Puluhan Rumah dan Fasum Rusak

103
Kondisi rumah warga di Jorong Pasir Talang Sako Utara, Sungai Pagu mengalami kerusakan parah, Jumat (30/10) lalu. (IST)

Sebanyak 22 unit rumah warga dan fasilitas umum rusak pasca-banjir bandang menghantam dua nagari di Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Jumat (30/10). Rumah-rumah itu mengalami rusak berat dan ringan termasuk dua unit fasilitas umum.
Kondisi terkini, sisa lumpur sudah dibersihkan masyarakat di Nagari Pasir Talang Sako Utara dan Nagari Pasir Talang Barat, Kecamatan Sungai Pagu.

“Data sementara yang sudah kita himpun ada sekitar 22 unit rumah warga mengalami kerusakan. Termasuk dua unit fasilitas umum seperti masjid dan polindes,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan, Richi Amran, Minggu (1/11).

Dia mengatakan, peristiwa itu dikrenakan intensitas hujan yang tinggi di hulu Batang Lawe, Nagari Pasir Talang Sako Utara. Kondisi demikian menyebabkan anak sungai Batang Lawe meluap.

Banjir Sungai Batang Lawe juga dirasakan dampaknya oleh masyarakat Jorong Batang Lawe Timur dan jorong Batang Lawe Barat, Nagari Pasir Talang Barat. “Data rumah warga yang rusak disapu banjir bandang di Jorong Batang Lawe Timur, Nagari Pasir Talang Sako Utara ada sekitar 13 unit dan satu unit polindes,” ujarnya.

Bangunan rumah berstatus rusak berat atas nama Nofrizal Putra. Sementara 12 unit lainnya mengalami rusak ringan. Seperti rumah Kamaludin, Agusrial, Budi Setiawan, Elya Novia, Anas, Rino Adrino, Miswarti, Tepi Pendra, Sasyenti Lorita. Kemudian dr Dena, Danti Daksin dan satu fasilitas umum jenis Polindes.

Richi Amran melanjutkan, kondisi rumah penduduk di Jorong Batang Lawe Barat, Nagari Pasir Talang Barat yang mengalami rusak berat dan ringan yakni dihuni 9 KK dan satu masjid juga mengalami kerusakan. Rumah yang rusak yakni milik Erlinda Wati, Elmias, Delfi Fitria, Efi Suhartati, Nurlizam, Rose, Yendri Anduza, Siswandri dan Vivi.

Saat banjir bandang terjadi, tidak ada hujan turun di dua nagari tersebut. Hanya saja curah hujan tinggi terjadi di hulu Sungai Batang Lawe yang menyebabkan lumpur, kayu, dan batu terbawa air ke pemukiman penduduk. “Kondisi ini yang menyebabkan rumah penduduk mengalami kerusakan pasca-banjir bandang,” tutur Richi.

Usai banjir bandang, pihaknya langsung menurunkan tim Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Solok Selatan turun ke lokasi, melakukan pendataan dan pembersihan material yang terbawa banjir. “Usai kejadian, hingga tadi siang (kemarin, red) kami turunkan tim yang bergabung TRC BPBD berjumlah 20 orang dan tim Damkar 6 orang,” bebernya.

Baca Juga:  PLN Sumbar Raih Penghargaan Zero Accident dan Penanggulangan Covid-19

Tim gabungan tersebut telah berupaya melakukan pembersihan jalan nasional dari lumpur banjir bandang dan serpihan kayu dan batu. Termasuk pembersihan polindes dan pembersihan Masjid Baiturahman terdampak bencana. “Tidak ada korban jiwa saat peristiwa banjir itu terjadi,” pungkasnya.

3.988 KK Terdampak
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Hujan deras yang terjadi Sabtu (31/10), mengakibatkan Batang Kambang dan Batang Lengayang meluap. Luapan sungai itu mengakibatkan beberapa kampung di Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang terendam banjir. Walau kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa, tapi sebanyak 4 unit rumah warga nyaris terseret ke dalam sungai.

“Empat unit rumah warga yang nyaris terseret ke dalam sungai itu terdapat di Kampung Padangpanjang 1 dan Lubuak Sariak, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pess, Hasnul Karim, kemarin.

Pihaknya saat ini masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerugian yang ditimbulkan oleh bencana banjir yang terjadi pada Sabtu (31/10) tersebut. “Dari laporan sementara yang kita terima, hujan deras yang terjadi itu hanya mengakibatkan banjir di beberapa nagari di Kecamatan Lengayang saja. Berapa besar kerugian, belum bisa kita laporkan. Sebab masih terus dilakukan pendataan,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan di kecamatan itu ada sebanyak 3.988 Kepala keluarga (KK) yang terdampak. ”Namun rumah yang mengalami rusak ringan ada sebanyak 55 unit, dan terdapat di Kampung Akat sebanyak 35 unit, dan di Limau Manis Kulam sebanyak 25 unit pula,” jelasnya.

Pjs Bupati Pessel, Mardi, saat melakukan kunjungan di Nagari Kambang Utara mengatakan empat unit rumah warga yang rusak berat itu akan dilakukan upaya perbaikan dalam waktu dekat.

“Namun untuk sementara, bagusnya keluarga yang rumahnya rusak berat itu mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. Sebab bila dilihat dari kondisi, rumah yang nyaris ambruk itu rawan untuk ditempati,” katanya. Untuk membantu warga yang terkena dampak banjir, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan beras 1.590 kg, dan mie instan sebanyak 98 kardus. (tno/yon)