Andre Rosiade: Gerakkan Ekonomi, Hancurkan Sistem Rentenir

25

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Andre Rosiade membuka secara virtual kegiatan Seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra, Mikro Holding Badan Usaha Milik Negera (BUMN) di Hotel Mercure, Sabtu (5/6/2021).

Pada kegiatan yang diikuti oleh pelaku UKM se- Kota Padang ini, Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu menuturkan, salah satu tujuan program integrasi ekosistem dari holding BUMN ini adalah untuk membunuh maraknya sistem rentenir yang menjerat pelaku kecil dan menengah saat ini. “Ini cara pemerintah untuk menggerakkan roda perekonomian dan mengurangi kemiskinan,” kata Andre.

Andre berharap, sosialisasi manfaat dan tujuan dari pembentukan program integrasi sinergi ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nantinya bisa menjawab kebutuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat. “Sekali lagi ini juga cara pemerintah untuk menghabisi sistem rentenir yang mengancurkan ekonomi rakyat,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini mengharapkan pelaku usaha kecil menengah untuk naik kelas setelah mendapatkan pengetahuan dalam kegiatan sosialisasi dan penerapan program yang akan dilakukan.

Langkah tersebut melalui Sinergi Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari tiga perusahaan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Sinergi ekosistem ini ditargetkan terbentuk pada semester II tahun ini.

“Mudah-mudahan sinergi tiga BUMN, BRI, PNM dan Pegadaian menjadi ekosistem dalam eksekusi bagi Indonesia untuk mengurangi kemiskinan, dan membunuh sistem rentenir,” katanya.

Anggota Komisi VI DPR RI ini mengatakan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil, termasuk para pedagang tradisional, Pemerintah didukung DPR RI bersama dengan BUMN sektor ultra mikro (UMi) dan UMKM, akan membentuk suatu ekosistem finansial untuk jutaan pelaku usaha kecil di Indonesia.

Andre menambahkan, dari 57 juta pengusaha ultra mikro di Indonesia, baru 20 persen di antaranya yang mendapatkan layanan dari institusi keuangan formal. Padahal 80 persen segmentasi ekosistem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tradisional, pemilik toko dan pekerja lepas.

Di satu sisi, pelaku ultra mikro dan UMKM ini merupakan tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional, sehingga harus diselamatkan dari tekanan dampak pandemi Covid-19. Harapannya pelaku usaha ultra mikro dapat bangkit, berkembang serta naik kelas.

Baca Juga:  Luhut Minta Kapolda, Danrem, Kajati Dukung Pengurangan KJA Maninjau

“Sinergi ini mengkolaborasikan kekuatan dan mensinergikan keahlian dalam satu rumah besar agar bisa membantu sebanyak-banyaknya pelaku usaha kecil supaya mereka bisa segera bangkit. Karena merekalah tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional,” sebutnya.

Manfaat positif dari sinergi BUMN ultra mikro ini, lanjut Andre, tentunya akan dirasakan para pelaku usaha ultra mikro karena mereka berpeluang besar mendapat pembiayaan berbunga rendah di masa depan. Penurunan suku bunga pinjaman bisa terjadi karena sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian akan menurunkan cost of fund.

“Sinergi ini ingin memastikan terdapatnya bunga pinjaman yang lebih rendah bagi nasabah. Ini penting karena kita ketahui banyak pelaku usaha dan masyarakat kita yang masih mendapatkan pendanaan dari rentenir dan pinjaman online illegal. Kami berharap sinergi ekosistem ultra mikro bisa jadi solusi,” ungkap Andre.

Salah satu pemateri kegiatan ini, Regional Head Kredit Mikro BRI Wilayah Padang Bambang Widihasmoro mengatakan, tiga BUMN yakni BRI, Pegadaian dan PNM menjawab kebutuhan para pelaku UMKM. “Dalam kegiatan ini akan dijelaskan pemenuhan kebutuhan rekan-rekan di UMKM dari segi permodalan. Kita membantu dari banyak sisi dan tidak memberikan modal lepas begitu saja, kita juga akan memberikan pendampingan kepada usaha mikro baik segi pelatihan kewirausahaan serta dukungan lainnya,” katanya.

Bambang menambahkan, untuk BRI sendiri produk yang dikuatkan terutama untuk pemulihan ekonomi nasional. Saat ini BRI fokus menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Nilai pinjaman KUR antara lain KUR nominalnya, KUR kecil 50 juta sampai 500 juta. Program KUR ini suku bunganya cukup rendah yakni sekarang 6 persen.KUR juga menghindari pelaku UMKM untuk tidak meminjam kepada rentenir. Prosesnya pun sangat mudah dan simple,” jelasnya.

Sementara, Panitia Kegiatan Seminar Edward Azwar mengatakan, seminar Sosialisasi Integrasi Ekosistem Ultra Mikro diikuti oleh 60 orang peserta yang berasal dari pelaku UMKM.

“Peserta berasal dari kecamatan di antaranya dari Kecamatan Kuranji dan Pauh. Tujuan seminar ini yang menghadirkan tiga holding dengan tujuan membangkitkan UMKM di Kota Padang agar bangkit ditengah pandemi dan agar pelaku usaha tidak terjerat dan lepas dari sistem rentenir yang akan merugikannya, “pungkasnya. (*)

Previous articleNetizen Ramai ‘Bismillah Komisaris’, Andre: Biasa, Pro-Kontra Abdee
Next articleNakes SPH Ungkap Bagaimana Prosedur Swab