Kawasan Objek Wisata Sumbar Mulai Dibuka

36
TINJAU PERSIAPAN: Kapolres Solok Arosuka, AKBP Azhar Nugroho meninjau aktivitas pedagang di Pasar Selayo, kemarin. Kunjungan itu memastikan kesiapan pedagang menuju era ”New Normal”.

Sejumlah daerah di Sumbar tampaknya sudah siap menuju era “New Normal”. Dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III, sejumlah kawasan objek wisata mulai dibuka. Pembukaan beberapa kawasan wisata itu dilakukan sejak Sabtu (30/5) dengan catatan kepada semua pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Sama dengan beberapa kabupaten dan kota lainnya di Sumbar, PSBB jilid III juga masih akan berlangsung hingga tanggal 7 Juni di daerah ini. Namun semua objek wisata sudah mulai dibuka untuk umum mulai dari kawasan Wisata Mandeh, Pantai Carocok Painan, Jembatan Akar dan lainnya,” kata Bupati Pessel, Hendrajoni, Sabtu (30/5).

Meski telah dibuka, ia menegaskan para pengunjung tidak bisa bersikap leluasa seperti tahun-tahun sebelumnya. “Saya katakan demikian, sebab setiap pengunjung yang datang harus mematuhi protokol kesehatan. Bila ada yang melanggar, maka petugas yang ditempatkan pada berbagai objek wisata itu akan bertindak tegas mengusir pengunjung yang tidak mematuhi aturan tersebut,” ungkapnya.

Ditambahkannya, beberapa objek wisata yang telah dibuka itu juga harus mentaati beberapa ketentuan. Di antaranya, pengelola destinasi wisata hanya memprioritaskan pelayanan paket perjalanan komunitas kecil seperti keluarga, kantoran, dan komunitas lainnya.

“Selain itu, pengelola destinasi wisata juga harus memastikan pengunjung yang datang dalam kondisi sehat, dan terbebas dari gejala klinis Covid-19,” jelasnya.

Kemudian, pengelola destinasi wisata juga harus melakukan pembatasan pengunjung dengan risiko tinggi. Seperti lanjut usia (lansia) serta bagi yang memiliki riwayat penyakit penyerta.

“Pengelola atau pemandu wisata harus mengutamakan layanan wisata minat khusus seperti resort, diving, snorkeling, wisata gunung dan dengan length of stay yang relatif lama. Sedangkan terhadap wisatawan asing wajib menyertakan surat keterangan hasil uji swab yang menyatakan negatif,” tegasnya.

Tujuan dibukanya kawasan wisata itu untuk mematangkan persiapan menghadapi pelaksanaan “New Normal” atau tatatan kehidupan baru dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Pihaknya tetap melakukan pengetatan terhadap kendaraan yang masuk. Baik dari arah Kota Padang, Bengkulu, dan Jambi sesuai protokoler Covid-19. “Bahkan pengecekan akan dilakukan lebih ketat lagi dengan tujuan agar pencegahan penularan Covid-19 tidak terjadi,” pungkasnya.

Buka Perjalanan Kereta Api

‘Sementara itu, rute perjalanan kereta api dari Padang-Kota Pariaman begitupun sebaliknya akan dibuka kembali. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pariaman Genius Umar setelah melakukan perbincangan dengan Satgas Bencana BUMN Sumbar.

Genius menyebut transportasi kereta api menjadi primadona masyarakat untuk mengunjungi objek wisata pantai di Pariaman.
“Kota Pariaman adalah satu-satunya kota yang mempunyai akses transportasi kereta api, dari Kota Padang sampai stasiun Pariaman yang terletak di objek wisata Pantai Gandoriah, dan akan dibuka kembali rencananya pada “New Normal”, setelah habis masa PSBB di Sumbar,” ungkapnya usai menerima bantuan dari Satgas Bencana BUMN tersebut.

Genius juga membahas tentang akses jalan di sisi kiri dan kanan dari jalur kereta api, sehingga dapat menimalisir dan menghindarkan kecelakaan yang kerap terjadi karena banyaknya jalan yang menjadi pintu perlintasan.

