CPNS Kemenkumham Sumbar, 240 Formasi Lulusan SMA Sederajat

643
INDRA/PADEK SAMPAIKAN INFORMASI CPNS: Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar R Andika Prasetya didampingi para kepala divisi saat memberikan keterangan terkait pembukaan CPNS, Kamis (1/7). Dalam hal ini Kanwil Kemenkumham Sumbar membuka 240 formasi pada CPNS Tahun 2021.

Setelah Pemprov Sumbar mengumumkan total formasi CPNS yang dibutuhkan, kini giliran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sumbar membuka 240 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2021. Seluruh formasi yang dibuka itu untuk lulusan SMA sederajat.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar R Andika Dwi Prasetya mengatakan, formasi yang dibuka yakni penjaga tahanan dan pemeriksa keimigrasian. Rinciannya, penjaga tahanan sebanyak 226 pria dan 13 wanita. Lalu formasi pemeriksa keimigrasian satu orang pria.
Para CPNS yang dinyatakan lulus nantinya akan disebar di seluruh unit pelaksana tugas (UPT) di wilayah hukum Kanwil Kemenkumham Sumbar. “Pendaftaran online telah dibuka mulai 30 Juni sampai 21 Juli mendatang,” katanya didampingi para kepala divisi, Kamis (1/7).

Andika menjelaskan, tahapan proses seleksi administrasi dan pengumumannya akan dilaksanakan pada 28-29 Juli. Bagi calon peserta yang tidak lulus diberikan kesempatan untuk melakukan sanggahan pada 30 Juli sampai 1 Agustus. Jawaban sanggahan diumumkan 30-8 Agustus.

“Untuk menghindari permasalahan pada saat pendaftaraan dan seleksi administrasi, disarankan sebelum mendaftar di laman BKN, para calon peserta terlebih dahulu membaca secara detail terkait syarat dan ketentuan di laman cpns.kemenkumham.go.id,” ungkapnya.


Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan dilaksanakan 25 Agustus hingga 4 Oktober dan akan diumumkan 17 dan 18 Oktober. Selanjutnya para calon yang dinyatakan lulus tes SKB akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Lokasi tes SKD dan SKB ini, seperti tahun-tahun sebelumnya akan dilaksanakan di Universitas Negeri Padang. Nah, kelulusan CPNS Kemenkumham ini akan diumumkan sekitar 18 dan 19 Desember,” sebutnya.

Namun demikian, para calon masih diberikan waktu untuk masa sanggah pengumuman akhir dari seleksi CPNS antara 20 sampai 22 Desember. Jawaban sanggah akan diumumkan 20 sampai 29 Desember. “Pengumuman akhir yang bersifat final dikeluarkan akhir tahun, 30 dan 30 Desember,” ujarnya.

Lebih lanjut Andika menjelaskan, untuk mendapatkan kader yang berkualitas dan berintegritas, Kemenkumham berkomitmen menyelenggarakan seleksi CPNS secara profesional dan akuntabel. Peserta diimbau untuk tidak percaya pada pihak-pihak manapun yang menawarkan bantuan dengan imbalan, karena setiap peserta akan dinilai berdasarkan kemampuannya masing-masing.

“Jika ada pihak yang menawarkan bantuan bisa meluluskan peserta, jangan percaya. Saya pastikan itu bohong. Peserta dan masyarakat dapat berpartisipasi mengawasi jalannya proses seleksi dengan memberikan laporan pengaduan kecurangan ke nomor 081288751988,” tegasnya.

Di sisi lain, peserta juga diharapkan berhati-hati dengan peredaran informasi-informasi tentang seleksi CPNS Kemenkumham yang tidak akurat, karena akan merugikan peserta sendiri. Pasalnya, pada momen ini banyak akun media sosial tidak resmi yang turut menyebarkan informasi.

Baca Juga:  Donasi Sembako untuk Negeri Terus Mengalir, Athari Apresiasi Aksi JPS

“Hati-hati juga terhadap laman atau akun fake atau palsu yang namanya dibuat mirip, identik dengan akun atau laman resmi milik Kemenkumham. Panitia hanya memberi informasi resmi  seleksi CPNS di laman cpns.kemenkumham.go.id, serta akun IG @cpns.kumham dan akun @kemenkumhamri yang sudah centang biru,” ucap Andika.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga membuka pendaftaran seleksi CPNS 2021 untuk 1.176 formasi pada 30 Juni-21 Juli dengan kuota terbanyak bagi tenaga PPPK guru. “Dari 1.176 lowongan itu alokasi terbanyak adalah untuk PPPK guru yaitu 743 formasi, diikuti tenaga teknis CPNS 333 formasi, tenaga kesehatan 92 formasi dan tenaga PPPK non guru 8 formasi,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Padang, Rabu (30/6).

Dari total 1.176 formasi itu Pemprov Sumbar membuka lowongan untuk disabilitas sebanyak 9 formasi dan lulusan terbaik 13 formasi. Mahyeldi mengatakan penerimaan CPNS dan PPPK tersebut sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 377 Tahun 2021 tentang Penetapan

Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar 2021.
Pendaftaran dilaksanakan secara online mulai tanggal 30 Juni sampai 14 Juli 2021 dengan beberapa tahapan. Ia mengingatkan calon peserta untuk teliti membaca petunjuk pendaftaran agar tidak terjadi permasalahan.

Selain itu Gubernur mengingatkan agar calon peserta tidak tertipu oleh calon atau pihak-pihak yang mengaku bisa membantu meluluskan dalam ujian karena saat ini seluruh proses terbuka dan transparan. Tidak ada ruang untuk praktik kecurangan.

Berdasarkan laman resmi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar tahapan seleksi CPNS dan PPPK 2021 dimulai dengan pengumuman pada 30 Juni-14 Juli, pendaftaran 30 Juni-21 Juli dan pengumuman hasil seleksi pada 28-29 Juli 2021.

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 25 Agustus sampai 29 November dan seleksi PPPK non guru setelah SKD dan pengumuman hasil pada 17-18 Oktober 2021.
Dilanjutkan dengan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada 8-29 November, penyampaian integrasi hasil SKD dan SKB serta seleksi PPPK non guru pada 15-17 Desember 2021. Pengumuman kelulusan dilakukan pada 18-19 Desember 2021.

Informasi lengkap terkait persyaratan pendaftaran CPNS tersebut dapat diunduh pada laman http://bkd.sumbarprov.go.id. Mahyeldi berharap CPNS dan PPPK yang nantinya lulus akan memperkuat SDM jajaran Pemprov Sumbar untuk bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarat. (idr)