Melirik Kinerja PT BPR Muaro Bodi: Kredit Tumbuh 1,82%, Laba Tumbuh 11,74%


Laporan—Two Efly, Sijunjung
Banyak cara yang dapat ditempuh dalam upaya memaksimalkan pendapatan dan laba. Ada yang bertumpu pada pertumbuhan asset dan kredit, dan ada pula yang lebih menekankan pada pengendalian biaya dengan terus memaksimalkan kualitas aktiva produktifnya. Tahun 2023, PT BPR Muaro Bodi lebih memilih opsi pengendalian biaya dan kualitas kredit telah memberikan dampak pada pendapatan operasional dan laba.
"Alhamdulillah tahun buku 2023 kita masih bisa meningkatkan laba usaha. Total Asset tercatat Rp17,9 Miliar, realisasi Kredit sebesar Rp10,1 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp9,9 Miliar dan laba bersih usaha sebanyak Rp409 Juta atau tumbuh 11,74 persen secara year on year," ujar Direktur Utama PT BPR Muaro Bodi, Eli Miyanti SE kepada Padang Ekspres, Senin (1/4/2024).
Menurut Eli Miyanti, secara kinerja kita memang lebih menfokuskan kinerja tahun 2023 untuk memaksimalkan kualitas aktiva produktif. Beberapa fokus kinerja adalah pengendalian biaya dan peningkatan kualitas kredit. Harapannya dari pengendalian biaya dan kualitas kredit ini pendapatan dapat ditingkatkan.
Asset dan Dana
Dari audit yang dilakukan per 31 Desember 2023 tercatat total asset PT BPR Muaro Bodi sebanyak Rp17,9 Miliar. Total asset sebanyak Rp17,9 Miliar ini dikontribusi oleh realisasi Kredit dan Dana Pihak Ketiga serta equitas yang ditanamkan.
Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2023 tercatat sebanyak Rp9,9 Miliar. Dana Pihak Ketiga ini terdiri dari dana tabungan sebanyak Rp7,3 Miliar dan dana deposito sebesar Rp2,6 Miliar.
"Untuk dana, kita memang lebih memaksimalkan dana tabungan. Langkah ini kita tempuh sebagai upaya meminimalisir cost of fund," ucap Eli.
Kredit dan Pendapatan
Sedikit berbeda dengan treasury, realisasi Kredit PT BPR Muaro Bodi tahun 2023 justeru bertumbuh. Sampai akhir tahun 2023 tercatat total kredit yang disalurkan sebanyak Rp10,04 Miliar. Realisasi kredit ini bertumbuh 1,82 persen dibandingkan realisasi kredit tahun 2022 yang lalu.
Walau kredit tumbuh singel digit namun pendapatan bunga dan operasional justru mampu tumbuh double digit. Per 31 Desember 2023 pendapatan bunga kontraktual sebanyak Rp 2,4 Miliar atau tumbuh 10,59 persen secara year on year. Sementara itu oendapatan lainnya tercatat sebanyak Rp43 juta.
"Total Pendapatan Operasional (PO) yang mampu kita bukukan selama tahun 2023 tercatat sebanyak Rp 2,4 Miliar. Pendapatan operasional ini tumbuh 5,17 persen secara year on year," ujarnya.
BOPO dan Laba
Pengendalian biaya yang menjadi fokus kinerja ditahun 2023 berdampak besar pada ratio Biaya Operasional berbanding Pedapatan Operasional (BOPO). Per 31 Desember 2023 tercatat ratio BOPO sebesar 81,27 persen. Realisasi BOPO ini terbilang sangat bagus.
"Kredit yang bertumbuh, biaya yang terkendali dan Pendapatan Operasional yang meningkat inilah memberikan dampak positif pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp366 juta di tahun 2022 naik menjadi Rp 409 Juta di tahun 2023 atau bertumbuh 11,74 persen secara year on year," ucap Eli.
Dari data Padang Ekspres tercatat bahwa PT BPR Muaro Bodi merupakan salah satu BPR yang beroperasional di wilayah Kabupaten Sijunjung. BPR yang berada di bawah naungan asosiasi Bank Nagari ini termasuk salah satu BPR yang berkinerja bagus semenjak lima tahun belakangan ini.
"Atas nama manajemen kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Semoga di tahun 2024 ini BPR Muaro Bodi bisa jauh lebih bagus lagi," tukas Eli Miyanti.(***)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

