Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Sumpurkudus masih Fokus Bersih-bersih

YS
BERBENAH BERSAMA: Warga di Jorong Kototangah, Nagari Silantai, Kecamatan Sumpurkudus, Kabupaten Sijunjung membersihkan material sisa banjir di area pemukiman mereka masingmasing.(ARIF UNTUK PADEK)
BERBENAH BERSAMA: Warga di Jorong Kototangah, Nagari Silantai, Kecamatan Sumpurkudus, Kabupaten Sijunjung membersihkan material sisa banjir di area pemukiman mereka masingmasing.(ARIF UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Memasuki hari kedua pasca banjir bandang Sumpurkudus, Kabupaten Sijunjung, ratusan warga masih berjibaku melakukan pembersihan area pekarangan, kemarin. Ketinggian lumpur dalam rumah ada yang mencapai 70 cm.


Advertisement

Material potongan kayu dan batu besar pun berserakan di mana-mana. Dalam melakukan aksi bersih-bersih juga tak jarang warga merasa putus asa, karena selain pemukiman dipenuhi sisa-sisa material banjir, area pertanian masyarakat sebagai sumber perekonomian keluarga turut mengalami kerusakan parah.

Untuk dapat kembali digarap, harus dilakukan rekonstuksi total yang membutuhkan biaya besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung mencatat, banjir bandang Sumpurkudus pada Senin (11/11) malam berdampak pada enam nagari.

Meliputi Manganti, Sumpurkudus, Sumpurkudus Selatan, Sisawah, Unggan, Silantai, dengan kondisi terparah dialami Nagari Silantai dan Unggan. Dilaporkan satu unit rumah beserta isinya milik warga di Nagari Manganti hilang dibawa arus.  Dua aliran sungai meluap hebat, yakni Batang Unggan dan Batang Sumpu.

Advertisement

Salah-seorang warga Nagari Silantai, Hendri, 45, menyebut, rumahnya ikut diterjang banjir bandang pada hari nahas tersebut dan pihaknya bahkan tidak punya waktu untuk menyelamatkan harta berda dalam rumah, kecuali fokus mengevakuasi anggota kluarga ke titik aman.

Alhasil semua perkakas dan perabotan dalam rumah berserakan, berantakan, serta diantaranya hilang dibawa arus. Kediamannya kebetulan berada tidak jauh dari aliran Batang Unggan, tepatnya Jorong Kototangah, Nagari Silantai.

Sehingga luapan air bah cepat naik merendam area rumahnya. Demikian pula dengan rumah-rumah warga lainnya turut mengalami nasib serupa terkena sapuan air bah. Dalam pada itu jaringan listrik padam pula.

Advertisement

“Awalnya saya kira hanya berupa banjir biasa, namun ternyata sungguh parah,” ujarnya disela melakukan pembersihan sisa-sisa material menggunakan air kran dalam rumahnya. 

Dia mengaku kewalahan karena yang dibersihkan tidak hanya berupa tumpukan lumpur dan pasir yang terbawa arus, namun juga potongan-potongan kayu dan sampah-sampah.

Ditambah perkakas dan perabotan berserakan di mana-mana hingga harus dipilah mana yang masih bisa dipakai atau tidak. Bapak tiga anak ini sudah dua hari bekerja ekstra membersihkan rumah dan anak-anaknya belum bisa bersekolah karena buku-buku dan pakaian seragam juga hanyut tersapu air. 

Hal senada diungkapkan Feri S, 52, warga Nagari Silantai. Banjir bandang kali ini selain merendam rumah juga menyisakan masalah besar, yakni masalah dampak lingkungan. Di mana material yang menumpuk sisa air bah berserakan di mana-mana. 

Untuk membersihkannya dipastikan akan memakan waktu berhari-hari dan itu dibutuhkan armada mobil guna membuang sampah. Seiring dengan itu kerusakan bangunan rumah di beberapa sisi mesti segera diperbaiki. 

“Jujur, dalam situasi seperti sekarang tak jelas apa yang harus dikerjakan, semuanya berantakan, sampah-sampah bahkan menumuk di dalam rumah,” tukasnya.

Camat Sumpurkudus Feri Yurnalis menyatakan, pihaknya bersama tim gabungan BPBD, Damkar, PUPR, Polri, TNI, masih berjibaku membatu warga di lokasi bencana. Setelah sebelumnya disalurkan bantuan logistik bahan makanan ke runah-rumah warga terdampak.

