Aktivitas Pengemis dan Gelandangan Dekat Kantor Gubernur Ditertibkan

44

Pengemis dan gelandangan yang terlihat ramai “mangkal” di sekitar kawasan protokol, Jalan Sudirman, Kota Padang, ditertibkan oleh Satpol PP Sumbar, Selasa (4/5/2021).

Mereka tidak dibenarkan melakukan aktivitas meminta-minta di sekitar kawasan dekat kantor dan rumah dinas Gubernur Sumbar itu lagi. Mereka dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban sebagaimana diatur peraturan daerah (perda).

Kasat Pol PP Dedy Diantolany mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengawasan serta sosialisasi kepada para gelandangan dan pengemis itu agar tidak mengulangi perbuatannya karena bisa disanksi sesuai perda.

“Satpol PP dan Dinas Sosial Provinsi bersama Kota Padang akan melaksanakan pengawasan langsung mulai hari ini pukul 14.00 WIB. Langkah pertama dengan memberikan imbauan untuk tidak mengemis,” ujarnya usai Rapat Kordinasi Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Selasa (4/5/2021).

Imbauan dan penerbitan yang dilakukan pihaknya, kata Dedy, sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Perbuatan menjadikan diri gelandangan dan pengemis dapat diancam dengan pidana kurungan dan denda. Masyarakat yang memberikan uang kepada gelandang dan pengemis juga dapat diancam pidana,” tegasnya.

Baca Juga:  Hari Pertama Larangan Mudik, BIM Sepi, Bus tak Beroperasi

Kepala Dinas Sosial Sumbar, Jumadi menyebutkan sesuai data Dinas Sosial Kota Padang, telah didata 74 orang pengemis dan gelandangan tahun 2020.

“Kebanyakan yang melakukan kegiatan mengemis adalah pendatang dari luar Kota Padang. Hubungan sebab akibat juga datang dari masyarakat yang terlalu gampang memberi uang kepada mereka di jalanan, sehingga mereka jadi keseringan,” ujarnya.(rel)

Previous articlePuluhan Pengunjung dan Pekerja Bandara Terjaring Razia Prokes
Next articleBertemu Menteri PUPR, Mahyeldi Ajukan Infrastruktur Prioritas Sumbar