Kampus Merdeka, Unand Siapkan SDM dan Teknologi Digital

15

Rektor Universitas Andalas (Unand) Prof Yuliandri mengungkapkan program Kampus Merdeka Belajar dipercepat pelaksanaanya pada masa pandemi Covid-19 ini.

Hal itu disampaikan Prof Yuliandri saat menghadiri Ngobrol Bareng Alumni (Ngobral) yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (Ika Unand) secara virtual, di Barau Coffee, Padang, Kamis (1/7/2021).

Proses berubahnya nomenklatur dari Kemenristek Dikti menjadi Kemendikbud menjadi tantangan bagi kampus.

“Unand menjadi kampus pionir dalam melaksanakan program Kampus Merdeka Belajar. Kita menyesuaikan semua instrumen untuk melaksanakan kebijakan tersebut,” ujar Yuliandri.


Saat pandemi Covid-19, Unand memindahkan kuliah secara daring. Semua dilakukan dengan persiapan dan pemeliharaan sistem agar kuliah daring berjalan lancar.

Di Unand, katanya kebijakan tranformasi digital terus berproses mulai dari penguatan akses dan meningkatkan server serta SDM andal.

Unand juga menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan swasta dalam melaksanakan kebijakan Kampus Merdeka Belajar.

Selain Prof Yuliandri, dalam Ngobral Ika Unand bertema “Transformasi Digital dan Kampus Merdeka Belajar di Perguruan Tinggi Sumatera Barat” ini, juga hadir Rektor Universitas Baiturrahmah Prof Musliar Kasim, Rektor Universitas Bung Hatta Prof Tafdil Husni, Kepala LLDikti Wilayah X Prof Herri, Rektor Universitas Dharma Andalas Prof Dedi dan Rektor Universitas Yarsi Prof Fasli Jalal.

Baca Juga:  Di Solsel 3 Jorong Zona Merah, Angka Kesembuhan Covid-19 Rendah

Ngobral dimoderatori wartawan senior yang juga pengurus Ika Unand Sukri Umar itu, dimulai dengan sambutan Sekretaris OC Kongres VI Ika Unand Ilhamsyah Mirman, dilanjutkan Ketua Harian Surya Tri Harto dan Sekjen DPP Ika Unand Prof Reni Mayerni.

“SDM harus disiapkan untuk menerapkan transformasi digital. Karena mereka yang menjadi driver untuk itu. Semua dosen harus mengubah mindset mengajarnya karena kekinian dosen tidak satu-satunya sumber informasi.Terus harus ada upgrading tranformasi teknologi yang dilakukan Unand,” kata Fasli Jalal.

Mahasiswa juga harus mengikuti ritme perubahan di Kampus Merdeka Belajar. Artinya mahasiswa diminta proaktif dan kreatif dalam menggali ilmu dari sumber lain yang sangat banyak di platform media informasi dan teknologi kredibel.

“Ingat ya, mahasiswa jadi pintar itu pilihannya, tidak karena Unand dan tidak oleh dosen. Kini belajar mandiri bisa dari mana saja,” ujar Fasli.

Digitalisasi memberikan keleluasaan dalam menggali ilmu. Kampus harus terus melakukan maintanance sistem untuk menghindari beban puncak yang membuat sistem down atau lelet.(rel)