Daerah Diminta Evaluasi Vaksinasi ASN yang Belum Divaksin

7
ilustrasi vaksin covid-19.(NET)

Sumbar berada di zona merah penyebaran Covid-19. Untuk itu program vaksinasi harus dimaksimalkan. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, pemerintah kabupaten kota diminta menggencarkan vaksinasi.

“Vaksinasi juga terus digencarkan, memang ada masyarakat yang tidak mau, ini yang perlu didorong,” sebut gubernur, di Istana Gubernuran, kemarin (5/7).

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kota, termasuk provinsi diminta proaktif mengajukan kebutuhan vaksin, karena bisa dikatakan saat ini ketersedian vaksin di Sumbar sudah menipis. “Jumlahnya saya kurang hafal, lebih rincinya bisa dicek ke Dinas Kesehatan provinsi,” ujarnya.

Bahkan, agar vaksinasi maksimal, setiap kegiatan di OPD Pemprov Sumbar maka akan diselaraskan dengan vaksinasi. Seperti kegiatan beberapa waktu lalu dengan tokoh adat yang langsung dilakukan vaksinasi. Selain vaksinasi, untuk pencegahan penyebaran Covid-19, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan. Capaian Vaksinasi Tertinggi


Menyikapi itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai tertinggi keempat di Sumatera Barat atas capaian vaksinasi dosis II per 1 Juli 2021, yakni, 33,18 persen. Sementara, untuk capaian vaksinisasi dosisi I melebihi dari separuh target atau sebanyak 54,23 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar kepada wartawan, kemarin, (5/7), siang menyampaikan, saat ini, Mentawai pada urutan keempat capaian vaksinasi di Sumatera Barat. Raihan tersebut, tidak terlepas dari dukungan TNI-Polri yang terus aktif mendukung pelaksanaan vaksinasi di Kepulauan Mentawai.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari Provinsi Sumbar kita bisa mencapai program vaksinasi pada urutan ke empat. Meski, kita dihadapkan dengan kondisi geografis yang terpisah satu sama lain, namun, kita bisa mewujudkannya lewat dukungan TNI-Polri,” ungkapnya.

Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat untuk divaksin juga cukup tinggi. Ini dibuktikan, dengan kegiatan gerai vaksin dan vaksinasi massal yang dilaksanakan selama dua hari belakangan yang pelaksanaannya di lakukan di halaman rumah ibadah.

“Dari tanggal 3-4 Juli 2021 telah dilaksanakan kegiatan vaksisasi. Untuk di dermaga atau Pelabuhan Tuapejat sebanyak 82 orang. Sedangkan, untuk di rumah ibadah, seperti Gereja Piniel dan Gereja Katolik sebanyak 167 orang,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, total yang sudah melakukan vaksinasi dosis I di Kepulauan Mentawai per tanggal 4 Juli 2021 sebanyak 9.376 orang. Sementara, yang telah melaksanakan vaksinasi dosis II sebanyak 5.620 orang.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan, akan mengevaluasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum melaksanakan vaksinasi. Untuk konsekuensinya, ASN yang belum melaksanakan vaksinasi tersebut, tidak diizinkan melaksanakan kegiatan ke luar Mentawai sebelum divaksin.

“Kita akan evaluasi ASN yang masih belum divaksin. Bila perlu, kita tidak berikan izin untuk perjalanan dinas ke luar Mentawai,” ujarnya.

Instruksikan ASN Vaksinasi Di Dharmasraya, Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk ikut memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang saat ini terus digencarkan di setiap kecamatan dan nagari di daerah itu. Instruksi itu disampaikan bupati pada kesempatan apel gabungan virtual, Senin (5/7).

