Pasien Terus Bertambah, Sumbar Datangkan 60 Ribu APD dari Shanghai

Wagub Sumbar Nasrul Abit didampingi Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman mencek APD yang didatangkan dari Shanghai, Tiongkok. (Foto: IST)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar mendatangkan 60 ribu alat pelindung diri (APD) kelas premium dari Shanghai, Tiongkok.

APD tersebut untuk memenuhi kebutuhan bagi dokter dan tenaga medis di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Sumbar.

APD ini didatangkan melalui jalur darat, dikirim dari Jakarta ke Padang secara bertahap. Pengiriman pertama, sudah tiba di Padang sebanyak 52.200 pcs, Senin (4/5/2020) lalu.

APD yang datang tersebut langsung disimpan di gudang logistik Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumbar.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, dengan situasi semakin hari jumlah positif Covid-19 terus bertambah di Sumbar, bahkan mencapai lebih 200 kasus positif, maka kelengkapan peralatan medis sangat dibutuhkan.

“Kita berharap tidak ada lagi rumah sakit yang kekurangan APD untuk penanganan Covid-19. Sebab APD yang datang dari Shanghai cukup banyak dengan kualitas premium,” Nasrul Abit saat menerima APD didampingi Kepala BPBD Provinsi Sumbar Erman Rahman dan jajaran, Kepala Dinas Kesehatan Merry Yuliesday, Kepala Inspektorat Mardi, Perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Nasrul Abit menyebutkan, untuk membagikan APD dari Shanghai itu ditangani langsung Kepala Dinas Kesehatan Sumbar sebagai Koordinator Peralatan Medis di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar.

Pasalnya, pihak Dinas Kesehatan telah memiliki data rumah sakit mana saja yang akan diberi APD premium tersebut.

“Nanti yang akan membagikan dari pihak Dinas Kesehatan karena sudah tahu rumah sakit mana saja yang membutuhkan. Semoga penanganan Covid-19 di Sumbar semakin membaik hendaknya,” harapnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar Erman Rahman, mengatakan APD yang datang dari Shanghai itu kualitas terbaik (premium). APD diproduksi khusus untuk penanganan medis.

Sementara, selama ini yang digunakan petugas lapangan adalah APD buatan lokal. Buatan lokal tidak dapat digunakan untuk medis.

“Perlindungan tenaga medis itu sangat penting. Jika tenaga medis yang terpapar, itu akan berbahaya. Siapa lagi yang akan melakukan pengobatan. Untuk itu kita memesan APD kelas terbaik,” katanya.

Untuk membuktikan kualitas tersebut, hadir menyaksikan penerimaan APD itu dari Kejati, BPKP dan Inspektorat Sumbar.

Kebutuhan 45 Hari

APD tersebut disiram dengan air tidak tembus. Begitu juga sepatunya satu kesatuan dengan baju.

Dijelaskannya, Pemprov Sumbar perlu membeli APD premium itu melihat situasi Covid-19 di Sumbar masih belum menunjukkan kondisi membaik. Hingga Senin (4/5)2020) jumlah pasien positif mencapai 203 orang.

Ditambah lagi rumah sakit penanganan Covid-19 terus bertambah, sehingga kesiapan APD ini sangat penting.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar membeli APD premiun itu sebanyak 60.000 pcs ke Shanghai, Tiongkok. Artinya dengan telah tibanya kini 52.200 APD itu, maka sisanya 7.800 APD lagi akan tiba pada tahap berikutnya.

“APD yang ada ini dapat memenuhi kebutuhan selama 45 hari. APD premium ini kita pesan satu bulan lamanya, barulah tiba hari ini di Pusdalops,” sebutnya.

Erman menyatakan, selain APD yang telah tiba, sebelum 10 Mei nanti juga akan didatangkan masker N95 untuk tenaga medis yang jumlahnya 60.000 unit. BPBD Provinsi Sumbar juga akan datangkan 15 ribu kaca mata google serta 11.200 liter disinfektan yang dipesan langsung dari Bandung, Jawa Barat.

Untuk menjaga keamanan, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di setiap dus yang baru datang dari Shanghai. Tujuannya mengantisipasi dan membunuh kemungkinan adanya virus Covid-19.(esg)