Aktivitas ekonomi warga lumpuh. 

Mengingat aktivitas warga masih belum kondusif Pemkab Sijunjung telah mendirikan dapur umum di masing-masing nagari terdampak, diikuti pendistribusian air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

”Sampai hari ini saya masih stanby membantu warga di lapangan. Semoga sekitar tiga sampai empat hari kedepan situasi dapat segera pulih,” ujar Feri Yusnalis. 

Tak kalah pentingnya lagi lingkungan kumuh pasca banjir dikhawatirkan dapat memicu ancaman penyakit, seperti di antaranya demam berdarah dan diare. Maka itu tim terpadu berupaya bekerja secara esktra di lapangan. 

Berdasarkan data sementara BPBD Sijunjung, jumlah KK terdampak banjir bandang meliputi, Nagari Unggan 160 kk (640 jiwa), Silantai  146  KK (584 jiwa), Sumpur kudus 80 KK (320 jiwa), Sumpurkudus Selatan 50 KK (200 jiwa), Manganti 65 KK (195 jiwa), serta Nagari Sisawah 150 KK (600 jiwa).

2.830 Kg Beras Disalurkan

Pemprov Sumbar melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar menyalurkan bantuan beras sebanyak 2.830 kilogram (kg) untuk warga terdampak bencana banjir di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Selasa (12/11).

Hingga saat ini, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mendata kebutuhan logistik lain yang diperlukan warga.

Bantuan tersebut diserahkan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Kabid Linjamsos) Dinsos Sumbar Jhonneri dan diterima langsung oleh Pj Bupati Sijunjung Maifrizon di Halaman Kantor Bupati Sijunjung.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Sekda Kabupaten Sijunjung, Kepala Dinsos Sijunjung, dan Kalaksa BPBD Kabupaten Sijunjung.

“Berdasarkan arahan dari Bapak Plt Gubernur dan Kepala Dinas Sosial Sumbar, kita langsung merespons kejadian bencana banjir di Sumpurkudus dengan menyalurkan bantuan 2,8 ton beras, bersumber dari stok beras reguler pengadaan Kementerian Sosial yang tersimpan di Gudang Bulog Sijunjung,” ujar Jhonneri.

Penyaluran beras tersebut, katanya, akan dilakukan Pemkab Sijunjung untuk warga terdampak di enam nagari di Sumpurkudus.

“Hingga saat ini, kita terus berkoordinasi dengan Pemkab Sijunjung dan Kemensos, terkait kebutuhan logistik lain. Untuk sementara, ada ratusan KK yang terdampak oleh kejadian banjir kali ini. Selain itu Anggota Tagana terus bersiaga di titik-titik lokasi kejadian banjir sembari menunggu arahan,” ujarnya.

Pj Bupati Sijunjung Maifrizon menyatakan, sangat berterima kasih atas penyaluran bantuan beras bagi warga terdampak banjir. Bantuan tersebut sangat dinantikan warga mengingat cukup besarnya dampak dari kejadian banjir yang melanda kawasan permukiman warga di enam nagari di kabupaten tersebut.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sijunjung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan beras yang disalurkan oleh Pemprov Sumbar untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Sumpur Kudus,” ucap Maifrizon. (atn/cr1)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Terdampak Banjir Bandang di Lambung Bukit Dapat Dukungan Usaha dari Program BMN

Warga Terdampak Banjir Bandang di Lambung Bukit Dapat Dukungan Usaha dari Program BMN

Sembilan warga terdampak banjir bandang di Lambung Bukit mendapat dukungan budidaya ayam kampung petelur melalui Program BMN 2026.

Ketika Trauma Banjir Bandang November 2025 Terulang: Keluarga Bertahan di Loteng Selama 1,5 Jam

Ketika Trauma Banjir Bandang November 2025 Terulang: Keluarga Bertahan di Loteng Selama 1,5 Jam

Trauma banjir bandang November 2025 kembali dirasakan Wiwi Eka Putri dan keluarganya di Kampung Apa, Koto Tangah, Padang.

Bank Nagari Salurkan 400 Bantuan Makanan pada Warga Terdampak Banjir di Koto Tangah dan Kuranji

Bank Nagari Salurkan 400 Bantuan Makanan pada Warga Terdampak Banjir di Koto Tangah dan Kuranji

Bank Nagari menyalurkan 400 paket makanan dan minuman untuk korban banjir bandang di Koto Tangah dan Kuranji, Kota Padang, pada Sabtu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer