Angka Kematian Covid-19 Terus Bertambah

51
ilustrasi. (jawapos.com)

Penyebaran Covid-19 di kabupaten kota di Sumbar semakin mengkhawatirkan. Setiap harinya kasus positif dan pasien meningal karena wabah itu terus bertambah. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar merilis 103 warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19, Rabu (30/9). Selain itu 7 pasien positif dinyatakan meninggal. Total sudah 127 orang yang meninggal karena virus mematikan tersebut.

Sementara itu, pada Selasa (29/9) sebanyak 251 warga Sumbar juga terkonfirmasi Covid-19 dan 4 orang dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, dalam dua hari berturut-turut sudah 11 orang pasien positif yang meninggal dunia.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah kesadaran masyarakat dan pihak-pihak lainnya dalam mematuhi protokol kesehatan. Karena dari pantauan di lapangan banyak yang menganggap enteng virus tersebut sehingga protokol kesehatan tidak dipedulikan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal.

Penyebaran virus bisa tidak terkendali apabila masyarakat cuek dan abai mematuhi protokol kesehatan. Untuk itu sudah seharusnya masyarakat Sumbar bersama-sama mengantisipasi agar tidak munculnya klaster-klaster baru penyebaran virus.
“Bahkan untuk mencegah virus masuk, pejabat dan ASN di Sumbar juga sudah dilarang melakukan dinas keluar provinsi,” pungkasnya.

Saat ini, Kota Padang masih berstatus zona merah atau memiliki risiko tinggi penyebaran virus. Sementara 12 daerah lainnya berstatus zona oranye atau berisiko sedang penyebaran virus. Daerah tersebut yakni Kota Padangpanjang, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Kota Sawah lunto, Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok.

Kemudian, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok Selatan. Sedangkan 6 daerah lainnya Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Dharmasraya berstatus zona kuning.

Tembus 200 Kasus Positif
Sementara itu, kasus Covid-19 di Kota Pariaman tembhs 200 kasus, empat orang di antaranya meninggal dunia. Upaya pencegahan penularan terus dilakukan dengan melakukan swab bagi yang kontak erat hingga 100 sampel swab setiap harinya.

Data Dinas Kesehatan Kota Pariaman menunjukan hingga kemarin (30/9) warga Kota Pariaman yang positif Covid-19 mencapai 200 orang. Dengan rincian sembuh 127 orang,  dirawat 7 orang sisanya menjalani karantina dan isolasi mandiri. Kemudian empat orang meninggal dunia. “Empat orang yang meninggal dunia semuanya memiliki penyakit penyerta. Satu orang usianya 40 tahun lebih tiga lainnya di atas 60 tahun,” ujar Kadis Kesehatan Kota Pariaman Syahrul kepada Padang Ekspres kemarin.

Baca Juga:  Marawa Beach Club Memilih Layanan Premium PLN, Ini Alasannya...

Seluruhnya sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kota Pariaman. Dua pasien memang sudah menjalani swab ketika masih hidup dan hasil swabnya positif.  Sedangkan dua lainnya baru diambil swabnya setelah meninggal dunia. Pasalnya, hanya menjalani perawatan satu hari. Apalagi di antara keluarga mereka sebelumnya memang sudah ada  yang dinyatakan positif Covid-19.

“Upaya ini terus kita lakukan dan kami berharap warga Pariaman patuhi protokol kesehatan, jangan anggap remeh Covid-19,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya juga intens menyosialisasikan Perda  Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Terapkan 3 M
Sementara itu, Pjs Bupati Tanahdatar Erman Rahman mengimbau masyarakat Tanahdatar untuk dapat mematuhi protokol kesehatan. Hal itu dimintanya seiring akan diterapkannya sanksi terhadap para pelanggar protokol kesehatan pada awal Oktober ini.

“Saya berharap, sanksi-sanksi yang sudah disiapkan ini tidak sampai kepada masyarakat. Jadi yang dibutuhkan itu adalah kesadaran. Untuk itu, saya minta tim bisa mensosialisasikan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” harap Erman Rahman, Rabu (30/9).

Pria yang juga menjabat Kepala BPBD Sumbar ini mengajak seluruh ASN Tanahdatar dan masyarakat agar disiplin memakai masker dan menerapkan prinsip memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Di Kabupaten Dharmasraya jumlah warga yang terpapar Covid-19 juga terus bertambah. Hingga Rabu, (30/9) total sudah 80 orang tercatat positif. Pasien terbanyak terdapat di Kecamatan Sitiung sebanyak 16 kasus. Sementara dua orang pasien meninggal dunia yang berasal dari Koto Besar dan Kecamatan , Sitiung. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 52 orang. (wni/nia/stg/ita)