
Pantauan Padang Ekspres di sepanjang ruas Simpang Tanahbadantuang-Kiliranjao, Senin (26/2), sedikitnya terdapat 11 titik jalan rusak, dengan titik terparah terdapat di kawasan Tanjunggadang dan Tanjunglolo.
Seperti di wilayah Guguknaneh, Nagari Tanjunggadang misalnya, jalan hotmix sepanjang 350 meter tampak sudah menjelma jadi kubangan lumpur dengan lubang jalan yang cukup besar dan dalam.
Menurut sejumlah pengendara, medan jalan di Jalinsum Sijunjung yang rusak parah saat ini sudah berubah jadi rawan kecelakaan. Selain itu, banyak mobil mengalami pecah ban dan rusak berat akibat terperosok dan terhempas masuk lubang.
Tak pelak kendaraan-kendaraan mogok atau rusak akhirnya berseliweran parkir di pinggir Jalinsum Sijunjung. Atas kondisi ini banyak warga setempat mengambil inisiatif untuk memberlakukan sistem buka tutup.
Seorang warga Tanjunggadang Defrimal, 47, mengungkapkan, kerusakan Jalinsum di kawasan Tanjunggadang terjadi sejak 8 bulan terakhir bersamaan dengan datangnya musim hujan berkepanjangan.
Seiiring dengan itu proses penanganan oleh pemerintah juga tidak ada. Tak ayal kerusakan jalan menjadi kian parah dan memprihatinkan.
“Sudah 8 bulan dan tak kunjung ada perbaikan. Beberapa waktu lalu baru ada datang material koral ditumpuk di tepi jalan yang konon untuk proses perbaikan,” ujar Defrimal.
Mengingat kerusakan jalan kian mengkhawatirkan saat ini, ia meminta para pengendara hati-hati, saling sabar dan tertib saat melewati area buka tutup yang diberlakukan warga. Jangan nekat menerobos, karena tindakan demikian justru hanya akan memperburuk keadaan.
Kepala Dinas PUPR Sijunjung, Syahriwan menuturkan, Pemkab Sijunjung telah mengupayakan kerusakan Jalinsum Sijunjung secepatnya mendapat perbaikan.
Terakhir pada pertengahan Januari 2024 lalu, Bupati Sijunjung Benny Dwifa didampingi Kepala Bappeda Juni Elfiza secara langsung mendatangi Kementerian PUPR di Jakarta. Alhasil Kementerian PUPR merespons positif permohonan tersebut.
Dijelaskan Syahriwan, untuk penanganannya akhirnya Sijunjung mendapat jatah 3 paket pekerjaan dari Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Sumbar tahun ini.
Paket I yakni dari arah Muarokalaban Sawahlunto-Kiliranjao, Paket II dari Tanahbadantung-Kiliranjao, kemudian Paket III dari Kiliranjao-Perbatasan Jambi dan Kikiranjao-Perbatasan Riau.
“Untuk penanganan jalan rusak tersebut informasinya masuk Pekerjaan Paket II, yakni rehab dari arah Tanahbadantung-Kiliranjao,” tegasnya.
Terkait waktu pelaksanaan, dikatakan Syahriwan saat ini secara tahapannya telah masuk proses penandatanganan kontrak oleh pemerintah bersama kontraktor pelaksana.
“Kami secara teknisnya juga tidak tahu persis kapan proses pekerjaannya akan dimulai. Namun informasi terbaru, prosesnya sudah masuk tahap penandatanganan kontrak,” ujar Syahriwan.
Kasat Lantas Polres Sijunjung AKP Zamrinaldi menuturkan, demi keselamatan para pengendara diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan nasional Sijunjung.
Mengingat banyak terdapat titik jalan rusak, maka kecepatan kendaraan harus dikurangi. Sebab berkecepatan tinggi sangat berisiko terjadinya kecelakaan, serta dapat membahayakan keselamatan pengendara lain.
“Ketertiban arus lalu lintas di kawasan Tanjunggadang dan Tanjunglolo terus kita awasi dibantu anggota Polsek setempat,” pungkasnya. (atn)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




