Sudah Banyak yang Tanya Tiket Balap Musim Depan

Penggarapan proyek sirkuit MotoGP, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), (24/11). (JawaPos.com)

Sirkuit dan berbagai fasilitas pendukung terus dikebut. The Mandalika menyajikan panorama bukit dan pantai yang diharapkan bisa menyedot wisatawan. Desa Adat Sade baru saja lewat, tampak dua ekskavator bekerja di salah satu sisi jembatan. Di sisi lainnya, mobil dan kendaraan lain antre untuk melewati jalan. Debu-debu beterbangan di daerah di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang konon ketika musim kemarau sulit menemukan air itu.

Pembangunan tersebut merupakan salah satu upaya dalam memberikan akses ke kawasan The Mandalika yang dikembangkan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Sirkuit MotoGP tengah dikebut untuk diselesaikan.

Untuk itu, jalan menuju tempat tersebut diperlebar dan dihaluskan. Hotel-hotel berbintang memang belum sebanyak di Mataram atau kawasan Senggigi. Memasuki kawasan The Mandalika, terlihat pekerja masih membangun hotel dan pendukung lain. Terlihat baru ada satu hotel di kawasan tersebut yang sudah siap. Beberapa warga membuka homestay dan penginapan kecil.

Jumat itu (20/11) truk-truk besar berderet-deret keluar masuk proyek. Mobil yang membawa Jawa Pos (grup Padang Ekspres) dan rombongan harus berjalan pelan. Selain harus berbagi jalan, ketika masuk kawasan proyek sirkuit MotoGP, jalan belum beraspal.
“Ini kawasan sirkuit MotoGP yang ada sembilan kelokan,” kata Desak Sri, pemandu wisata dari Lombok yang mendampingi rombongan.

Pertanyaan para wisatawan tentang sirkuit tersebut berkali-kali dilontarkan. Desak pun harus memberikan banyak penjelasan. Modalnya adalah artikel di Google dan informasi di grup WhatsApp sesama pemandu wisata.

Oleh Dorna Sports, pengelola MotoGP, Mandalika yang mewakili Indonesia masuk daftar sirkuit cadangan untuk agenda MotoGP 2021. Bersaing dengan Portugal dan Rusia. Persaingan yang tidak mudah. Tapi, Indonesia juga punya pengalaman menggelar balapan motor kelas premier itu semasa masih bernama GP 500. Hanya, di sirkuit yang berbeda di Sentul, Kabupaten Bogor.

Dengan status cadangan itu pun, Desak mengaku beberapa kali mendapatkan pertanyaan dari travel agent koleganya. Tentang apakah ada info terkait penjualan tiket MotoGP tahun depan.

Menurut informasi yang didapatnya, banyak wisatawan yang menanyakan paket tur nonton perlombaan MotoGP. Ramainya permintaan itu pun tengah menjadi diskusi oleh pejabat terkait, meski belum tentu Mandalika kebagian jatah balapan musim depan.

Keberadaan sirkuit MotoGP di The Mandalika juga menjadi kebanggaan dan harapan warga setempat. Sabri, warga di Desa Adat Sade, misalnya, berharap sirkuit tersebut bisa menggenjot jumlah wisatawan yang datang. Apalagi, Sade nantinya menjadi satu jalur ke The Mandalika. “Semoga nanti ramai,” katanya.

Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area III Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bulqis Chairina membenarkan bahwa MotoGP bisa menjadi daya tarik wisata. Tak hanya bagi mereka yang hobi dengan olahraga tersebut. Wisatawan umum juga turut antusias.

Baca Juga:  Pariyanto: SMA Taruna Sumbar Harumkan Nama Daerah di Tingkat Nasional

“Ke depan sirkuit ini diharapkan tak hanya menarik ketika ada balapan, namun juga di luar itu. Untuk itu, ada peluang adanya paket tur melihat sirkuit MotoGP di The Mandalika,” katanya.

Lalu, bagaimana progresnya saat ini? Chief Strategic and Communication Officer Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Happy Harinto juga berharap proyek besar itu berjalan sesuai dengan keinginan semua pihak.

Menurut dia, pembangunan jalan kawasan khusus (JKK) atau street circuit Mandalika terus dikebut. Targetnya pada 2021 selesai dan siap untuk digunakan balapan. Saat ini, pekerja tengah bersiap melakukan pengaspalan.

Pada November lalu, yang dikerjakan adalah pengaspalan di inner service road dan outer service road. Pada bulan sebelumnya, pengaspalan dilakukan di tikungan ke-10. Sirkuit ini ternyata punya 17 tikungan. Hampir dua kali lebih banyak dari yang disampaikan Desak sebelumnya.

Sirkuit ini memang memiliki konsep sirkuit jalan raya dengan panjang lintasan 4,31 kilometer. Maksud sirkuit jalan raya adalah lintasan ini nantinya digunakan untuk aktivitas masyarakat ketika tidak digunakan untuk kebut-kebutan balapan. Meski demikian, tetap harus sesuai dengan kualitas yang ditentukan Federation Internationale de Motocyclisme (FIM).

Pengerjaan lainnya yang dilakukan adalah membangun drainase. Rangkaian drainase ini konon didatangkan dari Jerman. Total ada 52 kontainer yang dikirimkan dari Jerman. “Ditargetkan akhir tahun ini selesai,” katanya.

Nantinya, sirkuit MotoGP Mandalika juga dilengkapi dengan 40 garasi. Sementara kapasitas tempat duduk di grandstand mencapai 50.000 penonton. Untuk penonton yang berdiri, disiapkan dapat menampung 138.000 orang. Sedangkan hospitality suites akan dibangun dengan kapasitas 7.700 pengunjung.

Ketika Jawa Pos melewati area yang ditunjukkan untuk sirkuit MotoGP, belum ada bangunan yang terlihat. Sebagian sisi memang sudah diaspal. Namun, tampaknya ini adalah aspal awal yang harus dilapisi dengan aspal lainnya.

Data yang didapat Jawa Pos, pengerjaan groundwork sudah mencapai 87,5 persen dan ground improvement 97,31 persen. Sementara JKK untuk lapis pengerasan sudah mencapai 23,77 persen.

The Mandalika menyajikan panorama alam berupa bukit dan pantai. Pantai Tanjung Aan, Bukit Merese, serta beberapa tempat wisata lain bisa menjadi jujukan. Keluar dari area sirkuit MotoGP Mandalika, beberapa sarana pendukung mulai berdiri. Misalnya saja SPBU. Restoran dan minimarket juga sudah ada.

Di sekitar Pantai Kuta, Mandalika, yang tak jauh dari sirkuit MotoGP, penataan kawasan juga sudah telihat. Misalnya dengan tidak diperbolehkan mobil dan motor masuk kecuali ada keperluan di hotel atau tempat makan sekitar. Setelah dihantam gempa besar dua tahun lalu, dan kini diuji pandemi Covid-19, pariwisata NTB lesu. Sirkuit MotoGP ini menjadi harapan baru. (*/c17/ttg/jpg)

Previous articleMencuri, Residivis Kembali Ditangkap
Next articleSejumlah Warga Blok C Simalidu Ingin SR Lanjutkan Pembangunan