Poros Baru Pilgub Sumbar Terbentuk, Ini Respons Fakhrizal

Nama calon gubernur dari perseorangan atau independen Fakhrizal sempat disebut-sebut sebagai calon potensial oleh Ketua Nasdem Sumbar Hendrajoni, sebelum poros baru Nasdem bersama Golkar, PKB dan PDIP terbentuk.

Fakhrizal ketika dihubungi Sabtu (1/8/2020) malam  mengatakan, dirinya tidak mengetahui adanya pertemuan empat partai tersebut karena sedang berhari raya Idul Adha bersama keluarga di Jakarta.

“Saya sedang bersama keluarga di Jakarta. Saya juga mengucapkan selamat hari raya kurban kepada relawan, pendukung, simpatisan dan seluruh masyarakat Sumbar. Saya berharap momentum kurban ini jadi evaluasi kita bersama untuk berbuat yang terbaik bagi ranah Minang tacinto serta membuang sifat-sifat zalim dan saling jegal antar-sesama,” ucap Fakhrizal.

Ketika ditanya tanggapannya terhadap pertemuan empat partai tersebut, Fakhrizal mengatakan sah-sah saja ada koalisi itu. Ini juga menunjukkan bahwa sistem demokrasi di ranah Minang masih berjalan dengan baik.

“Semoga poros baru ini bisa memilih pemimpin terbaik untuk Sumbar lima tahun ke depan,” katanya.

Soal apakah dirinya akan ikut mendaftar di poros baru tersebut, Fakhrizal mengatakan, untuk saat ini dirinya masih fokus pada proses sengketa melaporkan KPU ke Bawaslu dan DKPP.

“Sebab banyak kejanggalannya pada proses verifikasi faktual independen kemarin itu, dan berbagai kalangan termasuk para pakar hukum pun juga mengatakan hal yang sama,” tukasnya.

Menurutnya, semua relawan, pendukung dan simpatisan masih menunggu dan terus menghubunginya terkait hasil proses di Bawaslu dan DKPP termasuk dari para tokoh dan pimpinan parpol.

“Semua proses dan hasilnya nanti akan saya sampaikan kepada para relawan dan masyarakat yang telah menyerahkan dukungan saat saya mencalonkan diri bersama Pak Genius Umar di jalur independen. Sebab, jalur yang kami tempuh sesuai aturan dan suara dukungan KTP itu tak akan disia-siakan,” ujarnya.

Sebelum poros baru terbentuk, Hendrajoni menyebut salah satu calon potensial. Yakni, sosok Fakhrizal yang maju menjadi calon independen dan kini masih proses sengketa di Bawaslu dan DKPP.

Ia menilai, Fakhrizal sudah ada pendukung riil yang dibuktikan dalam bentuk ratusan ribu fotokopi KTP yang dijadikan syarat saat maju di pencalonan independen dan dikumpulkan timnya di Sumbar.

Modal itu jadi basis dukungan untuk mengembangkan tambahan pemilih di pilkada nanti jika Fakhrizal maju lewat partai. Belum lagi banyak potensi simpatisannya yang tak sempat  menyerahkan KTP dukungan dan pemilih mengambang.

“Pendukung riil beliau (Fakhrizal, red) kan banyak. Maka, Pak Fakhrizal bila tak jadi di pencalonan independen, bisa saja maju lewat partai. Jika partai lain yang belum ada calon, misalnya Golkar dan PKB berkoalisi mengusung beliau jadi calon, Nasdem bergabung dan mengusulkannya ke DPP,” kata Hendrajoni.

Sementara ini partai yang sudah memiliki pasangan calon seperti Gerindra sudah ada pasangan calon yakni Nasrul Abit-Indra Catri, lalu Demokrat dan PAN sudah ada keputusan PAN mengusung Mulyadi-Ali Mukhni. Kemudian, PKS dan PPP bakal mencalonkan Mahyeldi-Audi.(esg)