Produksi Berkurang, Harga Telur Ayam dan Telur Itik Merangkak Naik

72

Naiknya harga pakan ternak serta kurangnya produksi telur memicu kenaikan harga telur di Sumbar. Di daerah penghasil telur, Kabupaten Limapuh Kota saja, harga telur ayam di tingkat pengumpul/pedagang berkisar Rp1.500 per butir.

Salah seorang pengumpul/pedagang telur di Pakan Rabaa, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Erwin menyebutkan kenaikan harga telur telah berlangsung sejak dua minggu lalu.

“Kenaikan harga telur ayam pada satu atau dua minggu yang lalu, sebesar Rp200 per butirnya,” sebut Edwin, Kamis (2/6/2022).

Ia menyebutkan harga telur ayam sebelumnya Rp1.300 ke pengecer, sekarang dijual Rp1.500 per butir. “Sedangkan untuk dijual per papan Rp45 ribu, dari sebelumnya Rp39 ribu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan kenaikan itu seiring dengan naiknya harga pakan dan berkurangnya sejumlah usaha produksi telur.

“Akibat pakan sekarang mahal, membuat sejumlah usaha produksi telur gulung tikar, kalau diperkirakan ada sekitar 40 persen,” ujarnya.

Ia menyebutkan dengan naiknya harga telur saat ini seimbang dengan harga pakan yang naik.

“Saya rasa tidak mahal, ini cocok dengan harga pakan. Jika dikatakan mahal, bila harga telur mencapai Rp1.700 per butir,” ujarnya.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Beri Manfaat Kecelakaan Kerja Meninggal di Padang

Sementara itu, Dodi petani itik petelur menyebutkan harga pakan sudah naik dari dua bulan lalu.

“Dulu harga pakan buat itik per 50 Kilogram sekitar Rp385 ribu per karung, namun sekarang Rp420 ribu. Per karung isinya 50 kilogram,” ujar Dodi kepada Padang Ekspres.

Seiring naiknya harga pakan, Dodi terpaksa menjual telur itik Rp70 ribu per papan, dari sebelumnya di bawah Rp60 ribu per papan kepada pengumpul. (rid)