Hadiri Akad Nikah Warga, Nasrul Abit Sosialisasikan Perda AKB

25

Calon Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, menghadiri prosesi akad nikah Jevrinda Chaniago, putra dari Bapak Noviar Chaniago dan Sumarni dengan Yosilva Andrea, putri dari Bapak Andri dan Muniarti di Mushala Nurul Yaqin Perumnas Gunung Sari, Gunung Medan, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (2/10/2020).

Meski sudah masuk masa cuti kampanye, namun mantan Bupati Pesisir Selatan yang kini masih menjabat wakil gubernur Sumatera Barat itu, tetap mensosialisasikan protokol kesehatan.

Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang ditetapkan dan disahkan melalui rapat Paripurna di DPRD Sumbar 11 September 2020 lalu, tak luput juga disampaikan oleh tokoh bergelar Datuk Malintang Panai itu.

Menurut Nasrul Abit, Perda AKB yang memang disusun sebagai salah satu upaya untuk pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 itu, wajib ditaati dan dipatuhi oleh semua unsur. Baik dari kalangan masyarakat, hingga pejabat pemerintah dilingkungan Provinsi Sumatera Barat.

“Saya berterima kasih. Hari ini saya lihat masyarakat yang menghadiri akad nikah ini, semuanya taat mematuhi protokol kesehatan. Seluruhnya mengenakan masker, juga ada fasilitas cuci tangan. Saya harap hal ini terus dilakukan. Kita sekarang, juga sudah punya Perda AKB yang pada September lalu sudah ketok palu. Ini (perda, red), berlaku untuk kita semua. Tujuannya tak lain, untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19,” ungkap Nasrul Abit.

Nasrul Abit menjelaskan, dari hari ke hari, angka terkonfirmasi positif di Sumatera Barat terus naik. Bahkan, angka temuan kasus per hari sudah berada di atas angka seratusan. Untuk menekan pergerakan angka positif Covid-19 itu, maka protokol kesehatan menjadi salah satu kunci utama disamping upaya lain seperti tracing, tracking dan treatment atau pengobatan.

Baca Juga:  Langgar Perda AKB, Tunjangan Dikurangi

“Bapak-Ibu sekalian, angka positif Covid-19 kita di Sumbar naik. Maka dari itu, disiplin menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci utama. Pemerintah, bertanggung jawab untuk itu. Namun juga, butuh dukungan dari masyarakat. Agar, pandemi ini segera berlalu dan kita terbebas dari ancaman Covid-19. Jika Covid-19 sudah tidak ada lagi, maka kehidupan kita akan berjalan seperti biasa. Kalau sekarang, kita sudah harus bisa beradaptasi. New normal aman dan bebas dari Covid-19. Sekali lagi, disiplin menerapkan protokol kesehatan kunci utama,” ujar Nasrul Abit.

Khusus kepada kedua mempelai, Nasrul Abit berpesan untuk dapat menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurut Nasrul, Jevrinda dan Yosilva sudah ditakdirkan Allah SWT untuk membina mahligai rumah tangga. Membangun rumah tangga yang sakinah wawaddah dan warahmah tentu tidak mudah, akan banyak rintangan yang ditemui. Namun, jika menikah atas dasar kecintaan dan mengharapkan rida Ilahi, maka semua yang dicita-citakan akan dapat terwujud.

“Membangun rumah tangga itu ada suka dan duka. Jika ada masalah, jangan dibawa keluar rumah. Selesaikan berdua. Pun dengan orang tua, ketika sudah menyerahkan atau melepaskan anaknya, maka sudah menjadi tanggung jawab suaminya. Biarkan mereka membina rumah tangganya. Kita sebagai orangtua, sifatnya mengawasi. Jangan terlalu banyak ikut campur. Karena, itu juga tidak bagus,” imbuh Nasrul Abit. (rel)