Dampak Korona, 4.299 Tenaga Kerja di Sumbar Kehilangan Pekerjaan

Infografis ilustrasi korban PHK.

Pandemi virus korona (Covid-19) yang melanda Indonesia dan lebih 200 negara dunia, kini mulai berdampak ke sektor ketenagakerjaan karena dunia usaha terganggu.

Dari data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar terungkap, hingga Sabtu (4/4) pukul 12.00, tercatat sekitar 4.299 tenaga kerja di Sumbar kehilangan pekerjaannya.

“Data yang masuk ke kami hingga Sabtu siang ini pukul 12.00, tercatat 4.299 tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan,” ungkap Kepala Disnakertrans Sumbar, Nasrizal ketika dihubungi, Sabtu (4/4).

Dari data tersebut, kata Nasrizal, tenaga kerja yang dirumahkan sebanyak 4.052 orang dan yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 247 orang. “Tenaga kerja yang dirumahkan dan di-PHK itu berasal dari 776 perusahaan dan sektor di Sumbar,” katanya.

Nasrizal mengatakan, hingga saat ini pihaknya bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten dan Kota masih menghimpun data para tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya. Agar mereka diusulkan sebagai penerima perlindungan sosial melalui program Kartu Prakerja (KPA) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Semua tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan juga diimbau melalui asosiasi masing-masing juga melakukan pendataan secara mandiri. Kemudian, melapor ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten dan Kota masing-masing.

“Kami akan terus menghimpun siapa pun orang yang kehilangan pekerjaan, kita data terus untuk pemanfaatan Kartu Prakerja. Data yang paling penting itu kerja di mana, nomor induk kependudukan, nomor telepon, dan emailnya harus jelas. Karena itu format yang akan diisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nasrizal menyatakan, database para pekerja yang kehilangan pekerjaan akan dikirim ke Kementerian Ketenagakerjaan RI. “Nanti kementerian yang akan menentukan, (tenaga kerja) ini bisa atau tidak mendapatkan manfaat Kartu Pra Kerja,” tukasnya. (idr)