Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prosesi Peresmian Mushalla Tertinggi di Sumatera

p
Penulis: padek❯
Photo
Photo

Tepat pukul 10.15 WIB, Minggu (14/2/2021), MUsholla (begitu penulisan namanya, red) di Gunung Talang diresmikan penggunaannya oleh Rektor Unand, Prof. Yuliandri. Peresmian dilakukan secara virtual menggunakan zoom meeting yang diikuti banyak orang.


“Saya terharu dan bangga sekali kepada Mapala Unand (MU) yang telah menggagas dan mewujudkan tempat ibadah yang nilai spritualnya lebih bermakna bagi para pendaki gunung ini. Kami apresiasi atas kerja ini dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya MUsholla tersebut,” ungkap Yuliandri melalui zoom yang juga diikuti Wakil Rektor III Unand, Ir. Insannul Kamil, Ph.D, IPM, Asean.Eng, mantan Rektor Univ. Bung Hatta, Prof. Niki Lukviarman, MBA, DBA yang juga salah satu pendiri Mapala Unand.


Dalam zoom meeting yang terhubung langsung ke lokasi pembangunan MUsholla itu, Wali Nagari Aia Batumbuak, Yuneldi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh MU dalam mengembangkan destinasi wisata pendakian gunung di nagarinya. Dia mengimbau para pendaki agar dapat menggunakan MUsholla ini sebaik-baiknya untuk beribadah.


Pembina MU, Dr. Wilson Noverino, M.Si yang turut melakukan pendakian dan membangun MUsholla ini di lapangan melaporkan, tempat ibadah tertinggi di Pulau Sumatera ini, memiliki luas 2,4 x 3,5 m.


“Dibuat dari bahan rangka baja, bergenteng metal, berlantai papan vinyl. Berdiri persis di mulut alun-alun Gunung Talang yang kerap disebut "lapangan bola" di ketinggian 2.500-an mdpl. Beberapa ratus meter menjelang puncak gunung berketinggian 2.597 mdpl ini. Jalur pendakiannya dari Aia Batumbuak, Kabupaten Solok,” paparnya.




Photo
Photo
Pembangunan mushalla dilakukan siang dan malam.

Dikatakan, MUsholla ini dikelilingi hamparan bunga edelweiss. Sementara untuk, berwudhu’ sudah dicarikan sumber air yang baru. Sehingga kebersihannya tetap terjamin.


Pendirian MUsholla ini, diinisiasi sejak Desember 2020 lalu melalui cerita lepas antar anggota MU yang kemudian dieksekusi. Pembiayaannya berawal dari donasi internal, yang kemudian mendapat sumbangan pula dari donatur lainnya. Seluruh bahan dirakit di Padang dan dipasang ulang di Gunung Talang.


“Dalam pembangunannya, kami didukung penuh Pokdarwis Kampwuang Aia Batumbuak, Satgas Bencana Kotopanjang Sijunjung yang me-loading material sampai ke atas. Termasuk dari warga desa terakhir yang dipimpin Ruslan, serta pendaki lainnya dari berbagai daerah. Sekali lagi kami berterima kasih,” ucap Wilson.


MU berniat bangunan tempat ibadah serupa, bisa dibangun di gunung-gunung lainnya yang ada di Sumbar. Dan itu tergantung pada ketersediaan waktu, dana dan material. (rel)


Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Diduga Rem Blong di Tanjakan Solok-Padang, Truk Hantam Gerobak dan Rumah hingga Terbalik

Diduga Rem Blong di Tanjakan Solok-Padang, Truk Hantam Gerobak dan Rumah hingga Terbalik

Truk rem blong di Solok saat melintasi tanjakan, mundur menghantam tiga gerobak, truk lain, teras rumah, lalu terbalik.

Usai Galodo Arosuka, WALHI Desak Evaluasi Tata Ruang dan Pemulihan Hulu Gunung Talang

Usai Galodo Arosuka, WALHI Desak Evaluasi Tata Ruang dan Pemulihan Hulu Gunung Talang

WALHI Sumbar mendesak evaluasi tata ruang dan pemulihan hulu Gunung Talang setelah galodo Arosuka menyoroti risiko ekologis kawasan.

BMKG Masih Peringatkan Hujan Lebat, Gunung Talang Masuk Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG Masih Peringatkan Hujan Lebat, Gunung Talang Masuk Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG masih memperingatkan potensi hujan lebat di Sumbar, termasuk Gunung Talang, setelah galodo menerjang Arosuka pada Senin malam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer