Pemotongan Sapi Betina Masih Terjadi

ilustrasi. (jawapos.com)

Pemotongan hewan kurban betina masih terjadi di sejumlah daerah di Sumbar. Salah satunya ditemukan di Kota Padangpanjang. Tidak hanya pemotongan sapi betina, dinas terkait juga menemukan kasus cacing hati pada daging kurban di 10 kelurahan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padangpanjang, Ade Nafrita Anas mengatakan, selama pemeriksaan postmortem 31 Juli hingga 3 Agustus, jumlah hewan kurban di daerah tersebut tercatat 575 ekor. Masing-masing 539 sapi jantan, 8 sapi betina, 25 kambing jantan dan 3 ekor kambing betina.

“Pencatatan data sementara dari 40 petugas yang kita turunkan, terlihat masih terjadi pemotongan hewan kurban betina. Namun dibanding tahun 2019 ada penurunan, pada tahun lalu tercacat 13 sapi betina dikurban. Demikian juga kambing betina, tahun 2019 tercata sebanyak 4 ekor,” ungkap Ade didampingi Kabid Peternakan Wahidin Beruh, Selasa (3/8).

Wahidin Beruh menambahkan, pemeriksaan pada 98 titik tersebut juga ditemukan 4 ekor hewan kurban yang tidak cukup umur. Hal ini terjadi di tiga lokasi pemeriksaan pada dua kelurahan di kota berhawa sejuk itu.

“Sedangkan dalam pemeriksaan terhadap daging hewan kurban hingga Senin (3/8) sore, ditemukan sebanyak 38 kasus cacing hati pada 22 titik lokasi pemeriksaan di 10 kelurahan,” ungkap Wahid.

Terkait masih terjadinya pemotongan hewan kurban betina, Wahid menyebut akan menyurati kembali panitia kurban di masjid tersebut. “Pemotongan sapi betina kali ini sebanyak 8 ekor terjadi hanya di satu tempat, yakni di Masjid An Nur Kelurahan Bukitsurungan. Kita juga akan berkoordinasi dengan kepolisian,” tegas Wahid menyangkut pelanggaran hukumnya.

Baca Juga:  Lepas Jabatan Ketua LPTQ, Nasrul Abit Ingin MTQ Nasional Tetap Sukses

Sementara itu disebutkan Ade Nafrita Anas, pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun 2019, terdapat 565 ekor sapi jantan dan 13 ekor sapi betina. Sedangkan 21 kambing kurban, 17 kambing jantan dan 4 kambing betina.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, semangat ibadah berkurban masyarakat masih tinggi di tengah pandemi Covid-19. Terbukti dengan adanya perputaran uang yang beredar sebesar Rp 700 miliar kegiatan jual beli ternak di Sumbar.

“Alhamdulillah, sektor peternakan di Sumbar masih terus bergairah meski di tengah Covid-19,” sebutnya usai penyerahan sapi kurban Presiden Joko Widodo, Sabtu (1/8) lalu di Masjid Raya Sumatera Barat.

Data yang dihimpun dari Kemenag Sumbar, pelaksanaan ibadah kurban di Sumbar tahun ini berjumlah sebanyak 32.632 ekor ternak dengan rincian ternak sapi sebanyak 29.204 ekor, ternak kambing sebanyak 3.119 ekor dan kerbau 329 ekor. Semuanya tersebar di masjid, mushalla dan beberapa tempat umum di Sumbar. (wrd/wni)