Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Paslon Bro Vs HM Bersaing Ketat di Sijunjung

Y
Penulis: Yulicef Anthony❯

Paslon Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir-Iraddatillah (No Urut 1) dan Hendri Susanto-Mukhlis (No Urut 2).
Paslon Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir-Iraddatillah (No Urut 1) dan Hendri Susanto-Mukhlis (No Urut 2).
PADEK.JAWAPOS.COM—Paslon Bupati Sijunjung Hendri Susanto - Mukhlis (No Urut 2) versus Benny Dwifa Yuswir - Iraddatillah (No Urut 1) terus bermanuver ke bawah dan berupaya saling salip, Rabu (30/10).  Satu sama lain dinilai punya nilai lebih dengan mengusung segudang rencana untuk kemajuan daerah.


Advertisement

Lumbung suara yang menjadi rebutan yakni kawasan Kamangbaru, Sijunjung, Koto VII, dan Sumpurkudus. Kawasan ini berpenduduk terbesar sehingga membawa pengaruh besar guna meraih kemenangan bagi kedua paslon. Tak pelak berbagai strategi terus dilancarkan masing-masing paslon guna mendongkrak popularitasnya di sana.

Paslon Benny Dwifa Yuswir - Iraddatilah (Bro) selaku pasangan petahana mengedepankan konsep lanjutkan program pembangunan.  Sementara Paslon Hendri Susanto - Mukhkis (HM) mengusung konsep perubahan karena selama ini jalannyai program pembangunan dinilai belum berjalan sesuai harapan. Hal ini ditandai dengan masih banyaknya ditemui jalan buruk di nagari-nagari, bahkan jalan antarkecamatan.

Sejatinya Kabupaten Sijunjung masih banyak PR besar yang harus dituntaskan baik bidang fisik maupun non fisik. Maka itu Kabupaten Sijunjung membutuhkan sosok pemimpin yang mumpuni, andal, serta mampu menjawab berbagai persoalan yang terjadi dengan APBD hingga APBN.

Advertisement

Seorang aktivis sosial dan pemerhati politik Kabupaten Sijunjung, Bambang Wahyu Samada, mengungkapkan kedua paslon yang berlaga dalam kontestasi Pilkada 2024 adalah putra terbaik Kabupaten Sijunjung, tinggal lagi bagaimana masyarakat bijak menentukan pilihan mana yang lebih baik. Demi melahirkan pemimpin hebat masyarakat harus mengikuti proses demokrasi secara sehat, berkualitas.

Jangan melakukan politik hitam (black campaign), bersifat pragmatis, apalagi sampai menebar fitnah, isu sara, dan pembusukan-pembusukan yang menyulut perpecahan/adu domba. Sebab sasaran akhir Pilkada adalah memilih pemimpin daerah secara menyeluruh, bukan pemimpin sekelompok orang maupun golongan.

Tak kalah pentingnya lagi jangan sampai muncul aksi politik uang alias money politik. Sebab ini sebuah budaya buruk yang merusak demokrasi hingga harus diperangi bersama.

Advertisement

"Saya melihat kedua paslon bupati Sijunjung khususnya hingga saat ini sama kuat, bargaining. Satu-sama lain punya nilai lebih, keunggulan," ujarnya.

Berbagai persoalan mengapung

Berbagai persoalan menjadi bahan gorengan dalam kontestasi Pilkada 2024. Salah-satunya adalah masalah jalan rusak, sehingga para calon bupati - wakil bupati dituntut mampu menyikapi secara bijak.

Atas hal ini para calon bupati (Cabup) - wakil bupati (Cawabup) dalam safari politiknya pun memaparkan program dan terobosan yang akan dilkukan di hadapan masyarakat. Bagaimana persoalan tersebut dapat segera diselesaikan, apapun caranya.

Sebagaimana diketahui sejumlah ruas jalan saat ini mengalami kerusakan di sejumlah nagari, bahkan ada berlubang-lubang.  Baik yang menghubungkan suatu nagari dengan nagari lainnya , serta antar kecamatan. Pemicunya adalah akibat faktor usia dan bencana alam.

Kerusakan infrastruktur jalan akhir-akhir ini cukup menyusahkan warga, serta mengganggu kelancaran roda perekonomian masyarakat, dan daerah.

Aktivis muda Kabupaten Sijunjung Indra Jaya mengungkapkan, peroalan jalan buruk cukup menjadi isu strategis dalam pilkada 2024. Maka itu para Calon Bupati - Wakil Bupati Sijunjung harus menyikapinya, serta berupaya meyakinkan masyarakat bisa menyelesaikannya.

Yakni melalui program-program secara tepat yang kemudian dituangkan kedalam rencana pembangunan daerah melalui alokasi APBD hingga bantuan APBD Provinsi, APBN. Sehingga masyarakat optimis kemajuan daerah kelak bisa terwujud, bukan sekadar janji-janji.

"Ini menjadi PR beaar bagi pasangan Calon Bupati - Wakil Bupati Sijunjung. Bila dicermati, isu tersebut memang benar adanya," ujar Indra.

Isu jalan rusak akhir-akhir ini mencuat di media sosial (medsos) seperti fecebook oleh sejumlah akun pribadi maupun akun group masyarakat. Mereka menyuarakan gerakan perubahan karena banyaknya jalan buruk yang belum tertangani oleh pemerintah daerah. Di antaranya adalah ruas jalan kawasan Sumpurkudus, dan Mundam Sakti,  Nagari Lubuktarok.

Atas isu ini, aksi saling serang dan saling bela antartim pendukung pun tidak terelakkan. Bahkan di antaranya menyatakan kritikan cukup pedas.

Mantan Ketua KPU Sijunjung Lindo Karsyah tidak menampik elektabilitas Paslon Bupati Sijunjung saling kejar, saling salip. Sehingga keduanya terpantau cukup bersaing ketat. Melihat fenonena ini pihak pihak terkait mesti berkeja ekstra mengawal situasi agar tetap kondusif.

"Kabupaten Sijunjung hanya memiliki dua pasangan calon, sehingga percaturan politik terasa cukup panas, keduanya sama-sama memiliki masa pendukung kuat. Hendaknya situasi politik tetap berjalan kondusif sampai hari H pencoblosan (27 November mendatang) dengan menjunjung tinggi asas pilkada badunsanak," tegas Lindo. (atn)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer