Tidak Ditemukan Unsur Pidana, Kasus Surat Gubernur Dihentikan

17
Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda.(IST)

Penyelidikan kasus surat bertanda tangan Gubernur Sumbar dihentikan. Pasalnya, Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Padang tak menemukan unsur pidana.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda saat dikonfirmasi Padang Ekspres membenarkan informasi penghentian penyelidikan kasus tersebut.

Ia mengungkapkan, terkait penghentian penyelidikan terkait dugaan penipuan, pihaknya pun telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP2 Lid) minggu lalu.

“Iya, yang dugaan penipuannya kita hentikan. SP2 Lid-nya sudah kami terbitkan minggu kemarin. Kan masih lidik, jadi kita hentikan penyelidikannya,” ujar Rico Senin (4/10).

Eks Kapolsek Kototangah ini menjelaskan, penghentian penyelidikan lantaran pihaknya tidak menemukan ada unsur pidana dugaan penipuan dalam kasus ini sebagaimana laporan yang diterima.

“Kami fokusnya ke dugaan penipuan sesuai dengan yang dilaporkan. Jadi kami menemukan tidak ada dugaan penipuan, karena tanda tangan asli dari gubernur,” sebut Rico.

Sebelum penyelidikan dihentikan, setidaknya ada 15 orang saksi telah diperiksa oleh Penyidik Tipidter Satreskrim Polresta Padang. Salah satunya Mantan Kepala Bappeda Sumbar yang kini menjabat Sekprov Sumbar, Hansastri.

Baca Juga:  Blusukan ke Pasar, Zulhas Pastikan Harga Migor Stabil dalam Waktu 2 Minggu

Pihak kepolisian juga menyita tiga kardus berisikan surat gubernur yang rencananya akan dibagikan. Sebelumnya, surat digunakan lima orang yang bukan merupakan pegawai Bappeda Sumbar.

Mereka berinisial DO, 46, DS, 51, AG, 36, MR, 50, ean DM, 36. Total uang yang telah masuk ke rekening pribadi salah seorang dari lima orang ini sebesar Rp 170 juta.

Ratusan juta itu dari hasil 21 surat yang telah dibagikan sebelumnya ke kampus, rumah sakit, dealer kendaraan hingga pengusaha di Kota Padang. Rencana tiga kardus surat lainnya akan dibagikan ke wilayah Sumbar.

Seperti diketahui, surat tertanggal 12 Mei 2021 bernomor 005/3904/V/Bappeda-2021 tersebut perihal penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumbar. Kop surat ditandatangani Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.

Dalam surat menyebutkan dapat partisipasi dan kontribusi dalam mensponsori penyusunan dan penerbitan buku profil “Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan” dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta Bahasa Arab serta dalam bentuk soft copy. (idr)