Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Bukittinggi Jalankan Program Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok

Dila Kartika Sari • Minggu, 15 Maret 2026 | 10:58 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM–Perguruan tinggi semakin aktif berperan dalam upaya pemulihan wilayah pascabencana melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Salah satu contohnya ditunjukkan oleh mahasiswa dari STKIP Ahlussunnah Bukittinggi yang berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Peran Mahasiswa Berdampak dalam Pemulihan Pascabencana Longsor untuk Peningkatan Sosial dan Ekonomi Masyarakat di Nagari Gantung Ciri.” Kegiatan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 28 Januari hingga 26 Februari 2026, di Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Kegiatan ini difokuskan pada tiga wilayah yang paling terdampak bencana longsor, yakni Jorong Kampung Baru, Jorong Kapalo Koto, dan Jorong Pinang Sinawa. Sekitar 50 mahasiswa diterjunkan ke lapangan untuk menjalankan berbagai program sosial, edukasi mitigasi bencana, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua tim pelaksana, Hasmi Novianti, mengatakan dukungan dana dari kementerian merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Alhamdulillah, STKIP Ahlussunnah mendapat amanah ini. Ini adalah kehormatan sekaligus kewajiban kami untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hasmi, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa di luar ruang kelas.

“Mahasiswa belajar secara nyata melalui keterlibatan langsung dengan warga, bukan sekadar teori di bangku sekolah,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim mahasiswa juga didampingi oleh sejumlah dosen, yaitu Hasmi Novianti sebagai ketua tim, serta Nisye Frisca Andini dan Melia Roza yang turut mengawal proses kegiatan di lapangan.

Pelaksana Tugas Wali Nagari Gantung Ciri, Zulhendri, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa tersebut. Menurutnya, pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya bergantung pada pemerintah.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris Nagari, Syaltri Marizal, yang mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Nagari Gantung Ciri sebagai lokasi kegiatan.

“Kehadiran mahasiswa sangat berarti, membantu pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana,” ujarnya.

Selama program berlangsung, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan yang bertujuan membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Salah satunya adalah pembagian pupuk kepada warga guna mendukung pemulihan sektor pertanian yang sempat terdampak longsor.

Selain itu, mahasiswa juga menyusun buku literasi bencana yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan. Buku tersebut nantinya akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat, sekolah, serta perangkat nagari. Isinya mencakup panduan mitigasi bencana, data kondisi wilayah, serta strategi penanganan bencana berbasis komunitas.

Upaya peningkatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui pembangunan jalur evakuasi dan peta zona risiko di wilayah rawan longsor. Di sisi lain, mahasiswa turut membantu penanganan darurat dengan membangun tanggul sementara menggunakan metode sandbag damming, yakni karung berisi pasir dan kerikil untuk mengendalikan aliran air dan mencegah potensi banjir.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STKIP Ahlussunnah, Arie Rahma Pandangwangi, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami langsung kondisi masyarakat terdampak bencana.

“Terjun langsung ke lapangan membuka mata kami akan pentingnya peran mahasiswa dalam membantu masyarakat menghadapi dan memulihkan dampak bencana,” ujarnya.

Melalui program ini, STKIP Ahlussunnah berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak longsor, tetapi juga menumbuhkan semangat pengabdian dan kepedulian sosial pada generasi muda. (cr8)

Editor : Adetio Purtama
#Pemulihan Pascabencana #STKIP Ahlussunnah Bukittinggi #solok #longsor