Bupati meminta para kepala OPD untuk memberikan semangat serta pemahaman yang benar tentang pentingnya vaksinasi di masyarakat.  “Saya minta Kepala OPD berpencar mengunjungi titik titik lokasi pelaksanaan vaksinasi hari ini. Berikan semangat kepada masyarakat, dan sampaikan bagaimana benar pentingnya vaksinasi ini. Agar tidak ada lagi keraguan di masyarakat untuk mengikuti vaksinasi,” ujar bupati.

Baca Juga:  Sumbar Minta 800 Ribu Dosis Vaksin ke Pusat

Dikatakan bupati, penyebaran Covid-19 saat ini semakin parah, terlebih dengan telah masuknya varian virus baru, yakni virus Delta. Bahkan pemerintah telah menerapkan PPKM darurat di daerah Jawa dan Bali, untuk mengantisipasi penyebaran virus yang terus meluas.

Kondisi ini, kata bupati, berdampak pada banyak hal, dan menjadi masalah di tingkat nasional. “Walaupun itu di daerah Jawa dan Bali, tapi kita di daerah juga harus waspada, agar tidak terjadi hal serupa. Apalagi, informasi yang saya dapat saat ini Provinsi Sumatera Barat sudah di zona merah, varian delta diinformasikan juga sudah masuk Sumbar. Kita tidak boleh lengah,” ungkapnya.

Maka itu, disamping penerapan prokes, vaksinasi menjadi ikhtiar yang harus dimaksimalkan. Saat ini, sebut bupati, capaian vaksinasi di Kabupaten Dharmasraya baru di angka 16.000, dari total target 29.000.

“Saya harap kita semua bekerjasama, lakukan kiat-kiat agar vaksinasi di Kabupaten Dharmasraya bisa berjalan dengan baik dan cepat. Tentu kita semua berharap, daerah kita kembali pulih, ekonomi membaik dan masyarakat sehat. Kita semua mungkin sudah lelah dengan kondisi ini, namun ini adalah tanggungjawab kita bersama,” tandas bupati.

Di sisi lain, Pemko Solok dan Pemkab Solok sepakat membangun kerja sama penanganan pandemi Covid-19 di kedua daerah. “Kita harus sama cepat tanggap terhadap persoalan pandemi ini, mobilitas masyarakat antar kedua daerah sangat tinggi, jadi kita tidak bisa sendiri-sendiri menangani pandemi ini,” tutup Zul Efian diamini Bupati Solok Epyardi Asda.

Sementara itu, di Tanahdatar, antusius warga Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto mengikuti vaksinasi sangat tinggi. Pada hari pertama vaksinasi, tercatat sebanyak 800 orang yang mendaftar. Namun kemampuan tim puskesmas melayani masyarakat hanya bisa 234 orang.

Wali Nagari Panyalaian Roni Dt Panduko Sirajo mengatakan, kegiatan vaksinasi pertama difokuskan untuk warga Nagari Panyalain melalui kerja sama dengan gerai Polres Padangpanjang.Hingga pukul 17.36 lebih kurang 234 warga sudah divaksin tercatat mereka yang divaksin itu ada yang berumur 13 tahun dan yang paling tinggi umur 73 tahun.

“Karena sebelumnya dilaksanakan suntikan vaksinasi tersebut kita bersama perangkat nagari dan kepala jorong telah menyosialiasi pelaksanaan vaksin ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Padangpanjang AKBP Apri Wibowo dan Kapolsek X Koto Iptu Hendra mengapresiasi Wali Nagari Panyalaian bersama perangkat nagari dan tokoh masyarakat Nagari Panyalaian yang telah ikut mensosialisasikan pentingnya vaksin kepada masyatakat.

Ia juga mengapresiasi petugas Pusksesmas II Kecamatan X Koto yang dipimpin oleh Dr Andre Rivaldo bersama dalam pelaksanaan suntik vaksin massal yang dilakukan di Kantor Nagari Panyalaian. “Kegiatan berlangsung sukses dan antusias warga sangat tinggi,” pungkasnya.(wni/rif/ita/mal)