
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Sijunjung termasuk salah-satu daerah yang tak luput terkena dampak bencana, akibat tingginya curah hujan sejak lebih dari lima bulan terakhir. Mulai dari bencana tanah longsor, pohon tumbang, banjir, serta lain sebagainya.
Alhasil, sejumlah infrastruktur publik mengalami kerusakan, belasan unit rumah penduduk tidak bisa ditempati sampai akhirnya dilakukan proses perbaikan secara gotong-royong dan mandiri. Sejalan dengan itu pihak Pemerintah Kabupaten Sijunjung aktif turun ke bawah untuk menyalurkan bantuan.
Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir mengungkapkan, warga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul curah hujan tinggi kembali berlanjut melanda Kabupaten Sijunjung. Terutama bagi warga yang bermukim di titik rawan longsor, pohon tumbang, dan banjir.
Munculnya bencana memang tidak bisa ditebak kapan akan terjadi, namun dampak fatal yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Maka seluruh warga harus selalu waspada. Jangan setelah terjadi baru kemudian para warga kocar-kacir mengambil sikap guna meminimalisir keadaan, serta melakukan proses penyelamatan/evakuasi korban.
Menyikapi hal-hal bersifat insidentil, sejauh ini tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung masih stand by, dengan posko pengaduan dan penanganan utama di jalan M.Yamin Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung. Diperkuat Tim PUPR, Satpol PP dan Damkar, Tim Kesehatan, dan unsur terkait lainnya.
“Bila sewaktu-waktu muncul masalah, Tim TRC Sijunjung siap turun ke lapangan, kapan saja,” tegas Benny.
Kalaksa BPBD Sijunjung, Henri Chaniago menuturkan, sesuai data, daerah rawan bencana tersebar di sejumlah kawasan, dan itu ada di tiap kecamatan. Seperti rawan longsor dan pohon tumbang, terparah adalah ruas jalan dari Nagari Muaro-Nagari Silokek dan Duriangadang.
Kemudian ruas jalan Airangek - Paru, jalan utama menuju Lubuktarok, Kumanis, serta sejumlah titik Jalansum dari arah Tanah Badantung - Kiliranjao.
Sementara bencana banjir yakni ancaman luapan Batang Kuantan di Silokek Kecamatan Sijunjung, luapan Batang Takuang di Nagari Muarotakung Kecamatan Kamangbaru, serta sebagian daerah di Nagari Kamang, dan daerah Tanjunglolo, Tanjunggadang, Nagari Muaro.
“Bencana pohon tumbang yang materialnya menutup badan jalan kerap terjadi di saat musim hujan. Kadang pada satu kawasan terjadi di tiga titik,” tegasnya.
Menghindari adanya korban jiwa, Henri Chaniago menghimbau para warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya. Terutama bagi warga yang memiliki rumah di kaki tebing bukit, di tepi aliran sungai, dan area-area yang terdapat pohon besar. (atn)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


