DJPb Sumbar Serahkan Dana PEN Periode II Rp250 Miliar ke Bank Nagari

45

Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) kembali menyerahkan penempatan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahap III Periode Kedua dari Pemerintah pusat ke Bank Nagari sebesar Rp250 miliar, Selasa (6/7/2021). Pemanfaatan dana PEN ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104 tahun 2020 yang merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

Penyerahan dana PEN dilakukan oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat, Heru Pudyo Nugroho kepada Direktur Utama Bank Nagari M Irsyad di Auditorium Gubernuran Sumbar, disaksikan Gubernur Sumbar Mahyeldi, Ketua DPRD Sumbar, Komut Bank Nagari, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Kepala OJK Sumbar, Kepala Perwakilan BPK Sumbar, Kepala Perwakilan BPKP Sumbar, jajaran Komisaris dan Direksi Bank Nagari, serta sejumlah stakeholder.

“Kementerian Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 104 tahun 2020 melakukan kebijakan stimulus fiskal, berupa penempatan dana pada perbankan, yang bertujuan memberikan stimulus likuiditas dengan bunga yang rendah, untuk disalurkan sebagai bantuan modal kerja kepada sektor riil, maupun membantu perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang sedang melaksanakan program restrukturisasi terhadap dunia usaha yang terdampak Covid-19,” ujar Kakanwil DJPb Sumbar, Heru Pudyo Nugroho.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat menyampaikan pesan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, bahwa BPD agar tetap menjaga keamanan penempatan dana dan akuntabilitas penyaluran kredit dan memastikan kredit yang disalurkan memiliki kontribusi terhadap pergerakan sektor riil di daerah dan pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah bersama dengan OJK akan selalu melakukan pemantauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap kinerja penempatan dana PEN pada Bank Nagari.


Heru Pudyo Nugroho berharap sinergi yang lebih erat antara Pemda, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat, OJK, Bank Nagari, Bank Indonesia dan stakeholder terkait lainnya untuk bersama mengawal program penempatan dana sebagai bagian dari pelaksanaan PEN sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang lebih baik di tahun 2021.

Baca Juga:  Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Kabupaten/Kota, Terbentuk

Sementara, Dirut Bank Nagari M Irsyad menyampaikan, Bank Nagari kembali mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah untuk menyalurkan penempatan dana PEN periode kedua. Penempatan dana PEN disalurkan dalam bentuk kredit mikro, usaha kecil, dan sisanya untuk korporasi, menengah dan konsumtif. Paling banyak disalurkan kepada usaha kecil yang mencapai Rp300 miliar.

“Kami berhasil menyalurkan penempatan dana PEN periode pertama dengan capaian yang melampaui 2 kali leverage yang ditetapkan Pemerintah. Dengan penempatan dana PEN, Bank Nagari mampu menyalurkan kredit ke masyarakat dengan margin/tingkat suku bunga 2% sampai dengan 3% lebih rendah dari suku bunga yang berlaku di perbankan,” ujar M Irsyad.

Dalam arahannya Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa ekonomi Sumbar adalah ekonomi UMKM. Adanya penempatan dana PEN, sangat membantu usaha UMKM. Tren pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2021 pun bergerak positif.

Gubernur mengapresiasi kinerja Bank Nagari sehingga kembali dipercaya untuk menyalurkan penempatan dana PEN periode kedua. ‘’Dengan dukungan DPRD dan stakeholders lainnya, kami sangat berharap dana PEN di Sumatera Barat bisa lebih besar lagi, sehingga lebih optimal membantu para pelaku usaha UMKM segera bangkit dari krisis,’’ ujar Mahyeldi.

Sebelumnya, pada 7 Desember 2020, pemerintah telah melaksanakan penempatan dana Tahap III Periode Pertama kepada Bank Nagari sebesar Rp250 miliar. Berdasarkan hasil review atas laporan penyaluran/ekspansi kredit atas penempatan dana PEN pada Bank Nagari, sampai dengan batas jatuh tempo penempatan dana Tahap III periode pertama (7 Juni 2021), Bank Nagari telah menyalurkan kredit  sebesar Rp992,37 miliar untuk 12.129 debitur.

Penempatan dana tersebut telah ter-leverage sejumlah 3,96 kali dari jumlah penempatan. Sebesar Rp775,52  miliar atau 78,15% dari total penyaluran kredit  disalurkan untuk UMKM dengan jumlah debitur sebanyak 5.637 debitur.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan secara simbolis penyaluran dana penempatan PEN kepada perwakilan debitur Bank Nagari oleh Gubernur Sumbar. (*/hsn)