
PADEK.JAWAPOS.COM-Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Sijunjung dalam tiga hari terakhir. Kali ini, angin puting beliung menerjang Jorong Padangbasiku, Nagari Kenagarian Lubuktarok, menyebabkan kerusakan parah pada empat rumah warga Kamis (19/12).
Kerusakan parah ini disebabkan oleh pohon tumbang yang menimpa rumah-rumah tersebut. Beruntung, warga yang berada di dalam rumah berhasil melarikan diri ke tempat aman dan terhindar dari cedera. Setelah situasi berangsur kondusif, warga bersama-sama mengevakuasi pohon-pohon tumbang.
Masyarakat setempat mengatakan bahwa bencana ini diawali oleh hujan deras disertai angin kencang sekitar pukul 17.00, yang kemudian diikuti oleh angin puting beliung yang cukup dahsyat.
Angin ini menyebabkan pohon-pohon besar dan pohon kelapa roboh, memicu kepanikan warga dengan suara pekikan histeris bersahutan.
Kawasan yang paling parah terdampak adalah Jorong Padangbasiku, Kenagarian Lubuktarok, Kecamatan Lubuktarok, di mana banyak pohon tumbang. Hingga berita ini dilaporkan, ratusan warga di Jorong Padangbasiku masih ketakutan terhadap kemungkinan puting beliung susulan.
Selain merusak rumah penduduk, banyak tiang dan kabel listrik juga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon, menyebabkan pemadaman listrik selama berjam-jam.
Wali Nagari Lubuktarok, Zuriatman, menyebutkan bahwa empat rumah warga mengalami kerusakan berat akibat bencana ini dan tidak dapat ditempati, sehingga membutuhkan penanganan darurat. Apalagi, curah hujan di kawasan Lubuktarok masih tinggi.
Menanggapi bencana ini, warga bersama Tim BPBD Sijunjung datang ke lokasi untuk membantu mengevakuasi pohon-pohon tumbang dengan menggunakan mesin gergaji dan peralatan manual lainnya. “Angin puting beliung datang tiba-tiba dan sangat mengerikan,” ujar Zuriatman.
Rumah-rumah yang rusak tercatat milik Ria (Kepala Jorong Padangbasiku), Yamali Darma, Ermi Yanti, dan Yusri Yensi. Kerugian materi sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kalaksa BPBD Kabupaten Sijunjung, Henri Chaniago, menyatakan sedang berupaya melakukan penanganan di lapangan. Beberapa petugas BPBD terus berkoordinasi untuk memastikan peralatan apa saja yang harus dikirim ke lokasi bencana.
“Selain penanganan darurat, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perkim LH,” pungkas Henri Chaniago.(atn)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


