Audy: Peran Penting Media Digital untuk Edukasi Vaksin

31

Media massa khususnya media digital diharapkan mampu berperan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu solusi keluar dari pandemi ini.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joynaldi, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumbar yang pertama, di Marapi Room, Hotel Daima, Padang, Sabtu (7/3/2021).

Dikatakan Audy, vaksin merupakan salah satu solusi untuk mobilitas masyarakat bisa kembali bergerak dan pada akhirnya akan berdampak positif pada pemulihkan ekonomi.

“Tidak kita pungkiri, sekarang memang zaman serba sulit. Pembangunan terhambat karena dana refocusing untuk Covid. Ini tantangan utama untuk pemulihan ekonomi. Vaksin salah satu solusinya. Disinilah peran penting media untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang arti pentingnya vaksinasi,” kata Audy.

Melalui jaringan pemberitaan JMSI Sumbar, dia berharap agar memberikan fungsi-fungsi pemberitaan dan fungsi-fungsi wacana publik yang mencerahkan masyarakat dan membantu bangsa ini keluar dari krisis.

Rakerda perdana ini dihadiri Sekjen JMSI, Mahmud Marhaba, Novermal (Ketua Bidang Hukum dan Advokasi JMSI), Syahrial Azis (ketua JMSI Sumbar), Aguswanto (Sekum JMSI Sumbar) dan Al Imran (Bendahara).

Juga hadir Dewan Pakar JMSI Sumbar, Hary Efendi Iskandar dan Yofialdi, Jasman Rizal (Kadis Kominfo Sumbar), Fajar Rusvan (Chairman JC Institute) serta pengurus JMSI Sumbar dan undangan lainnya.

Audy mengharapkan JMSI Sumbar dapat menyusun program kerja agar bisa berkembang  lebih baik dimasa mendatang. Terutama dalam masa pandemi Covid-19 ini, peran media sangat penting artinya sebagai mitra pemerintah dalam upaya membantu sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Pembayaran THR Satker Lingkup Kanwil DJPb Sumatera Barat 2021

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya mengucapkan selamat kepada segenap pengurus JMSI Sumbar yang baru saja dilantik pada 27 Januari lalu. Semoga panji JMSi kedepan semakin berkibar di Sumatera Barat dan menjadi yang terdepan dan tercepat dalam memberikan informasi dan pencerahan pada khalayak melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas,” ungkap Audy.

Sebelumnya, Sekjen JSMI Mahmud Marhaba mengungkapkan bahwa digelarnya Rakerda ini adalah dalam rangka melengkapi persyaratan JSMI untuk bisa menjadi konstituen di Dewan Pers. Kehadiran JSMI di 29 Provinsi di Indonesia dengan 500 lebih anggotanya diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi pers tanah air.

“Sumbar adalah daerah yang ketujuh untuk verifikasi vaktual di Dewan Pers, minimal harus 10 pengurus daerah harus menggelar Rakerda. JSMI memang masih muda, baru lahir 8 Februari 2020 lalu. tapi kita yang tercepat untuk mendaftar di Dewan Pers. Aturan ini penting supaya marwah pers terjaga dari media abal-abal dan jurnalis yang tidak kompeten,” jelas Mahmud.

Ketua JMSI Sumbar, Syahrial Aziz juga menghimbau pada pemilik media siber yang bergabung di JSMI agar bisa mentaati kode etik jurnalistik dan 10 pedoman media siber.

“Meskipun kondisi pandemi ini sektor ekonomi anjlok, jangan sampai idealisme kita tergadai, kita harus tetap taat pada kode etik jurnalistik,” tegasnya.(*)

Previous articleBertahan Zona Kuning, Mahyeldi: Sumbar Daerah Risiko Rendah Covid-19
Next articleHutama Karya Tetap Bangun Tol Sumbar di Lahan yang Sudah Dibebaskan