Pasca Belajar Tatap Muka, Komisi lll Datangi Sekolah

5
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, Armen Faindal.(NET)

Untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung secara protokol kesehatan (Prokes), Komisi lll DPRD Kota Payakumbuh turun ke lapangan melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di Payakumbuh. Dari hasil sidak tersebut, anggota dewan belum menemukan adanya sekolah yang melanggar protokol kesehatan.

Pada sekolah pertama yang dikunjungi yakni SDN 20 Payakumbuh, Kecamatan Payakumbuh Utara, diberlakukan sistem dua shift, yakni shift pagi dan shift sore.

“Ada dua shift. Anak yang lebih dari 20 siswa dibagi dua, anak yang kurang dari 20 siswa tetap satu lokal, dengan shift beda-beda hari,” sebut Kepala Sekolah SDN 20 Payakumbuh, Sri Herawati.

Ia menyebutkan selama diberlakukannya tatap muka, sekolahnya tetap taat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Kami selalu mengingatkan kepada wali murid serta murid untuk selalu memakai masker, bawa makanan ke sekolah, tidak bawa uang jajan, kerena kantin tidak buka,” ujarnya.

Ia menambahkan di SDN 20 Payakumbuh, mulai dari tenaga pengajar, tenaga tata usaha hingga kepala sekolah telah divaksin.

“Jika ada yang ditemukan salah seorang terpapar pandemi covid-19, maka kami melaporkan dan terpaksa sekolah diliburkan. Tetapi sekarang dalam pelaksanaan harian, jika ada demam dan gejala lainnya, maka kami liburkan,” tuturnya.

Selain SDN 20 Payakumbuh, Komisi lll yang diketuai oleh Ahmad Zifal ini mendatangi SMPN 1 Payakumbuh. Di sana wakil rakyat juga melihat pelaksanaan protokol kesehatan berjalan lancar.

Terlihat setiap siswa yang hendak memasuki perkarangan sekolah wajib melakukan pengecekan suhu badan baik dengan cara manual serta otomatis.

“Alhamdulillah, pasca dibukanya sistem belajar tatap muka, tidak ditemukan suhu badan siswa yang mencapai 37 derajat celcius,” sebut Kepala Sekolah SMPN 1 Payakumbuh, Defi Marlitra.

Ia menyebutkan, pihak sekolah selalu mengingatkan kepada guru atau siswa yang suhu badannya di atas 37 derajat celcius langsung dipulangkan.

“Kepada orang tua, harus antar dan jemput anak tepat waktu. Hal ini disebabkan, saat ini tidak ada jam istirahat. Jadi selama di sekolah siswa hanya di dalam kelas saja dan tidak ada jam istirahat serta kantin kita tutup,” tuturnya.

Baca Juga:  Lembaga Adat Benteng Dari Globalisasi

Lebih jelas Kepala Sekolah SMPN 1 Payakumbuh mengatakan, siswa yang di sekolah langsung masuk ke kelas, lalu pas jam pulang, langsung dijemput orang tuannya.

“Untuk perbedaan sesi (shift) satu dengan shift dua, kami buat 45 menit hingga satu jam. Sedangkan terkait kehadiran, kami buat per Minggu, 50 persen Minggu ini dan 50 persen lagi di Minggu kedua dan masing-masing 50 persen tersebut dibagi dua, yakni 25 persen sesi pertama dan 25 persen lagi di sesi kedua dan itu sesuai dengan surat edaran,” ungkapnya.

Sementara itu  Ketua Komisi lll DRPD Payakumbuh, Ahmad Zifal menyebut sistem belajar tatap muka di sekolah di Payakumbuh dinilai cukup baik.

“Kita melihat, pasca diberlakukannya proses belajar tatap muka di sini, kami menilai cukup baik serta sesuai dengan arahan tim satgas covid-19. ini kita lihat dari dua sekolah yang kita pantau dan hasilnya berjalan sebagaimana semestinya dan prokes,” ucapnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, Armen Faindal yang ikut dalam rombongan menyampaikan kepada siswa agar selalu menjaga prokes yang ketat.

“Jaga selalu prokes, dan dengarkan juga apa yang selalu diinformasikan guru. Saat ini siswa belajar dengan jaga jarak, cuci tangan dan memakai masker, sesuai dengan arahan guru-guru kita,” kata Armen kepada siswa saat masuk ke dalam kelas.

Lebih lanjut Armen menyebut, jika prokes berjalan dengan baik, maka proses belajar tatap muka akan berjalan seterusnya. “Dengan berjalannnya tatap muka, maka proses belajar akan berjalan dengan baik dan mutu pendidikan tentu lebih baik, serta semoga SMPN 1 ini menjadi tolak ukur dari sekolah-sekolah lain,” tukasnya. (rid)