Prof. Herri Serahkan SK Pembukaan Prodi Teknik Rekayasa Energi

1

Prof. Dr. Herri, MBA selaku kepala LLDIKTI Wilayah X menyerahkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang izin pembukaan program studi teknologi rekayasa energi terbarukan program sarjana terapan kepada Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, MBA ruang sidang lantai 2, Rabu (23/6/2021).

Keputusan itu tertuang dalam SK Mendikbud Nomor 109/D/OT/2021 tanggal 28 Juni 2021 dengan tambahan program studi teknologi rekayasa energi terbarukan, sekarang Universitas Bung Hatta menyelenggarakan 34 program studi.

Penyerahan SK tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang I UBH Prof. Dr. Hendra Suherman, MT, Dekan Fakultas Teknologi Industri Prof. Dr. Eng. Reni Desmiarti. MT, Ketua Jurusan Teknik Kimia Dr. Firdaus, Koordinator Sumber Daya Pendidikan Tinggi Febrina Fitri, M.Si, Koordinator Akademik dan Kemahasiswaan Ely Susanti, MM, Sub Koordinator Kelembagaan Tetri Aida, SE, MM, dan Sub Koordinator Akademik Taufik, S.Sos.

Turut hadir, pimpinan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X secara daring melalui aplikasi zoom meeting.


Prof. Herri mengucapkan selamat kepada rektor dan seluruh sivitas akademika Universitas Bung Hatta atas perolehan izin penambahan program studi baru.

“Selamat Pak Rektor. Atas kerja sama seluruh sivitas akademika serta dorongan Kementerian ESDM dan Pemprov Sumatera Barat, program studi teknologi rekayasa energi terbarukan sudah mendapatkan izin. Ini program studi yang ditunggu-tunggu. Prodi yang menjadi impian kita dan cocok dengan kebutuhan,” ucap Kepala Lembaga.

Baca Juga:  Bahas Tarif Atas-Bawah Air PDAM, Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat

Dikatakan Prof. Herri bahwa ini merupakan program studi langka dan punya peluang besar di dunia kerja. Hadirnya program studi teknologi rekayasa energi terbarukan ini, besar harapan kita bahwa anak-anak muda di Sumatera Barat maupun provinsi lain melanjutkan studi di program sarjana terapan ini.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Tafdil Husni, MBA mengatakan bahwa program studi teknologi rekayasa energi terbarukan ini merupakan prodi yang unik. Tidak banyak di Indonesia.

Dilihat dari potensi di Sumatera Barat, peluangnya sangat besar. Fokus kajiannya adalah air dan panas bumi. Di bidang pengembangan mutu, Universitas Bung Hatta sudah menjalin kerja sama dengan PT Supreme Energy Muara Laboh, PT Tamaris Hydro, dan Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat.

“Tenaga pengajar tidak hanya dari akademisi saja. Universitas Bung Hatta juga mendatangkan praktisi. Harapan kami, anak muda di Sumatera Barat maupun di provinsi lain berminat melanjutkan studi program studi teknologi rekayasa energi terbarukan. Menjadi SDM yang unggul dan siap memasuki dunia kerja,” ucap Prof. Tafdil.(*)