Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Status Gunung Talang Turun ke Level I Normal, Aktivitas Vulkanik Menurun

Dila Kartika Sari
Penulis: Dila Kartika Sari❯

Status Gunung Talang Sumatera Barat kembali Normal Level I setelah evaluasi PVMBG, gempa vulkanik menurun, masyarakat diminta patuhi larangan radius kawah. (Foto: Tandri Eka Putra/Padeks)
Status Gunung Talang Sumatera Barat kembali Normal Level I setelah evaluasi PVMBG, gempa vulkanik menurun, masyarakat diminta patuhi larangan radius kawah. (Foto: Tandri Eka Putra/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Status Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, resmi diturunkan dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal) mulai 19 Januari 2026 pukul 10.00 WIB.


Advertisement

Penurunan status tersebut diumumkan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam Laporan Khusus Nomor 113.Lap/GL.03/BGL/2026, tertanggal 22 Januari 2026.

Pengamat Gunung Api Talang, Seprius, menyampaikan bahwa kondisi aktivitas gunung api telah kembali stabil.

“Saat ini status Gunung Talang sudah turun ke Level I Normal sejak 19 Januari kemarin,” kata Seprius.

Advertisement

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan penurunan status didasarkan pada evaluasi visual, kegempaan, dan deformasi gunung api.

Ia menyebutkan, gempa Vulkanik Dalam (VT) yang meningkat sejak September 2024 hingga Desember 2025 kini mengalami penurunan signifikan.

“Pada periode 1–15 Januari 2026, gempa Vulkanik Dalam tercatat hanya 0–5 kejadian per hari, menunjukkan suplai magma dari kedalaman mulai berkurang,” ujar Lana Saria dalam keterangan resmi Kementerian ESDM.

Advertisement

Hasil pengamatan visual dari Pos Pengamatan Gunung Talang di Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada kawah.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan tinggi berkisar 10–50 meter di atas puncak.

Gunung Talang merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat yang berada di zona Sesar Besar Sumatera, tepatnya pada Segmen Sumani dan Segmen Suliti.

Meski berstatus normal, Badan Geologi tetap melarang masyarakat dan wisatawan mendekati atau bermalam di sekitar Kawah Utama dan Kawah Selatan dalam radius 500 meter.

Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi longsor di area Kawah Selatan.

Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai informasi erupsi yang tidak bersumber dari instansi resmi.

Pemerintah daerah dan BPBD setempat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Talang untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api.

Sebelumnya, Gunung Talang sempat dinaikkan statusnya dari Level I Normal ke Level II Waspada berdasarkan Laporan Khusus Kementerian ESDM Nomor 176/GL.03/BGL/2025.(CR8)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Diduga Rem Blong di Tanjakan Solok-Padang, Truk Hantam Gerobak dan Rumah hingga Terbalik

Diduga Rem Blong di Tanjakan Solok-Padang, Truk Hantam Gerobak dan Rumah hingga Terbalik

Truk rem blong di Solok saat melintasi tanjakan, mundur menghantam tiga gerobak, truk lain, teras rumah, lalu terbalik.

Usai Galodo Arosuka, WALHI Desak Evaluasi Tata Ruang dan Pemulihan Hulu Gunung Talang

Usai Galodo Arosuka, WALHI Desak Evaluasi Tata Ruang dan Pemulihan Hulu Gunung Talang

WALHI Sumbar mendesak evaluasi tata ruang dan pemulihan hulu Gunung Talang setelah galodo Arosuka menyoroti risiko ekologis kawasan.

BMKG Masih Peringatkan Hujan Lebat, Gunung Talang Masuk Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG Masih Peringatkan Hujan Lebat, Gunung Talang Masuk Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG masih memperingatkan potensi hujan lebat di Sumbar, termasuk Gunung Talang, setelah galodo menerjang Arosuka pada Senin malam.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer