1 Pejabat Solsel Positif Covid-19

105
Ilustrasi. (sumber: IST)

Pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Solok Selatan terus bertambah. Satu orang pejabat Pemkab Solsel berinisial BM, 56, dinyatakan terpapar positif Covid-19. Hal itu berdasar hasil uji swab yang dikirim oleh tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand.

“Dari 83 sampel swab kami kirim, satu orang kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Solsel dinyatakan positif korona,” ungkap Juru Bicara Penanganan Covid 19 Solok Selatan, Novirman, Kamis (4/6).

Dengan keluarnya hasil swab tersebut, maka jumlah warga positif Covid-19 di Solsel bertambah satu orang lagi. Sebelumnya ada lima yang terpapar Covid-19, tiga orang sudah dinyatakan sembuh dari tularan virus pandemi itu. Hingga kemarin, jumlah keseluruhan yang positif sebanyak 3 orang. “Lima pasien positif Covid-19 sebelumnya merupakan orang tanpa gejala (OTG) termasuk BM, 56, yang telah hasil swabnya keluar,” imbuhnya.

Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 melakukan tracking atau rekam jejaknya BM dengan siapa saja melakukan kontak langsung. Sebab, Rabu (3/6) BM bersalam-salaman dan kontak langsung dengan wakil rakyat di DPRD Solsel. Termasuk pejabat daerah saat rapat evaluasi memasuki masa “New Normal” di kantor Bupati Solsel.

“Seluruhnya hari ini (kemarin, red) dengan kuota 100 orang diambil sampelnya dan akan diuji di Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand. Untuk anggota dewan dan sekretariat DPRD 50 sampel dan pejabat daerah serta staf dinas 50 sampel lagi,” tuturnya.

Komprehensif tracking, mana yang OTG akan tampak hasilnya. Itulah manfaat dilakukan tracking. Bahkan keluarga BM juga akan diambil sampel swabnya. Termasuk tetangga, sopir BM lainnya yang melakukan kontak dengan BM.

“Jika ada terdapat penambahan positif korona, maka akan diisolasi di ruang Covid-19 RSUD Solsel. Jika hasil yang diambil swab negatif, maka hanya BM yang dikirim ke Balai Diklat BPSDM Sumbar,” jelasnya.

Kemarin, berdasar permintaan BM sebut Novirman, ia ingin melakukan isolasi mandiri di rumahnya di Nagari Pasir Talang Barat, Kecamatan Sungai Pagu. “Dia BM meminta diisolasi di rumah saja. Namun jika hanya dia saja yang positif maka akan kita kirim ke Balai Diklat BPSDM Sumbar,” ujarnya.

Saat dimintai keterangan oleh Novirman via handphone, BM mengaku tidak pernah keluar daerah selama pandemi.  Menurutnya, BM tertular dari warga lainnya yang pernah kontak langsung dengan dia di rumah selama 14 hari belakangan. “Saya pernah kontak dengan orang yang membawa paket dari Padang. Paket itu dititipkan anak saya yang tinggal di Sawahan, Kota Padang,” begitu tutur BM yang ditirukan Novirman.

Sementara itu, dari 5 pasien positif yang dirawat di Balai Diklat BPSDM Sumbar dan di RSAM Ahmad Muchtar Bukittinggi, 3 sudah sembuh mereka ayah dan dua anak laki-lakinya.   Sedangkan istri dan mertua perempuan DA, masih dirawat. Kondisinya masih positif Covid-19. YS, dirawat di Balai Diklat BPSDM Sumbar dan YT di RSAM Ahmad Muchtar Bukittinggi.

Pasien Positif Sembuh

Di sisi lain, pasien positif Covid-19 satu-satunya di Kota Solok, dinyatakan sembuh.  Konfirmasi positif tersebut didapat dari hasil swab kedua dinyatakan negatif Covid-19.

“Kami bersyukur, pasien positif 01 yang merupakan satu-satunya pasien positif Covid-19 dari Kota Solok dinyatakan sembuh,” kata Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kota Solok dr Ambun Kadri, kemarin.

Terkait riwayat kesembuhan pasien positif 01 Covid-19 Kota Solok, Kepala Dinas Kesehatan ini menyatakan dimulai pada tanggal 14 Mei 2020 Tim Gugus Tugas melakukan tes swab secara acak. Ini sesuai permintaan dari Gubernur Sumbar dengan pengambilan sampel sebanyak 50 orang dari berbagai kalangan.

Saat pelaksanaan tes swab tersebut, BAH, laki laki berumur 25 tahun mendatangi posko PSC dengan niat memeriksakan diri karena khawatir terjangkit Covid-19. Hal ini dikarenakan pekerjaan bersangkutan sebagai pramuniaga yang mengharuskannya berkeliling mengantarkan dagangannya ke berbagai agen/toko di beberapa wilayah kabupaten dan kota lain. Pekerjaannya ini berisiko tinggi tertular Covid-19, maka petugas menyarankan untuk dilaksanakan tes swab, dan dia setuju.

Hasil swab kemudian dikirim ke provinsi untuk diperiksa di Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand. Pada Senin (18/5) sekira pukul 19.00 hasil pemeriksaan tersebut telah keluar dan ia dinyatakan positif Covid-19. Setelah dinyatakan positif, BAH kemudian diisolasi selama 1 hari di posko Covid-19 di Bandapanduang. Kemudian dipindahkan ke BPP Padang, sejak 20 Mei. Ini mengingat di Kota Solok belum ada tersedia tempat isolasi bagi pasien positif Covid-19.

Pada 26 Mei dilakukan PCR swab test pertama setelah menjalani diisolasi, pada 27 Mei hasilnya dinyatakan negatif. Kemudian, swab kedua dilakukan pada 2 Juni dan pada 4 Juni hasilnya dinyatakan negatif. “Setelah dua kali hasil test swab dinyatakan negatif. Artinya pasien tersebut sudah sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan kembali pulang ke rumahnya,” ungkapnya. (tno/f)