12 Tim Safari Ramadan Sumbar Kembali Dibentuk

51
Ilustrasi

Setelah ditiadakan pada tahun 2020 karena pandemi covid-19, Tim Safari Ramadan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk Tahun 2021 / 1442 Hijriah kembali dibentuk.

Asisten III Pemprov Sumbar, Nasir Ahmad, menyebut ada 12 tim Safari Ramadhan Reguler dan 4 tim Safari Ramadan Khusus yang dibentuk. Tim ini nantinya akan bertugas untuk melakukan kunjungan yang sudah terjadwal ke masjid-masjid yang sudah ditetapkan di kabupaten dan kota se-Sumbar.

“Dalam kunjungan tersebut, tim juga akan menyalurkan bantuan tahun 2021, berupa bantuan dana Rp. 20 juta untuk masjid, dan Rp. 5 juta untuk musholla,” kata Nasir Ahmad, disela rapat pembentukan tim Safari Ramadan, di Aula Kantor Gubernur, Senin (5/4/2021).

Tim terdiri dari unsur pemerintah provinsi, Forkopimda, Kanwil kementerian agama, MUI, LKAAM, BPK, PT. Semen Padang, Bank Nagari, dan perguruan tinggi. Tim Safari Reguler akan mulai melakukan safari mulai dari tanggal 15 April hingga 23 April. Sedangkan Tim Safari Khusus akan melakukan kunjungan mulai 21 April, hingga 10 Mei.

Baca Juga:  Ditanya Marah. Pengemis Wanita di Kota Padang Ini Eksploitasi Balita

Ditambahkan Nasir Ahmad, dalam pelaksanaan kegiatan safari nantinya ditegaskan agar tim tetap menjaga prokes dan beberapa ketentuan lainnya seperti masjid tidak menggelar tikar/karpet dan tidak menggelar buka puasa bersama, kecuali dalam kalangan terbatas.

Sementara itu, Kepala Biro Bina Mental, Setdaprov Sumbar, Syaifullah menambahkan, secara teknis nanti akan diatur beberapa hal diantaranya agar setiap masjid menyiapkan pencuci tangan dan pengaturan agar jemaah tetap menjaga jarak di dalam masjid dan durasi ceramah juga dibatasi.

“Sesuai edaran dari MUI bahwa pelaksanaan shalat akan dilakukan seperti biasa, dengan tetap menggunakan masker, dan setelah salat akan kembali menjaga jarak. kira juga akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menyiapkan masker,” ujar Syaifullah.

Rapat pembentukan Tim Safari Ramadan dihadiri puluhan undangan dari berbagai unsur. Dalam sesi diskusi, paea peserta memberikan berbagai masukan demi kelancaran kegiatan di antaranya agar membatasi peserta yang ikut dalam tim agar tidak terjadi kerumunan serta membawa sajadah masing-masing.(rel)

Previous articleWapres: Pengelolaan Pasar Rakyat Harus Bersih dan Berdaya Saing
Next articleDukung PEN, CIMB Niaga Beri Restrukturisasi dan Relaksasi