Nekat Masuk Sumbar, Disuruh Balik

42
Asisten l Bidang Pemerintah Dedy Purmana serta Kasat Lantas Polres Limapuluh Kota Iptu Dian Jumes mengecek Posko Penyekatan di Jorong Panang, Nagari Tanjuang Baliak, Kecamatan Pangkalan Kota Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. (IST)

Lonjakan kasus positif Covid-19 di Sumbar terus terjadi. Untuk itu itu jelang Lebaran, pengawasan kawasan perbatasan semakin diperketat. Kini, personel gabungan sudah ditempatkan di pos penyekatan perbatasan seperti di perbatasan Sumbar-Jambi di Kubang Gajah, Nagari Lubukgadang Tenggara, Kecamatan Sangir. Bahkan personel brimob juga diperbantukan di pos tersebut.

“Kita memiliki tiga pos penyekatan, satu pos penyekatan antar provinsi dan dua pos penyekatan antar Kabupaten,” kata Kapolres Solok Selatan, AKBP Teddy Purnanto, Senin (3/5).

Untuk pos penyekatan Kubang Gajah perbatasan Sumbar-Jambi, sudah dimulai sejak 22 April 2021 dan pos antar kabupaten tepatnya serentak pada 6 Mei 2021 dalam pencegahan mudik.

Jumlah personel yang bertugas setiap harinya sebanyak 15 orang dengan rincian dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta BPBD masing-masing satu orang personel dan 10 orang dari Brimob.  “Untuk pencegahan masuknya pemudik dari Provinsi Jambi ke wilayah Sumbar kita mengkondisikan 15 personel setiap harinya, 10 orang diantaranya anggota Brimob,” ungkap Kapolres.

Dikatakannya, pos penyekatan tersebut didirikan sejak 22 April 2021 lalu dan sudah dioperasikan. Kegiatan di pos penyekatan saat ini, mulai dari penyetopan kendaraan yang masuk dari wilayah Sumbar dan yang datang dari Provinsi Jambi. Baik penumpang maupun sopir di pos penyekatan dilakukan pengecekan suhu tubuh dan pembagian masker, sebelum disuruh putar balik.

“Operasi mudik di pos penyekatan meski harus dilakukan secara tegas, dan wajib mematuhi protokol kesehatan saat berkendara maupun penumpang kendaraan roda dua dan empat,” terang Kapolres.

Sanksi bagi pemudik yang datang dari Provinsi Jambi, katanya, disuruh putar balik kembali. Tidak dibenarkan masuk, sesuai intruksi Presiden, bagi anggota yang melonggarkan akan disanksi sesuai pelanggaran. “Bagi personel yang bermain nantinya, kita akan berikan sanksi yang tegas,” tandasnya.

Katanya, kendaraan yang diperbolehkan masuk masuk ke wilayah Sumbar melalui pos penyekatan, hanya kendaraan pengangkut sembako, Bahan Bakar Minyak (BBM), jasa pengiriman, ambulans, TNI dan Polri.

Namun mereka harus mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 atau telah menerima vaksinasi Covid-19. Termasuk pemeriksaan barang-barang yang ada dalam mobil box. “Jika di dalamnya ada kendaraan, atau orang dalam mobil box barang tersebut. Maka kendaraan akan dikandangkan, karena sudah melakukan pelanggaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Andrifides menambahkan, selain tiga pos penyekatan, juga ada pos pengamanan di tiga lokasi seperti di RTH Muaralabuh Kecamatan Sungai Pagu, di Smpang Empat Padang Aro, Kecamatan Sangir dan di Simpang tiga Lubuk Malako Kecamatan Sangir Jujuan. “Di pos penyekatan 15 personel  setiap hari dan di pos pengamanan masing-masing 10 personel gabungan,” bebernya.

Baca Juga:  Truk Batu Bara Angkut Belasan Penumpang, Dicegat di Pos Penyekatan

Bagi yang tidak memiliki surat bebas Covid-19 atau rapid antigen 1×24 jam akan disuruh pulang baik itu TNI-Polri, mobil BBM, mobil logistik dan ambulan, kecuali sakit.
Baik Ambulan, mobil barang, TNI-Polri yang lewat, harus diperiksa isi kendaraan roda empat. Apakah benar bawa orang sakit atau tidak, apakah dalam mobil box itu adalah logistik.

“Jika tidak, akan suruh balik kanan dan sanksi tidak ada. Sanksi sosial dan lihat kondisi dan situasi di lapangan,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Solok Selatan Khairunas memastikan di pos penyekatan personel yang bekerja akan profesional. Bahwa tidak ada istilah mudik,maka petugas harus menjalankan tugasnya dengan baik.

Sebelumnya, sebanyak 10 pos penyekatan di daerah perbatasan Sumbar didirikan Polda Sumbar. Hal itu disiapkan untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat yang melakukan aktivitas mudik lebaran 1442 H.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto Menegaskan, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk larangan mudik lebaran. Sehingga pihaknya mengambil langkah-langkah teknis yang telah dipersiapkan.

Salah satunya, upaya penyekatan di wilayah perbatasan Sumbar dengan provinsi tetangga. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar  Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengungkapkan, 10 pos penyekatan ini dilakukan di tujuh wilayah polres. Pos penyekatan akan menjaga pintu masuk darat wilayah Sumbar.

Yakni perbatasan antara Provinsi Jambi, Riau, Bengkulu hingga Sumut. Berikut Sebaran Pos Penyekatan Pemudik di Wilayah Sumbar yakni Polres Pasaman, berada di Pos Sekat Muaro Cubadak, Kecamatan Rao perbatasan dengan Sumatra Utara, Pos Sekat Mapattunggul, Kecamatan Mapat Tunggul berbatasan dengan Provinsi Riau.

Untuk Polres Pasaman Barat di Pos Sekat Provinsi (Kampung Baru, Nagari Bantahan, Kecamatan Rabat) sedangkan di Polres Limapuluh Kota ada  Pos Sekat Pangkalan berbatasan dengan Provinsi Riau.

Untuk Polres Pesisir Selatan ada Pos Sekat Silaut, Kecamatan Silaut berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Mukomuko dan Pos Sekat Sako, Kecamatan Rahul Tapan berbatasan dengan Provinsi Jambi, Kabupaten kota Madya Sungai Penuh Kerinci.

Sedangkan Polres Sijunjung ada Pos Sekat JTO Kamang perbatasan dengan Provinsi Riau dan Polres Dharmasraya ada Pos Sekat Simalidu berbatasan dengan Provinsi Jambi serta Pos Sekat Sungai Rumbai berbatasan dengan Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi. Untuk Polres Solok Selatan ada Pos Sekat Provinsi Kubang Gajah Perbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. (tno)

Previous articleRaih Podium di Moto2 dan Moto3, Indonesian Racing Catat Sejarah
Next article 2 Pasang Muda-Mudi Digerebek di Hotel