Perketat Patroli, Cegah Ilegal Fishing di Sumbar

29
JAGA LAUT SUMBAR: Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama Tim Pengawasan Laut dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar foto bersama sebelum kegiatan patroli di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan Kapal Tenggiri, kemarin (4/6).   

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama Tim Pengawasan Laut dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar melaksanakan kegiatan patroli di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan Kapal Tenggiri, kemarin (4/6).

Kegiatan patroli itu sekaligus mengantarkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk rumah sakit dan puskesmas di daerah pulau terluar dan terpencil. “Patroli perairan digelar Senin hingga Kamis bertujuan untuk mencegah segala bentuk pencurian ikan di daerah Sumbar sekaligus pengamanan gangguan masuknya bahan berbahaya maupun narkotika kewilayah Indonesia,” kata Wagub Nasrul Abit.

Ia mengimbau nelayan untuk berhati-hati dalam mencari ikan di laut serta menginformasikan kepada pihak kepolisian. Jika mendapatkan informasi tindak pidana maupun warga negara asing (nelayan ilegal, red)  yang memasuki perairan Indonesia di wilayah Sumbar.

“Selama patroli kami tidak menemukan adanya pelanggaran. Tapi kami akan terus melakukan patroli mencegah illegal fishing di perairan laut di daerah ini,” tegas Nasrul Abit.

Terkait dengan penggunaan Kapal dari DKP Sumbar, Wagub Nasrul Abit berharap ada pengadaan kapal cepat yang bisa mengatasi penanganan illegal fishing dan kapal-kapal asing. “Kami butuh kapal cepat, karena kapal-kapal yang masuk ke perairan Sumbar memiliki kapasitas yang besar dan cepat. Ini yang harus menjadi perhatian kita,” kata Nasrul Abit.

Ia mengatakan kapal pengawas Indonesia tidak bisa menangkap kapal-kapal. Upaya yang dapat dilakukan oleh pengawas laut hanya bisa menghalau kapal yang melanggar di wilayah Sumbar.

Kapten Kapal Tenggiri milik Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Juli Edison berharap kegiatan patroli tersebut bisa dilakukan dua kali dalam satu bulan. “Masih banyak nelayan-nelayan yang dari luar masuk dalam wilayah Sumbar. Untuk itu saya berharap adanya patroli ini, bergabung dengan pihak-pihak terkait, agar pelaku illegal fishing tidak lagi berada di perairan Sumbar,” ujarnya.

Ia berharap patroli selanjutnya di perairan laut daerah ini bisa bersama dengan tim gabungan pemerintah provinsi setempat. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak daerah,” ujarnya. (wni)