Lagi, Satu Warga Binaan di Sijunjung Positif Covid-19

PENYEMPROTAN DISINFEKTAN— Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, anggota Polres Sijunjung melakukan penyemprotan disinfektan.

Warga terpapar Covid-19 di Kabupaten Sijunjung kembali bertambah satu orang. Penambahan tersebut berdasar hasil tes swab yang dilakukan di lingkungan Lapas IIB Muaro Sijunjung dan diikuti 253 orang pada 27 Mei lalu. Dengan demikian, hingga kemarin (2/6) total pasien positif Covid-19 menjadi 9 orang.

“Penambahan pasien positif Covid-19 itu justru dialami oleh warga binaan. Di antara 253 menjalani pengujian tes swab, 5 sampel sempat kembali dilakukan tes ulang. Jika digabung seluruhnya berjumlah 258 tes swab. Dari 5 sampel yang diulang ternyata akhirnya diketahui satu terkonfirmasi positif,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Sijunjung, Rizal Efendi.

Pengambilan tes swab merupakan tindak lanjut terpaparnya 8 orang petugas Lapas, termasuk Kalapas (kepala Lapas) sendiri. “Saat ini pasien menjalani proses isolasi secara protokoler di bawah kendali Tim Gugus Tugas Covid-19 Sijunjung,” ucap Kadis Kominfo Kabupaten Sijunjung ini.

Sementara itu, pada 28 Mei lalu juga telah dilakukan pengambilan tes swab terhadap 155 warga oleh tim medis di Gedung SKB Muaro. Sampel tersebut merupakan tindak lanjut hasil tracking terhadap orang-orang yang diduga pernah kontak dengan para pasien yang sebelumnya dinyatakan positif. “Dimulai dari pihak keluarga pasien (8 orang positif), berlanjut ke warga lingkungan tempat tinggal, serta berbagai pihak diduga pernah kontak fisik dengan korban,” sebutnya.

Sehari berikutnya proses pengambilan sampel tes swab juga dilakukan pada 7 sampel di RSUD Sijunjung, 12 sampel di Dinas Kesehatan, dan 38 sampel di Kantor Kejaksaan Negeri Muaro. “Untuk hasil tes swab lainnya di luar Lapas Muaro hingga saat ini masih dalam daftar tunggu di Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK  Unand Padang.  Namun demikian kami berharap hasilnya semuanya negatif,” harapnya.

Sementara, Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin meminta semua masyarakat tetap komit menjaga diri terhadap penularan Covid-19, tunda aktivitas bepergian ke luar daerah. “Bagi yang terlanjur ke luar daerah harus segera mengisolasi diri sampai kondisi kesehatan dapat dipastikan,” ucap Yuswir.

Uji Swab 42 Warga Negatif

Di sisi lain, hasil swab 42 warga Nagari IV Koto Hilia Kecamatan Batang Kapas, dan Nagari Kapuah Kecamatan Koto XI Tarusan, dinyatakan negatif. Hal tersebut mengacu pada laporan pihak Laboratorium  Biomedik (Riset Terpadu) Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand.

Mereka sebelumnya mengikuti uji swab, karena diduga melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 klaster Pasar Raya Padang. “Karena dinyatakan negatif, sehingga ke-42 orang tersebut siang ini (kemarin, red) dipulangkan ke rumah masing-masing setelah sebelumnya mengikuti karantina di Rusunawa Kampung Muaro Nagari Painan Selatan,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokoler Setkab Pessel, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rinaldi.

Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Dailipal, mengapresiasi masyarakat karena berpartisipasi dan bekerja sama dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Pessel. “Dengan kesadaran yang tinggi, mereka mau mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan cara dikarantina,” tuturnya.

‘Dia menambahkan, untuk 38 tenaga kesehatan yang berasal dari Puskesmas Barung Barung Belantai (BBB) Kecamatan Koto XI Tarusan, juga sudah diambil sampel swab tenggorokannya.

“Pengambilan sampel swab tenggorokan yang digelar hari ini (kemarin, red) terhadap 38 tenaga kesehatan ini, dilakukan oleh RSUD dr M Zein Painan. Sampel ini selanjutnya dikirim ke Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand, di Padang,” jelasnya.

Jalani Rapid Test dan Tes Swab 

Di sisi lain, sebanyak 60 pekerja untuk pembangunan Pasar Pariaman yang datang dari Jawa Tengah telah melakukan rapid test dengan hasil nonreaktif. Meski begitu, puluhan pekerja tersebut harus menjalani isolasi mandiri dan tak boleh melakukan kontak langsung dengan penduduk lokal hingga 14 hari ke depan.

“Sebelum perjalanan ke Pariaman, di Jawa Tengah seluruh pekerja telah menjalani rapid test dengan hasil nonreaktif. Atas dasar hasil pemeriksaan surat tersebut kemudian mereka dibolehkan melakukan perjalanan ke Kota Pariaman,” ungkap Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Hendri.

Hendri menyebut sesampai di Pariaman semua pekerja tak boleh kontak dulu dengan warga lokal. Sehingga perusahaan tersebut menyediakan trasportasi khusus pekerja dari tempat tinggal mereka ke lokasi kerja. Penerapan social distancing juga dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Jadi warga Kota Pariaman tak perlu khawatir, tentunya semua standar kesehatan pencegahan Covid-19 sudah diterapkan. Dalam bekerja pun saat pembangunan pasar, aturan jaga jarak juga harus dipenuhi antar sesama pekerja,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul. “Sempat ada empat orang yang suhu tubuhnya agak tinggi. Namun saat kami lakukan pemeriksaan kembali siang hari, suhunya mendekati normal. Bisa jadi mereka kelelahan setelah menempuh perjalanan darat,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya terus melakukan pantauan kesehatan terhadap pekerja ini.

Sementara itu, mewakili tim manajemen PT WIKA Ilfi, yang merupakan tim Satgas PT WIKA mengungkapkan seluruh prosedur untuk kedatangan para pekerja proyek telah diikuti. “Baik itu perizinan, prosedur pemeriksaan kesehatan, dan izin dari instansi terkait telah dilaksanakan dengan menyertakan dokumen masing-masing pekerja beserta identitasnya,” ungkapnya.

Di Dharmasraya, sebanyak seribu orang masyarakat yang berada dalam bidang lingkup keagamaan melaksanakan rapid test yang dipusatkan di Sport Centre. Tes tersebut dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama dilaksanakan pada Selasa (2/6) untuk 500 orang dan sisanya Rabu (3/6).

“Kali ini yang kita sasar adalah sektor keagamaan. Mulai dari penyuluh agama, pengurus masjid, imam, gharin, khatib hingga bilal masjid se Dharmasraya. Sesuai arahan presiden, pemerintah daerah harus benar-benar memastikan kesiapan daerah untuk masuk ke fase “New Normal”. Itulah kenapa tes massal Covid-19 dilakukan dengan sangat masif dan menyentuh segala sektor,” kata Bupati Dharmaraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan didampingi, Kakan Kemenag Abdel Haq, Kapolres Dharmasraya SKBP Aditya Galayudha Feriansyah.

Ia berharap, masyarakat dapat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dan dapat beradaptasi dengan situasi di tengah pandemi. “Diperkirakan pekan depan, aktivitas shalat berjamaah di masjid dan mushala sudah boleh dilakukan dengan memastikan, yang ikut shalat berjamaaah betul-betul hanya warga setempat,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya, Abdel Haq mengpresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Dharmasraya. “Di daerah lain baru memikirkan, tapi Dharmasraya sudah melakukan,” ucapnya. (atn/yon/nia/ita)