Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puluhan Rumah Warga di Sijunjung Dihantam Banjir

N
Penulis: Novitri Selvia❯

PORAK-PORANDA: Rumah warga Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan usai disapu banjir bandang, Jumat (3/5).(YULICEF ANTONI/PADEK)
PORAK-PORANDA: Rumah warga Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan usai disapu banjir bandang, Jumat (3/5).(YULICEF ANTONI/PADEK)
Kabupaten Sijunjung kembaki didera bencana. Kali ini, giliran puluhan rumah penduduk di Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan disapu banjir bandang hingga ratusan warga terpaksa diungsikan ke titik aman, Jumat (3/5) malam. 


Advertisement

Situasi menjadi kian tak kondusif lantaran pada saat kejadian aliran listrik mati total mencapai lebih lima jam, jaringan pipa PDAM terputus, teriakkan dan pekikan minta tolong warga pecah di mana-mana. Sebahagian lainnya hilir-mudik dan berlarian tak tentu arah.

Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan ada mencapai diatas 4 meter hingga rumah-rumah warga hanya terlihat sisi atap saja. 
Informasi dari para warga setempat, luapan air bah datang secara tiba-tiba tanpa aba-aba sekira pukul 21.30 Wib, berarus deras, bersamaan dengan turunnya hujan lebat mengguyur seantereo Sijunjung sejak selepas waktu Magrib, Jumat (3/5). 

Fonomena hujan lebat tanpa henti memicu meluapnya aliran sungai Batang Piruko yang terdapat diJorong Guguk Tinggi, Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Sijunjung. Air keruh pekat turut membawa berbagai material potongan kayu, batu, serta sampah.

Advertisement

Data dari BPBD Kabupaten Sijunjung jumlah kawasan terendam banjir sebanyak 3 jorong, dengan total rumah terkena dampak sebanyak 98 unit, 147 Kepala Keluarga (KK). Yakni Jorong Kapalo Koto, Jorong Guguk Tinggi, dan Jorong Simancung.

Banjir tak hanya melanda pemukiman warga, namun juga menyapu puluhan hektar area pesawahan aktif garapan penduduk setempat. 
Begitu masuk laporan, Tin Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sijunjung terlihat terjun ke lokasi bencana memberikan bantuan diikuti proses evakuasi bagi para warga yang masih terjebak dalam rumah nahas. 

Sekretaris BPBD Sijunjung Syatria Zali menyebutkan, bencana kali ini termasuk yang terparah, bahkan ketinggian air di beberapa tempat ada mencapai lebih dari 4 meter. Terutama yang terdapat bantaran Sungai Batang Piruko, serta posisi bangunan di tempat rendah.

Advertisement

Karena datang begitu cepat dengan debit air besar menjadikan para warga tak dapat berbuat banyak untuk menyelamatkan harta benda dari dalam rumah. Termasuk hewan ternak/piaran warga. “Begitu masuk laporan warga, Tim BPBD Sijunjung langsung turun ke lokasi seraya membawa berbagan peralatan yang dibutuhkan,” ujar Satria Zali. 

Atas musibah tersebut Tim BPBD Sijunjung beraama sejumlah instansi terkait juga menyalurkan logistik bagi warga yang menjadi korban, serta mendirikan posko dapur umum bekerjasama dengan dengan Pemerintahan Nagari.

Terpisah, Wali Nagari Padang Sibusuk Afrizal menyebutkan, selain Nagari Padang Sibusuk, banjir bandang juga melanda dua Jorong di Nagari Pamuatan Kecamatan Kupitan. Dmana sebanyak 17 rumah warga atau 15 KK jadi korban terdampak. 

Ditambah 1 unit Surau dan 1 unit bengkel ikut terendam filanyau luapan air bah dari aliran Batang Piruko. Kemudian 3 unit jembatan gantung, dengan kondisj 1 unit putus, 2 unit sling skor angin putus.
“Memang betul itiu. Luapan banjir kali ini tercatat cukup mengerikan sejak 10 tahun terakhir,” ujar Wali Nagari Afrizal.

Banjir di Perumahan Karya Darma 

Selain Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, bencana banjir juga merendam puluhan rumah di Komplek Perumahan Karya Darma II Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijinjung. Dipicu oleh luapan bandar utama pembuangan yang terdapat di komplek Karya Darma II.

Seorang tokoh warga Muslim, 45, menuturkan luapan banjir di Komplek Karya Darma II juga yang terparah, dengan ketinggian air dalam rumah ada mencapai selutut orang dewasa. Diungkapkannyan bencana banjir di Komplek Perumahan Karya Darma tidak hanya terjadi kali ini saja, melainkan itu banjir berulang yang kesekian kalinya. Bahkan karena tingginya curah hujan kurun waktu sebulan bisa terjadi tiga kali. 

“Kami betul-betul sudah frustasi, setiap kali turun hujan lebat rumah kami selalu kebanjiran. Sampai-sampai para warga tak berani lagi menaruh tikar dan segala perabotan di lantai karena ujung-ujingnua hanya akan terendam banjir,” ungkapnya. 

Puluhan warga lainnya yang langganan kena banjir tiap musim hujan membiarkan rumahnya kosong melompong setelah sebelumnya segala perabotan dan barang-barang elektronik rusak/hancur direndam air. Solusinya yakni bandar utama pembuangan drainase harus dibongkat untuk diperlebar, diperdalam, supaya mampu menampung dan mengendalikan debit air besar.

Di mana bandar tersebut secara fungsinya sekaligus menjadi bandar utama pembuangan dari tiga komplek perumahan, yakni perunahan Ipuh Permai, Karya Darma I, serta Perumahan Maksima. “Harusnya lebarnya minimal 2 meter, namun kini tak sampai 1 meter. Sementara fasilitas ini berfungsi menampung luaoan air dari 4 komplek perumahan. Solusinya harus diperlebar, diperlebar,” pungkasnya. (atn)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Padang, 498 Jiwa Terdampak dan 672 Warga Mengungsi

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Padang, 498 Jiwa Terdampak dan 672 Warga Mengungsi

Banjir melanda tiga kecamatan di Kota Padang akibat hujan deras. BPBD mencatat 498 jiwa terdampak dan 672 warga mengungsi hingga Minggu.

Catatan Penting tentang Banjir di Kota Padang: Padang Darurat Banjir, Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Catatan Penting tentang Banjir di Kota Padang: Padang Darurat Banjir, Jangan Tunggu Korban Berikutnya

Padang darurat banjir. Perlu penanganan terpadu, perbaikan drainase, normalisasi sungai, dan kolaborasi semua pihak.

Rumah Dipenuhi Lumpur dan Jembatan Roboh, Banjir di Guo Kuranji Padang Terdampak pada Puluhan KK

Rumah Dipenuhi Lumpur dan Jembatan Roboh, Banjir di Guo Kuranji Padang Terdampak pada Puluhan KK

Banjir melanda Kampung Guo, Kuranji, Padang akibat hujan ekstrem, merendam puluhan rumah dan merobohkan jembatan, berdampak pada 50 KK dan 140 jiwa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer