proses hukum di MK.

“Kemenangan Mahyeldi-Audy adalah kemenangan semua rakyat Sumbar. Tidak hanya kemenangan pemilih Mahyeldi-Audy saja,” ungkapnya dalam rilis kepada padek.co, Selasa (16/2/2021) malam.

Menurut Miko, saat ini menunggu penetapan oleh KPU dan jadwal pelantikan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, Mahyeldi-Audy dilantik agar visi, misi dan program unggulan mereka berdua dapat segera diwujudkan,” imbuhnya.

Sebagai Ketua Tim Hukum dan Advokasi Mahyeldi-Audy serta Juru Bicara, Miko meminta maaf jika selama proses pilkada berkata dan berbuat tidak pada tempatnya.

Baca Juga:  Ramadhan, Nevi Zuarina Serap Aspirasi Masyarakat di Daerah-daerah

Gesekan-gesekan selama proses politik dan hukum, dinilainya adalah hal yang wajar dalam dunia politik. “Yang tidak wajar adalah melupakan gesekan-gesekan yang pernah terjadi tersebut,” tukasnya.

Dengan dibacakannya putusan Mahkamah pada Selasa 16/2/2021, maka berakhir pulalah tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua Tim Hukum dan Advokasi serta Juru Bicara Mahyeldi-Audy.

“Izinkan pula saya mengucapkan Selamat kepada Mahyeldi-Audy. Semoga cita-cita mereka berdua menjadikan Provinsi Sumatera Barat sebagai provinsi madani segera terwujud,” harapnya.(bis)

Previous articleGugatan Dua Paslon Ditolak MK, Mahyeldi-Audy Tetap Pemenang Pilkada
Next articleTinjau Ulang SKB 3 Menteri, Mutu lebih Mendesak