Beri Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan, Pemprov-DPRD Siapkan Perda

106

Menyikapi kondisi saat ini ada penambahan kasus positif Covid-yang cukup banyak beberapa hari terakhir ini mendapat tanggapan berbagai kalangan. Namun tentang adanya keinginan pelaksanaan kembali Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) kita tidak memungkin dapat izin lagi karena kebijakan pusat lebih tertuju pada pertumbuhan ekonomi. Dan kondisi ini mesti kita hadapi dengan satu kata kunci pentingnya disiplin protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada acara webinar bersama Dinas Kesehatan dan RSUD se Sumatera Barat, di kantor gubernur, Selasa (01/09/2020).

Gubernur mengatakan, dari banyak data dan informasi yang ada rata-rata yang terkena positif karena mereka lalai tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Bahkan ada yang mengatakan tidak percaya Covid dan setelah mereka terkena baru sadar.

“Hingga saat ini saya tetap aktif dan bertemu banyak orang setiap hari, Insya Allah dengan disiplin protokol Covid sampai hari ini dengan lebih 16 kali lakukan swab hasil negatif. Ini dapat menjadi referensi bahwa dengan pelaksanaan disiplin protokol kesehatan yang benar, kita bisa selamat dari penyebaran virus Covid 19,” ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno mengatakan, telah menelepon Bupati Agam terhadap penambahan masyarakat terkonfirmasi positif, karena ada pesta perkawinan yang kurang menerapkan protokol kesehatan.

“Dan saat Bupati Agam telah menerbitan surat edaran pelarangan melakukan alek pernikahan dan untuk akad nikah hanya dibolehkan maksimal kehadiran 20 orang di Kabupaten Agam. Ini sebuah tindak preventif yang baik agar masyarakat tegas mengikuti disiplin protokol kesehatan dengan baik dan benar,” katanya.

Gubernur juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar akan selalu berupaya menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para medis dan kebutuhan labor FK Unand dan tidak ada kekurangan seperti pada awal-awal penanganan.

Baca Juga:  Imigrasi Padang Sosialisasikan Peraturan Terbaru Izin Tinggal

“Kita mengapresiasi pengabdian para medis yang berjibaku di lapangan dalam penanganan Covid. Insya Allah, tidak mendahului Tuhan jika para medis kita disiplin protokol kesehatan tidak akan terpapar Covid. Begitu kita mesti menyesuaikan diri dengan adaptasi baru ini aman Covid,” ujar Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno juga mengatakan dalam rangka melakukan penegakan penerapan disiplin protokol kesehatan bagi setiap orang dibutuhkan aturan yang mengikat dan memuat sanksi.   “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini pemerintah provinsi bersama DPRD akan menuntaskan pembuatan Peraturan Daerah (Perda). Dimana dengan perda kita dapat dengan tegas penerapan disiplin protokol kesehatan, bisa didenda dan kurungan tahanan. Dengan aturan ini diharapkan penerapan disiplin kesehatan dapat berjalan baik,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. Andani Eka Putra menyebutkan ada 2 metode penanganan yang dilakukan, pertama bagaimana orang  pada tindakan terkonfirnasi dengan 3T, testing, tracking, treatment dan isolasi.  Kedua langkah bagaimana orang tidak terkonfirmasi adalah dengan menerapkan  pola hidup baru disiplin protokol kesehatan, terutama pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Saat ini jumlah sampel yang masuk sudah melebihi 4.000 sampel dan saat ini pihaknya sudah bekerja dari pagi ke pagi. Hasil hari ini maksimal baru 3.500 sampel per hari.  “Kita sudah mengirim surat ke Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk menambah peralatan dan perlengkapan untuk meningkatkan produktivitas labor FK Unand agar mampu melayani 4.000 -5.000 sampel per hari,” harapnya.