Kader Demokrat Semprot Disinfektan, Bagi Hand Sanitizer dan Sembako

Bendahara Partai Demokrat Sumbar Suwirpen membagikan hand sanitizer kepada masyarakat di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Minggu (5/4(). (foto: ist)

Menindaklanjuti instruksi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), seluruh kadernya di Sumbar terus bergerak melakukan “Aksi Demokrat Lawan Corona”. Upaya bersama memutus mata rantai penyebaran virus korona (Covid-19) dan membantu ekonomi masyarakat yang terdampak.

“Sesuai instruksi ketua umum, berbagai aksi sosial terus dilakukan kader Demokrat untuk membantu masyarakat. Tak hanya penyemprotan disinfektan dan pembagian hand sanitizer, kader juga membagikan sembako kepada masyarakat ekonomi lemah,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar Mulyadi, Minggu (5/4).

Salah seorang kader Demokrat Sumbar yang melakukan aksi adalah Suwirpen yang bersama timnya membagikan paket sembako, penyemprotan disinfektan dan membagikan hand sanitizer kepada masyarakat di Kompleks Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

“Masyarakat sedang susah, sesuai instruksi Ketua Umum AHY dan Ketua DPD Sumbar Mulyadi, kami tidak boleh berpangku tangan. Kader Demokrat harus turun tangan, turun ke masyarakat untuk mencegah virus korona (Covid-19)” kata Suwirpen yang sehari-hari Bendahara Partai Demokrat Sumbar dan Wakil Ketua DPRD Sumbar itu, Minggu (5/4).

Seluruh jalan, gang, rumah dan fasilitas umum di kawasan Marapalam disemprot cairan disinfektan. “Kita berharao dengan aksi ini mata rantai virus ini bisa diputus dengan cepat dan masyarakat dapat bangkit kembali,” katanya.

Kepada keluarga kurang mampu, Suwirpen yang akrab disapa Haji Pen Banio itu juga membagikan ratusan paket sembako. Paket berisi minyak goreng, gula, susu dan teh. Selain paket sembako, masyarakat juga dibagikan cairan antiseptik pembersih tangan yaitu hand sanitizer.

Dalam aksinya itu, Ketua Keluarga Besar Kabupaten Solok (KBKS) Sumbar itu mengajak masyarakat berperilaku hidup bersih, pakai masker dan sering cuci tangan seperti dianjurkan pemerintah. “Di rumah saja jika tak ada keperluan mendesak,” imbaunya.(rel)