Tak Lulus, Tunggu Petunjuk Kemendikbud

Sejumlah pelajar yang diamankan karena menggelar aksi konvoi dan coret-coret baju dalam merayakan kelulusan.

Kelulusan pelajar SMA, SMA LB dan SMK di Sumbar diumumkan, akhir pekan lalu. Hingga kini Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar masih menunggu data kelulusan tersebut dari masing-masing sekolah. Sementara bagi siswa yang tidak lulus, Disdik menunggu instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Biasanya kalau tahun lalu itu, siswa yang tidak lulus diwajibkan untuk ikut ujian ulang atau mengikuti ujian Paket C. Tapi dalam kondisi sekarang ini kita belum bisa memastikan kebijakan dari kementerian seperti apa,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar, Suryanto, kepada Padang Ekspres kemarin (3/5).

Ia mengatakan kelulusan SMA, SMALB dan SMK ditetapkan tanggal 2 Mei 2020. Kelulusan dituangkan melalui surat keterangan lulus dan ditandatangani oleh kepala sekolah atau pejabat lain yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang.

“Tanggal yang tertera pada surat keterangan lulus harus sama dengan tanggal penulisan ijazah yaitu tanggal diumumkannya hasil ketentuan lulus yaitu tanggal 2 Mei 2020,” kata Suryanto.

Kelulusan siswa akan ditentukan oleh sekolah masing-masing siswa, sesuai standar kelulusan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud.

”Untuk pengumuman kelulusan diserahkan ke masing-masing sekolah melalui online atau daring, tidak diumumkan di sekolah atau melalui selebaran. Pengumuman kelulusan berupa surat keterangan lulus melalui daring tersebut dapat diakses dan di print out oleh peserta didik masing-masing,” sebutnya.

Ia menjelaskan kelulusan SMA dan SMALB ditentukan berdasar nilai 5 semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

“Kalau untuk kelulusan SMK ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio, dan nilai praktik selama lima semester terakhir atau menggunakan penilaian dari praktik industri atau menggunakan nilai dari uji sertifikasi keahlian siswa,” paparnya.

Pelajar Diamankan 

Sementara itu, Polres Solok Kota mengamankan 22 pelajar yang menggelar konvoi dengan sepeda motor dalam perayaan kelulusan. Mereka melakukan coret-coret baju di pinggir jalan. “Puluhan pelajar itu diamankan personel saat melakukan patroli dalam rangka Kamtibmas dan mendukung PSBB di Kota Solok,” ujar Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi.

Ia menuturkan kegiatan itu merupakan kegiatan rutin dalam melakukan pengamanan mendu kung PSBB. “Saat patroli Polres Solok Kota mengamankan pelajar SMA merayakan kelulusan dengan konvoi dan coret-coretan baju. Kami amankan 22 pelajar terdiri dari 16 orang laki-laki dan 6 orang perempuan, dan langsung digelandang ke Mapolres Solok Kota,” terangnya.

Untuk penyelesaian selanjutnya siswa tersebut diminta menghadirkan orang tua dan harus membuat surat pernyataan. Dimana, tidak mengulangi perbuatan yang sama terutama selama masa pandemi Covid-19.

Kejadian serupa terjadi di Kota Pariaman. Petugas gabungan Satpol-PP, Satlantas Polres Pariaman, Kodim 0308 Pariaman, dan BPBD Kota Pariaman juga melakukan razia terhadap pelajar berkeliaran dengan coret-coretan baju usai pengumuman kelulusan. Razia tersebut juga dalam rangka penertiban Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pariaman.

“Pelajar tersebut saat dirazia oleh anggota kami yang berlokasi di Pant ai Kata Pariaman. Mereka sedang melakukan konvoi menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Kepala Satpol PP Pariaman Elfis Candra.

Pelajar yang melakukan coret-coret baju tersebut bukan dari siswa-siswi Kota Pariaman tapi dari daerah luar Kota Pariaman.
Tidak hanya pelajar, lanjut Elfis, petugas juga menghentikan puluhan pengendara motor yang masih remaja tidak mengenakan masker dan helm. “Mereka kami berikan hukuman push up dan perjanjian tidak lagi keluyuran ditengah pandemi korona ini,” ujarnya.

Gelas Aksi Sosial

Berbeda dengan siswa yang tertangkap konvoi itu, sebanyak 143 siswa SMAN 2 Pulaupunjung Kabupaten Dharmasraya malah merayakan kelulusan dengan aksi sosial berbagi sembako dengan warga kurang mampu.

Divanda TP, salah satu siswa yang lulusa mengatakan, kegiatan itu merupakan bentuk rasa syukur atas kelulusan ia dan kawan-kawannya. “Paket sembako berasla dari uang jajan. Kami semua patungan. Memang tidak banyak tapi kami harap bisa membantu,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Indra. “Jangan lihat dari banyaknya. Sedikit menurut kita, sungguh berharga buat mereka yang membutuhkan apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Rosnah saat menerima bantuan sembako mengatakan, sejak wabah virus korona, ia tidak mempunyai pemasukan lagi. Apalagi sehari-hari ia berprofesi sebagi tukang bersih-bersih kebun. “Terima kasih saya sekeluarga ucapkan atas bantuan dan kepeduliannya,” ucapnya. (r/nia/ita)