Sementara itu Vice President  PT KAI Divre (Divisi Regional) II Sumbar Insan Keseuma sekaligus Ketua Satgas Bencana BUMN Sumbar, yang datang bersama rombongan mengatakan bantuan yang diberikan itu adalah wujud kepedulian Satgas Bencana BUMN untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman.

Ia mengapresiasi upaya Kota Pariaman dalam mendukung transportasi kereta api sebagai modal transportasi yang diminati oleh warga Kota Pariaman.

Persiapan “New Normal”

Dalam persiapan menuju “New Normal” di Kabupaten Solok, Polres Solok Arosuka memantau kegiatan di Pasar Selayo, Kecamatan Kubung dan Pasar Talang, Kecamatan Gunung Talang. “Sebelum memasuki “New Normal”, para pedagang pasar harus sudah mengetahui seperti apa penerapannya khususnya di pasar. Sehingga masyarakat sudah mengerti tentang dasar-dasar “New Normal” itu,” ungkap Kapolres Solok Arosuka, AKBP Azhar Nugroho di Pasar Selayo, kemarin.

Pada prinsipnya, “New Normal” adalah fase Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan dan publik diperbolehkan untuk kembali beraktivitas. Tentunya dengan sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin.
“Sebenarnya, langkah ini dijalankan untuk memulihkan produktivitas masyarakat agar perekonomian dapat kembali menggeliat,” tambahnya.

Nantinya, pasar atau pusat perdagangan diwajibkan menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, dan disinfektan rutin. Ini untuk memastikan layanan yang diberikan higienis dan aman serta memiliki sanitasi aman dan bersih. “Kami sudah sampaikan kepada pedagang untuk tetap memakai masker, menjaga jarak aman, dan juga aturan-aturan lain terkait “New Normal”,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian Perdagangan dan UMKM Kabupaten Solok, Eva Nasri, terkait pemantauan khususnya di Pasar Selayo, sudah ditetapkan sebagai pilot project untuk pelaksanaan konsep “New Normal”.

Dalam pemantauan, tim memberikan sosialisasi kepada para pedagang tentang konsep “New Normal”. “Para pedagang tentunya akan terkejut, jika konsep “New Normal” tidak disosialisasikan terlebih dahulu sebelum diterapkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto bersama Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto juga melakukan pemantauan aktivitas Pasar Raya Padang pada Jumat lalu (29/5). Kunjungan itu memastikan kesiapan Sumbar menuju era “New Normal”.

Pada saat kunjungan itu, Kapolda yang juga didampingi Kepala Dinas Pasar Andre Algamar serta beberapa pejabat utama untuk melakukan pengecekan beberapa titik di lokasi yang pernah jadi korban gempa ini.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu menyebutkan, kunjungan itu melihat kesiapan Pasarraya Padang menuju “New Normal” dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Kapolda Sumbar melakukan pengecekan kesiapan Pasar Raya Padang sebagai pilot projek, penegakkan disiplin protokol Covid-19 menuju “New Normal”,” tuturnya.

Dengan mengikuti aturan dan protokol tersebut, diharapkan dapat memutus rantai penyebaran Covid-19. Saat ini di areal Pasar Raya Padang juga telah ada pos pengamanan pendisiplinan yang akan ditempati oleh personel TNI, Polri dan instansi terkait lainnya. “Ada 2 pos pengamanan pendisiplinan di dekat CGV Padang (sebelumnya Bioskop Raya, red) dan Simpang Air Mancur. Untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Sumbar termasuk empat dari salah salah satu provinsi di Indonesia yang akan menerapkan New Normal.
Untuk menerapkan New Normal di Sumbar, Polda Sumbar mengerahkan sekitar 6.000 Personel, sedangkan  2/3-nya tengah menjalani Operasi Aman Nusa II dan Operasi Ketupat Singgalang 2020. (yon/f/cr10/nia)