Pengunjung Objek Wisata Harus Patuhi Protokol Kesehatan

52
Danau Singkarak salah satu objek wisata di Kabupaten Solok.

Langkah Kota Bukittinggi membuka kembali objek wisata mulai diikuti sejumlah daerah lainnya di Sumbar. Berbagai persiapan pun dilakukan sekaligus mengatur protokol kesehatan di sejumlah objek wisata.

“Kami sudah mulai melakukan pemantauan dan penilaian objek wisata mana yang sudah siap dan dibuka setelah diterapkan “New Normal”. Sebab setelah lama tutup, tentu ada pembenahan terutama dari segi kelengkapan pendukung sesuai aturan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Nasripul Romika, Selasa (2/6).

Di Kabupaten Solok sendiri, ada tiga objek wisata masuk skala prioritas. Yakni Dermaga Singkarak, Alahanpanjang Resort dan Kampung Wisata Budaya. “Untuk tahap awal kami akan melengkapi sarana dan prasarana kebersihan dan kesehatan. Termasuk juga memberikan sosialisasi kepada pengelola objek tersebut tentang aturan “New Normal”,” tambahnya.

Di objek wisata tersebut harus diterapkan standar protokol kesehatan. Pengelola wajib menyediakan thermo gun dan bilik disinfektan. Kemudian, pengelola dan pengunjung wajib memakai masker, menyediakan sapra cuci tangan, hand sanitizer di tempat-tempat terjangkau pengunjung. Bahkan, membatasi pengunjung sesuai konsep “New Normal”.

“Kami juga mewacanakan melatih sumber daya manusia pariwisata yang disesuaikan dengan konsep “New Normal” tersebut,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan pasca-lebaran 2020, masih banyak tempat-tempat populer yang ramai dikunjungi masyarakat. Seperti kebun teh, tepian Danau Singkarak, tepian Danau Kembar, dan beberapa objek wisata lainnya di berbagai nagari di Kabupaten Solok.

“Spot-spot keramaian tersebut bukanlah binaan Dinas Pariwisata. Melainkan tempat yang dikelola masyarakat, tapi pengelola tetap menutup objek wisata tersebut. Kebetulan masyarakat bersikeras mengunjungi tempat tersebut, karena beberapa objek wisata unggulan tutup,” ucapnya.

Ia mengaku dermaga Danau Singkarak, Alahanpanjang Resort (kawasan Danau Diatas dan Dibawah) tetap tutup selama Lebaran. Bahkan telah tutup sejak pertengahan Maret lalu. “Untuk kondisi tidak terduga tersebut, kami sudah sampaikan kepada masyarakat dan masing-masing wali nagari terkait, untuk tetap mengatur aturan sesuai protokol kesehatan,” cetusnya.

Nasripul juga menyebut Kampung Wisata Budaya menjadi alternatif baru dalam berwisata ala “New Normal”. Sebab sesuai konsepnya, wisata budaya bukanlah pariwisata yang memprioritaskan kunjungan masal. Akan tetapi lebih kepada kualitas pariwisatanya, seperti edukasi budaya dan pengalaman selama kunjungan.

“Tapi di nagari Jawi-jawi Guguak (kampung budaya) kami juga sudah melengkapi prasarana sesuai protokol kesehatan dan aturan teknis sesuai konsep. Kami harap pariwisata Kabupaten Solok terus menggeliat di tengah pandemi,” harapnya.

Khusus Bagi Warga Pariaman

Hal senada juga dilakukan Pemko Pariaman. Untuk tahap awal, objek wisata hanya dibuka bagi warga Kota Pariaman. “Hari ini akan dilakukan simulasi pembukaan objek wisata di Kota Pariaman. Semuanya terpusat pada satu pintu. Objek wisata yang rencananya akan dibuka mulai dari Pantai Gandoriah hingga ke Pantai Kata,” kata Kadis Kominfo Kota Pariaman Hendri saat dihubungi Padang Ekspres kemarin.

Simulasi lebih kepada bagaimana seluruh pelaku usaha, pengunjung dan fasilitas yang ada di objek wisata mengacu pada protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.  Di pintu masuk nantinya penjagaan dilakukan oleh TNI / Polri, setiap pengunjung harus menjalani pengukuran suhu tubuh dan tahap awal harus dengan KTP Kota Pariaman. “Pengunjung yang tidak menggunakan masker tidak boleh masuk ke dalam objek wisata,” ujarnya.

Untuk pedagang makanan wajib menjaga jarak, wajib mengenakan masker dan sarung tangan, menyediakan hand sanitaizer dan fasilitas cuci tangan pakai sabun.  Termasuk seluruh peralatan harus steril. Begitu juga dengan pelaku usaha wahana permainan anak. (f/nia)