Inilah Bantuan Stimulus 359.910 Warga Sumbar Terdampak Pandemi

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. (foto: idr)

Pemerintah provinsi mengklaim sudah menyiapkan jaring pengaman sosial sebagai stimulus masyarakat yang ekonominya terdampak virus korona (Covid-19). Dana yang dianggarkan dari APBD mencapai Rp 145 miliar.

“Kita sudah siapkan semua. Untuk jejaring pengaman sosial ini lebih kurang angkanya Rp 145 miliar. Tapi dalam bentuk bahan makanan. Akan disalurkan kepada yang terdampak,” kata kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat video conference dengan wartawan, Kamis (2/4).

Data pemprov Sumbar, warga yang jumlahnya sekitar 359.910 jiwa. “Ini 15 persen dari angka kemiskinan. Dari data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial 359.910 jiwa,” katanya.

Bantuan tersebut nantinya tidak berbentuk uang. Namun, berbentuk 9 kg beras dan makanan seperti telur, mie instan dan sarden.

“Kriteria penerimanya, orang terdampak. Salah satu contohnya tukang ojek, yang selama ini dia tidak masuk dalam data DTKS. Sekarang dia terdampak miskin karena tidak ada lagi orang yang naik ojek. Nah barangkali tukang ojek termasuk salah satunya,” katanya.

Selain itu, pedagang kaki lima, industri kecil dan menengah yang selama ini tidak masuk dalam DTKS.

“Kenapa kita bikin 15 persen ini? Kenapa tidak kita masukkan lagi, seharusnya data DTKS kemarin masuk lagi. Data DTKS itu 359.910, dan jika dikalikan lima, sekitar 2 juta lebih warga Sumbar yang akan kena,” jelasnya.

Akhirnya kesepakatan, masing-masing kota dan kabupaten diberikan bantuan 15 persen dari data DTKS.

“Siapa orangnya, sekarang sedang dikumpulkan oleh Dinas Sosial Kabupatan dan Kota. Bagi yang datanya sudah selesai, silakan langsung dibagikan bantuan itu. Sesuai kesepakatan kita, diberikan beras 9 kilogram dan bahan makanan per orang selama 3 bulan,” katanya.(idr)