Wilayah Sumbar masih Berpotensi Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem

Analisis BMKG menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dapat terjadi di wilayah Indonesia beberapa hari ke depan. (Infografis: BMKG)

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil, dapat terjadi beberapa hari ke depan di wilayah Indonesia. Hal itu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi Herizal dalam keterangan resminya di laman resmi BMKG menyebutkan, kondisi tersebut dipicu aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), dan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Jawa bagian barat serta di perairan utara Maluku dan Papua Barat yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin (konvergensi).

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode 1 Mei hingga 3 Mei nanti, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir.

Daerah yang berpotensi tersebut adalah, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Menyikapi itu, Herizal mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lainnya.

Dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.(esg)