Cari dan Evakuasi Puluhan Warga Hilang, BPBD Sumbar Kerahkan Heli

729

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar mengerahkan satu unit helikopter untuk membantu pencarian dan evakuasi puluhan warga dari Kabupaten Limapuluh Kota yang hilang di dalam kawasan hutan Kabupaten Agam sejak Sabtu (3/10/2020).

“Jika cuaca mendukung kita take off pukul 08.00 WIB besok (5/10/2020) bersama Pak Rusmainur (Kabid Kebencanaan) dan Kepala Basarnas Padang Pak Asnedi dari BIM (Bandara Internasional Minangkabau),” ujar Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman, Minggu (4/10/2020) malam.

Menurut Erman, helikopter digunakan untuk membantu pencarian lewat udara, dan evakuasi cepat ketika warga ditemukan.

“Kita berharap ada lokasi landing (mendarat) heli di sekitar kawasan hutan di mana warga itu hilang. Dengan adanya heli ini diharapkan evakuasi nanti juga bisa berlangsung cepat. Begitu juga pasokan makanannya,” jelas Erman.

Dari informasi yang diterima pihaknya, kata Erman, saat ini titik koordinat puluhan orang dari Nagari Suayan Limapuluh Kota yang hilang ketika menuju Kamang Hilia Agam itu, sudah diketahui. Untuk memudahkan evakuasi, pihaknya berharap mereka tidak bergerak ke posisi lain.

“Selain helikopter, kita dari BPBD Sumbar juga akan membawa logistik makanan siap saji untuk warga yang hilang itu, karena diperkirakan mereka sudah kehabisan makanan,” tambah Erman Rahman yang juga Pjs Bupati Tanahdatar ini.

Baca Juga:  Cegah Ponpes jadi Klaster Covid-19

Sebelumnya, BPBD Agam menyebutkan, sekitar 77 orang warga dari Kabupaten Limapuluh Kota hingga Minggu (4/10/2020) masih dinyatakan hilang dan dicari oleh Tim SAR Gabungan.

Sementara, 14 orang yang berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam hutan di Kabupaten Agam, sejak diketahui loss contact pada Sabtu (3/10/2020).

Kepala Badan Pelaksana BPBD Agam Muhammad Luthfi mengatakan, pihaknya menerima laporan kehilangan tersebut pada Minggu (4/10/2020). Rombongan yang hilang tersebut diketahui berangkat masuk hutan pada Sabtu (3/10/2020) pagi.

“Warga ini terdiri atas dua rombongan. Mereka dari Nagari Suayan, Limapuluh Kota. Rombongan pertama 14 orang, dipimpin wali nagarinya. Mereka mencari sumber air di daerah perbatasan dengan Kamang Hilia Agam. Rombongan kedua, ada 77 orang lagi, dengan tujuan membuka jalur wisata,” kata Luthfi kepada wartawan.

Rombongan pertama yang berjumlah 14 orang, sudah ditemukan setelah diketahui turun di sekitar daerah Simarasok, Kecamatan Baso, Agam. “Kondisi 14 orang ini dilaporkan dalam keadaan baik-baik saja,” kata Luthfi.(esg/hsn)