Belum Ditemukan Vaksin Covid-19 Rusak

ilustrasi vaksin. (net)

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPPOM) di Padang sejauh ini tidak menemukan dan menerima laporan terkait kerusakan pada vaksin Sinovac yang didistribusikan ke fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Padang dan 18 kabupaten kota lainnya di Sumbar.

“Alhamdulillah sejak hari pertama vaksin Sinovac tiba, sampai ke tahap pendistribusian, kami tidak menemukan laporan kerusakan pada vaksin Covid-19 tersebut,” jelas Kepala BPPOM di Padang, Firdaus Umar, kemarin (2/1).

Firdaus mengatakan, pihaknya menempatkan petugas khusus untuk mengawal vaksin Sinovac. Mulai dari pendistribusian vaksin oleh Biofarma sampai tiba di tempat penyimpanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar.

Ketika vaksin tersebut tiba di Dinkes Sumbar, BPPOM di Padang langsung melakukan pengecekan kondisi suhu vaksin tersebut karena vaksin itu bersifat thermolabile. ”Karena bersifat thermolabile sehingga vaksin tersebut membutuhkan penjagaan rantai dingin yaitu menjaga suhu antara 2 sampai 8 derajat celsius,” ungkapnya.

Firdaus mengungkapkan, penjagaan suhu penyimpanan dan pendistribusian vaksin Sinovac itu bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan mutu vaksin yang mengakibatkan vaksin menjadi tidak memiliki manfaat.

Pendistribusian vaksin Sinovac ke instalasi farmasi Kota Padang dan 18 kabupaten dan kota di Sumbar menggunakan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) yang harus dilakukan di sepanjang distribusi.

Dalam proses pendistribusian dan sampai ke instalasi farmasi, pihaknya juga melakukan pengecekan suhu ulang terhadap vaksin tersebut untuk memastikan suhu vaksin masih aman. “Alhamdulilah kondisi terpantau aman dan sesuai dengan suhu yang semestinya,” kata Firdaus.

Setelah vaksin tiba di instalasi farmasi kabupaten dan kota, vaksin lalu dikirim ke faskes setiap kabupaten dan kota di Sumbar. Kalau untuk di Kota Padang, distribusi ke faskes terpantau aman dan lancar karena hampir semua faskes bisa dijangkau.

“Untuk pengawalan dan pendistribusian vaksin di faskes Kota Padang, karena lokasinya tidak berada di pelosok, jadi lebih mudah dan aman khususnya dalam menjaga suhu vaksin tersebut,” tutur Firdaus.

Sementara untuk laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Firdaus mengatakan, sejauh ini gejala yang dirasakan oleh tenaga kesehatan (nakes) yang telah melakukan vaksinasi masih dalam gejala ringan. Seperti pegal waktu penyuntikan, mengantuk ringan, dan gejala ringan lainnya.

“Jadi sejauh ini KIPI yang kami terima dari laporan memang belum ada gejala sedang sampai berat yang dirasakan oleh orang yang telah divaksinasi. Secara umum berjalan dengan aman dan lancar,” tukasnya.

Dengan hasil sementara yang didapatkan di lapangan, Firdaus mengungkapkan, pihaknya optimistis program vaksinasi tahap pertama akan berjalan sukses dan lancar sampai waktu yang ditargetkan pemerintah.

Gelar Vaksinasi Perdana
Sementara itu, sebanyak 18 tokoh yang mewakili kalangan birokrasi, TNI, polri, Badan Legisflatif, BPJS, organisasi profesi serta tenaga kesehatan di Kabupaten Solok telah divaksin sebagai tanda dimulainya tahap vaksinasi di Kabupaten Solok, kemarin.

“Pemberian vaksin, salah satu upaya memutus rantai penyebaran dan penguatan seluruh masyarakat dengan memperkuat ketahanan tubuh untuk melawan virus,” kata Sekkab Solok, Aswirman.

Baca Juga:  Pj Gubernur Sumbar Gelar Pertemuan, Perkenalan dengan Kepala OPD

Maka itu, pihaknya mengimbau seluruh SKPD untuk ikut serta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa vaksinasi Covid 19, salah satu alat untuk memutus mata rantai pemyebaran. Dan diharapkan menjadi gerakan seluruh masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Maryetti Marwazi mengatakan, ada 1.269 nakes yang akan divaksin pada tahap I. Tujuannya untuk mengurangi transmisi penularan, nenurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat, dan melindungi masyarakat dari Covid 19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

“Jenis vaksin yang di pakai adalah Corona Vac yang sudah diuji dan mendapatkan izin pengunanaan darurat atau emergency use authorizetion (EUA) dari BPOM No. HK. 02.021.2.1.20.1126 tahun 2020. Dan MUI sudah menerbitkan fatwa halal untuk vaksin Covid 19 ini,” jelasnya.

Terpisah, vaksinasi perdana di Tanahdatar bakal digelar di Puskesmas Limakaum, Kecamatan Limakaum, pada Selasa (2/2). Vaksinasi perdana bakal dilakukan untuk Forkopimda Tanahdatar.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanahdatar Roza Mardiah mengatakan, jika terlebih dahulu akan dilakukan pencanangan. ”Setelah dicanangkan oleh pimpinan daerah, langsung dilanjutkan dengan vaksinasi yang untuk perdana akan diberikan kepada Forkopimda ditambah dengan kepala dinas kesehatan,” sebut Roza.

Kemudian akan dilanjutkan kepada tenaga kesehatan secara bertahap. ”Karena memang tenaga kesehatan menjadi prioritas dalam kelompok pertama yang akan divaksin. Baru kemudian kelompok lainnya hingga ke masyarakat,” jelas Roza.

Untuk vaksin sendiri sebut Roza, di Tanahdatar telah sampai sebanyak 3.000 vaksin Sinovac. Saat ini disimpan di gudang farmasi Dinas Kesehatan Tanahdatar.
Vaksin Sonovac ini akan mulai didistribusikan ke layanan kesehatan masyarakat atau puskesmas dalam waktu dekat. Sesuai jadwal penerimanya, sebanyak 1.475 tenaga kesehatan akan menjadi kelompok pertama penerima vaksin Sinovac. ”Nanti secara bertahap akan diberikan kepada yang telah didata sebelumnya,” sebut Roza.

Di Kota Sawahlunto, vaksinasi perdana dimulai Rabu (3/2). Sebanyak 1.560 vaksin Covid-19 yang sudah tiba akan mulai disuntikan. “Untuk yang akan menerima vaksin pertama adalah kepala daerah dan Forkopimda, selanjutnya diprioritaskan kepada tenaga kesehatan,” terang Wakil Wali Kota Sawahlunto Zohirin Sayuti.

Setelah petugas kesehatan nantinya akan dilanjutkan ke tingkat TNI, Polri dan juga pelayan publik serta masyarakat. “Saya mengimbau masyarakat untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dimulai dari usia 19 hingga 59 tahun. Selain itu masyarakat diminta tidak meragukan vaksinasi Covid-19 tersebut, karena sudah terjamin kehalalannya dari MUI dan sudah ada izin edarnya dari BPOM,” imbaunya.

Ia berharap melalui vaksinasi Covid-19, hendaknya dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Sawahlunto dan umumnya di Indonesia. “Dengan demikian pertumbuhan ekonomi kembali berjalan normal,” pungkasnya. (a/f/stg/mg3)

Previous articleJaga Kondisi dengan Futevolei
Next articleDitetapkan Tersangka, Polisi Tembak D Kini Ditahan